Casting Out The Spirit of Jealousy

Amsal 14:30
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

d2b7aaec2bbfe55e86669d6ffbc9cd86-1

Renungan:
Cara orang menangkap kepiting biasanya sebuah kotak akan ditaruh di dalam air dengan sisi bagian atas yang dibiarkan terbuka agar kepiting-kepiting dapat masuk. Ketika kotak tersebut sudah penuh, maka sisi yang terbuka kemudian ditutup. Sebenarnya sebelum kotak itu ditutup, kepiting-kepiting yang sudah masuk dapat keluar kembali dengan mudah. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi karena di saat seekor kepiting berusaha untuk keluar, maka yang lain akan menariknya turun sehingga tidak ada yang dapat keluar dari kotak tersebut.

Hal ini sama dengan orang yang memelihara sifat iri hati. Ia tidak akan pernah bisa maju. Ketika ada orang lain yang ingin maju, maka ia akan berusaha menghalangi dan menggagalkan dengan berbagai cara. Perasaan iri hati akan membawa kita pada suatu keadaan yang sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Waspadalah terhadap perasaan iri hati, karena perasaan itu dapat datang kapan saja. Ketika rasa iri itu datang, berusahalah untuk menguasai diri dan tidak membiarkan diri kita diajak untuk merasa iri, karena firman Tuhan berkata, “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan berbagai macam perbuatan jahat,” ( Yak 3:16 ). Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: