Archive for the Jesus and the Bride of Christ Category

Tiga Tingkatan Pelayanan

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Elijah Rain, Gunung Sion Ministry, Intercession, Jesus and the Bride of Christ, Ministries, Restoration, Tabernacle on 04/03/2016 by Ribka Christ

Maka MENABURLAH Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil SERATUS KALI LIPAT;Sebab ia diberkati TUHAN.Kejadian 26:12

picture1-1
Tiga Tingkatan Pelayanan
Tetapi pada zaman raja-raja,Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya,dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain:kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya,tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya”.Daniel 2:44

Pada saat kita memasuki Tabernakel,kita masuk ke dalam sebuah ruangan yang terpisah yang disebut Ruang Kudus.Perabotan di sini juga terbuat dari kayu akasia,tetapi yang dilapisi oleh emas murni.Emas,dengan sifatnya yang tidak dapat dirusak,adalah lambang dari sifat keilahian.Satu-satunya terang di Ruang Kudus tersebut dihasilkan oleh minyak zaitun yang terbakar di atas sebuah kaki dian,minyak zaitun yang melambangkan pengurapan Allah Roh Kudus.

Di Ruang Kudus tidak ada sinar alami,dan kita tidak dapat berguna di sana dengan mengandalkan pikiran jasmani kita tetapi bergantung kepada Allah Roh Kudus.Di Ruang Maha Kudus,bagian terdalam di mana Allah sendiri tinggal,takhta kasih karunia terbuat dari emas di dalam dan di luar.Sinar yang dihasilkan di Ruang Maha Kudus adalah hadirat Allah sendiri.Kita melihat dari sini bahwa semakin dekat seseorang dengan kemuliaan Allah,semakin banyak adanya emas,melambangkan kenyataan bahwa kita diubahkan kepada sifat keilahian dalam kemuliaan tersebut,sinar yang di atasnya kita berjalan,berubah dari sinar alami kepada pengurapan Allah Roh Kudus dan selanjutnya kepada hadirat dan kemuliaan Allah.

Diangkat dalam Kemuliaan

Ada tiga tingkat pengurapan yang membawa seseorang masuk untuk melihat Kemuliaan Tuhan dan menghasilkan pelipatgandaan dalam Kerajaan Allah.
Baptisan Api-100 kali lipat
Baptisan Roh Kudus-60
Baptisan Air-30

Pelayanan di Pelataran Luar adalah pelayanan kepada orang-orang.Pelayanan di Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus adalah kepada Allah.Inilah yang mengubahkan kita.Tanpa pelayanan kepada Allah,kita tidak akan menjadi sama efektifnya dalam pelayanan kita di Pelataran Luar.Kita harus membawa terang dari Allah,tetapi kita tidak dapat membawa orang-orang kepada terang sampai mereka telah dikuduskan.Tidak ada orang asing yang mengambil bagian dalam Paskah Tuhan,dan mereka yang tidak membedakan Tubuh dengan benar seharusnya tidak mengambil bagian dalam roti dan anggur.

Sama seperti adanya tiga dimensi dalam pelayanan Kemah SUCI,Allah juga memiliki tiga tingkatan dasar bagi pelayananNya:kepada orang banyak,dua belas orang,dan kemudian,tiga orang.Dia berbicara kepada ORANG BANYAK dalam PERUMPAMAAN dan hal-hal dasar (Pelataran Luar).Kepada KEDUA BELAS MURIDNYA,IA MEMBUKAKAN RAHASIA-RAHASIA,dan mereka mengalami pengurapan (Ruang Kudus).TIGA ORANG MENDAPATKAN KEHORMATAN untuk melihat KEMULIAAN-NYA DI ATAS GUNUNG TRANSFIGURASI (Ruang Maha Kudus).

Pendeta yang dalam orientasinya bersifat penginjilan akan memiliki jemaat yang memusatkan hampir seluruh perhatiannya pada aspek pelayanan Pelataran Luar.Pendeta-pendeta yang orientasinya adalah pengajaran,akan cenderung memiliki jemaat yang menekankan pelayanan yang dilambangkan dengan Ruang Kudus.Mereka yang dipimpin nabi-nabi akan berusaha untuk tinggal dalam Ruang Maha Kudus.Jemaat yang seimbang akan mempunyai suatu pelayanan dalam ketiga tingkatan seperti yang Allah dan Kemah Suci tunjukkan.

Setiap jemaat dan pelayan perlu mengadakan suatu penjangkauan kepada mereka yang terhilang dan pelayanan bagi mereka yang berada dalam setiap tingkat kedewasaan.Kegagalan untuk melaksanakan hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan dan bahkan kesalahan.Bila kita tidak mempunyai petobat-petobat baru,akan ada stagnasi.Bila kita tidak mempunyai pertemuan-pertemuan yang sepenuhnya dipusatkan pada menyembah Allah tanpa tekanan,permintaan atau kebutuhan manusia,akan ada kedangkalan dan kurangnya pengurapan dan kuasa bagi pelayanan kepada orang-orang.

Menyadari pentingnya akan penyediaan pelayanan untuk setiap tingkat kedewasaan adalah penting,tetapi kita harus mengerti bahwa merupakan suatu kesalahan untuk membedakan dan menilai orang-orang menurut tingkat kedewasaan mereka.Tujuan bagi setiap tingkat pelayanan adalah untuk mempersiapkan mereka yang berada pada tingkat tersebut untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi berikutnya.Bila pelayanan berfungsi dengan baik,setiap orang akan menjadi dewasa dan memasuki tingkat pengalaman,keefektifan dan KEINTIMAN dengan Allah sendiri yang lebih tinggi.Mereka yang berada dalam pelayanan perlu untuk membedakan di mana seseorang berada dalam tingkatan tersebut,untuk dapat melayaninya dengan efektif,bukan untuk mencap dia sebagai seorang Kristen “dari kelas tertentu.”

Beberapa orang telah mengambil pengertian akan tingkat kedewasaan ini untuk menggolongkan dan membedakan diri mereka lebih tinggi dan yang lainnya lebih rendah.Hal seperti ini tidak dapat ditolong.Seperti pendapat Petrus mengenai pengajaran Paulus,ada beberapa hal di dalam mereka yang sulit untuk dimengerti,yang diputarbalikkan oleh orang-orang yang tidak teguh dan tidak terpelajar,seperti yang juga mereka lakukan terhadap firman Allah yang lainnya (2 Petrus 3:15-16).Seseorang dengan kerendahan hati yang sesungguhnya akan lebih merendahkan diri lebih lagi terhadap sanjungan-sanjungan manusia.

Kerendahan hati yang benar bukanlah suatu perasaan rendah diri.Kerendahan hati yang sesungguhnya datang dari melihat kemuliaan Allah.Seperti yang dijelaskan seorang rasul,mereka yang mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri (atau satu dengan yang lainnya)adalah orang-orang yang bodoh (2 Korintus 10:12).

Di dalam Kerajaan Allah,maksud dari otoritas dan kedudukan adalah untuk melayani.Kesetiaan dan ketaatan dari pelayanan pembantu lebih dihargai oleh Allah daripada rasul-rasul yang paling terpandang yang menganggap dirinya sendiri lebih tinggi daripada orang-orang lain.

KISAH SANG RAJA YANG RENDAH HATI

Posted in Illustration, Jesus and the Bride of Christ, Leadership, Love, Ministries, Mission, Wisdom on 04/02/2016 by Ribka Christ

-hhhhAda seorang raja satu kali mengadakan perjamuan besar dan dia mengundang banyak orang penting dan terhormat untuk berpesta di rumahnya. Kebanyakan orang yang datang berkereta kuda yang sangat mewah, sangat khusus, sangat baik. Malangnya, pada hari itu ketika ia mengadakan pesta, hujan deras turun mengguyur luar biasa deras, sampai  pintu utama untuk tamu masuk tergenang dan di situ terbentuk sebuah kolam air bercampur lumpur. Sial sekali bagi seorang tamu yang luar biasa, yang datang  dengan kereta kudanya, pada saat dia keluar turun dari keretanya, kakinya tersandung pada batu dan jatuh tertelungkup, persis di dalam kubangan air bercampur lumpur itu.

Seluruh tubuhnya termasuk kepalanya terbenam dalam air berlumpur itu, seluruh jubah indah dan sepatunya kini basah berlumuran tanah coklat. Semua orang yang melihatnya tertawa karena terlihat lucu sekali, dan tamu ini merasa malu sekali, dia merasa malu dan merasa tidak pantas untuk ikut dalam persta perjamuan itu. Kemudian ia memutuskan untuk pulang saja.

Pelayan yang melihat peristiwa ini segera lari memberitahukan kepada raja, dan raja images (43)segera keluar menemui tamu ini serta membujuk dia agar jangan pulang. Tapi tamu itu tetap tidak mau masuk dan tetap mau pulang saja meskipun raja berulangkali membujuk dia. Dalam keadaan seperti ini, tiba-tiba saja raja itu melakukan satu tindakan yang luar biasa, dia menjatuhkan diri ke dalam kolam air seperti kubangan lumpur itu, sehingga dia menjadi kotor seperti tamu yang jatuh tersebut. Lalu raja itu berkata kepada tamunya: “Sekarang, apakah kamu masih merasa tidak layak kalau berjalan bersama aku dan masuk ke rumahku?”

Kisah inspirasi ini menunjukkan bahwa kita harus belajar hidup mementingkan orang lain dalam hidup kita. Sebuah pola kehidupan yang saya kira di dalam zaman yang sangat individualis sangat sulit untuk mau mementingkan orang lain. Hidup mementingkan orang lain sudah hampir hilang di dalam diri umat manusia. Namun dengan kerendahan hati sebuah keadaan dapat diselamatkan dan dipakai untuk menolong menyelamatkan keadaan orang lain.

Banyak keberhasilan berawal dari kerendahan hati dan karena mau mementingkan orang lain.
“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”

Amsal 15:33

15:33 Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati MENDAHULUI KEHORMATAN.

Sumber:http://ekowahyono-artikel.blogspot.my/2013/03/kisah-sang-raja-yang-rendah-hati.html

After The Rapture

Posted in Holy Spirit, Jesus and the Bride of Christ, PROPHETIC END TIMES, Rapture, Restoration, Testimonies, Visions and Prophecies on 02/11/2016 by Ribka Christ

https://kesaksiansegalabangsa.wordpress.com/2016/01/14/jenifer-jeba-seelan-penglihatan-setelah-pengangkatan/

Do you still in love with Jesus ?

Posted in Jesus and the Bride of Christ, Love, Marriages, Uncategorized on 01/11/2016 by Ribka Christ

The Woman With The Alabaster Jar

Posted in Iman/Faith, Jesus and the Bride of Christ, Uncategorized on 11/22/2015 by Ribka Christ

KESETIAAN MARIA MAGDELINA DIBUKTIKAN

http://www.stjohnadulted.org/presentations/Mary-Magdalene2.pdf

alabaster_box_lg

Tidak terlihat menonjol, tapi peran mereka tidak bisa diabaikan begitu saja. Itulah wanita-wanita di seputar peristiwa Paskah. Ada Maria Magdalena yg memberi hidupnya utk melayani Tuhan setelah dia dipulihkan dari masa lalunya yg suram. Ada isteri pejabat yg bernama Yohana, yg melayani Yesus dengan kekayaannya (Luk 8:2-3).

Dan masih banyak wanita-wanita lain yg dgn setia mengikut dan melayani Yesus. Wanita-wanita itu bukan hanya menjadi “figuran” dlm cerita Paskah, tetapi apa yg mereka lakukan sesungguhnya sangat luar biasa. Kalau kita sorot Maria Magdalena ini, Maria Magdalena mengalami pertolongan Tuhan ketika dibebaskan dari roh-roh jahat. Dia hanya sekali mengalami pertolongan Tuhan, tetapi pertolongan itu memberi perbedaan yg besar atas hidupnya.

Tetapi kita melihat ada byk org Kristen yg sdh merasakan campur tangan Tuhan, bahkan mengalami mujizat demi mujizat dlm hidupnya tetapi ironis sekali tidak juga menunjukkan rasa syukurnya dgn setia mengikuti/melayani Tuhan. Type org yg seperti ini tidak bisa menyentuh hati Tuhan.  Seharusnya pertolongan Tuhan mampu menciptakan rasa syukur dan kesetiaan yg mendalam di dlm hidup kita, amen?

Kesetiaan Maria Magdalena dan wanita-wanita lainnya sungguh luar biasa; mari kita bandingkan sejenak dgn para murid Yesus. Saat Yesus ditangkap dan disalib, murid-murid Yesus selain Yohanes melarikan diri namun Maria Magdalena dan wanita-wanita lainnya terus mengikuti Yesus bahkan sampai Yesus disalib (Luk 23:49).

Siapa yg menguburkan mayat Yesus serta menyediakan rempah-rempah dan minyak mur di kubur Yesus? Yusuf Arimatea bersama wanita-wanita ini, sementara para murid Yesus sedang bersembunyi (Luk 23:55-56). Ketika Yesus bangkit, wanita-wanita inilah yg pertama melihatNya dan menjadi saksi kunci kebangkitanNya (Luk 24:10). Melalui merekalah berita Paskah tersebar kemana-mana!

Mari kita juga miliki kesetiaan dan keberanian seperti mereka sehingga kita juga menjadi saksi kuasa kebangkitan Yesus. Melalui kesaksian hidup kita, biarlah nama Yesus diceritakan dan dimuliakan. Ingatlah, Saudara bukan sekedar “figuran”, Saudara adalah lakon Kerajaan Allah utk menghadirkan Kristus di tengah-tengah dunia ini.

Wanita-wanita di seputar cerita Paskah menjadi inspirasi bagi kita semua. Mereka menjadi contoh nyata arti sebuah kesetiaan, pengorbanan, dan keberanian. Sesungguhnya figur wanita seperti mereka sangatlah langka pada zaman akhir ini tetapi bukan berarti tidak ada.

Kiranya wanita-wanita ini yg dengan gigih mempertahankan komitmen dan kesungguhan hati mereka utk melayani Tuhan bahkan dalam masa-masa genting dan high risk sekalipun.. semoga bisa memotivasi kita di saat kita memperingati hari Ibu Sedunia utk bangkit dan lebih sungguh lagi melayani Tuhan bahkan melayani dgn tanda kesetiaan. Mari kita membalas pertolongan Tuhan melalui kesetiaan kita yg terbukti di masa sukar seperti yg dimiliki dan dilakukan Maria Magdalena.

Maria Magdalena hadir saat Yesus disalibkan, ini menyatakan bahwa kesetiaannya teruji di masa sukar sekalipun (Mat 27:56). Ia tetap setia dgn datang ke kubur Yesus (Mat 28:1). Ia berjumpa kembali dgn Yesus yg sudah memakai tubuh kemuliaan ketika Dia sudah bangkit (Mat 28:9-10). Walaupun tidak disebutkan, tetapi sangat mungkin jika Maria Magdalena juga hadir ketika Yesus terangkat ke Surga.

Kehadiran Maria Magdalena dalam berbagai peristiwa penting di dalam hidup Yesus, baik peristiwa yg menguatkan ataupun berpotensi menggoncang iman, menunjukkan bahwa dia setia melayani Tuhan dlm segala keadaan. Tidak banyak orang yg memiliki kualitas kesetiaan seperti yg dimiliki Maria Magdalena. Dengan bijak ia mengambil keputusan untuk menginvestasikan harta, waktu dan hidupnya yg berdampak sampai kekekalan. Bagaimana dengan kita?

Semoga Tuhan memberkati…

http://www.ccamedan.org/sermondet.php?lang=&id=417&g=1

Mengapa Maria Magdalena?

Mazmur 63:2 
Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. 

Setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian, Dia pernah menampakkan diri-Nya kepada beberapa orang. Tetapi kepada siapakah Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kali pertama? (Maria Magdalena.)

Tuhan ingin sekali menampakkan diri-Nya kepada Petrus, karena Petrus sedang dalam kelemahan; tetapi Tuhan lebih mengutamakan menampakkan diri kepada Maria Magdalena.

Tuhan ingin sekali menampakkan diri-Nya kepada kedua murid yang sedang berjalan ke Emaus, karena mereka telah salah jalan; tetapi Tuhan lebih mengutamakan Maria Magdalena.

Tuhan ingin sekali menampakkan diri-Nya kepada Yohanes, karena Yohanes adalah murid yang dikasihi-Nya; tetapi Tuhan lebih mengutamakan Maria Magdalena.

Tuhan ingin sekali menampakkan diri-Nya kepada Tomas, karena Tomas tidak percaya akan kebangkitan-Nya; tetapi Tuhan lebih mengutamakan Maria Magdalena.

Dan juga, Tuhan ingin sekali menampakkan diri-Nya kepada murid-murid yang lain; tetapi Tuhan tidak menampakkan diri kepada mereka terlebih dulu, melainkan kepada Maria Magdalena.

Mengapa Tuhan tidak mendahulukan Petrus, Yohanes, Tomas, dan murid-murid yang lain, tetapi mengutamakan Maria Magdalena?

  1. Maria Magdalena adalah orang terakhir yang meninggalkan Tuhan ketika Tuhan disalib.
  2. Maria Magdalena adalah orang yang paling pagi pergi ke kubur Tuhan.
  3. Maria tidak mau pergi sebelum menemukan tubuh Tuhan.

Meskipun sudah 4 kali Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya bahwa ia akan dibangkitkan setelah kematiannya, Maria tetap tidak mengerti. Jadi di hari ketika ia tidak menemukan tubuh Tuhan, harapannya terpecah berkeping-keping. Yang ia inginkan hanyalah mendapatkan tubuh Tuhan Yesus.

Memang, banyak perkara yang tidak dimengerti oleh Maria Magdalena sehingga mungkin banyak orang mengira ia kurang pandai. Tetapi ia memiliki sesuatu yang paling baik yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Apakah itu? (Hati yang merindukan dan mendambakan Tuhan.)

Rasa rindu dan damba yang dimiliki Maria Magdalena terhadap Tuhan seharusnya juga aku miliki dan kamu miliki.

Maria tidak peduli jika hari masih gelap, masih terlalu pagi, ia sudah tiba di kubur Tuhan untuk mencari tubuh Tuhan Yesus.

Ia juga tidak memikirkan sebelumnya bagaimana cara ia nanti menggeser batu dari kubur Tuhan Yesus? Yang ada di benak Maria cuma ingin segera melihat tubuh Tuhan Yesus, tidak peduli apa yang akan terjadi nanti.

Hati Maria Magdalena adalah hati yang mutlak diduduki oleh Tuhan, telah ditawan oleh Tuhan. Oh…, hati Maria Magdalena telah direbut oleh Tuhan.

SEEKers, hati Maria Magdalena yang demikian inilah yang menggerakkan hati Tuhan. Bukan murid-murid yang pandai dan mengerti banyak ajaran Alkitab yang menggerakkan hati Tuhan. Juga bukan murid-murid yang pandai berkhotbah yang menggerakkan hati Tuhan. Tetapi, hati yang merindukan dan mendambakan Tuhan, tanpa mempedulikan dirinya sendiri, itulah yang menggerakkan hati Tuhan.

Ada banyak sekali hal yang telah menduduki hatiku. Aku sudah “makan” terlalu banyak hal duniawi selain Dia; aku sudah “minum” terlalu banyak air duniawi. Itulah yang menyebabkan rasa rindu dan dambaku kepada Tuhan hilang. Itulah sebabnya aku tidak pernah merasa dipuaskan oleh Tuhan.

SEEKers, aku mohon belas kasih Tuhan untuk mengembalikan rasa rindu dan dambaku kepada-Nya. Dengan demikian Tuhan akan menampakkan diri-Nya padaku. Pada saat itu aku akan sepenuhnya dipuaskan.

Doa:
Tuhan Yesus, angkatlah dan buanglah semua barang duniawi yang menduduki hatiku. Jangan biarkan aku mengejar, mencari, dan menginginkan barang-barang itu lagi. Ya Tuhan Yesus, buatlah hatiku hanya merindukan dan mendambakan diri-Mu.

Hari 2 – Senin

Siapa Maria Magdalena?

Lukas 7:47
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.

Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang pernah kerasukan 7 roh jahat, dan disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Bebas dari rasa tertindas dan merasakan kelepasan yang luar biasa membuat Magdalena sangat bersukacita dan berterima kasih pada Tuhan. Ia sangat mengapresiasi juruselamatnya dan mencintai Dia.

Suatu hari, ketika Tuhan Yesus diundang makan di rumah seorang Farisi bernama Simon, seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa datang dan membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi (asal-usul perempuan ini tidak diketahui).

Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Tuhan Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki Tuhan Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Ketika Simon melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya, “Jika Dia ini nabi, tentu Dia tahu bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Lalu Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon, “Katakanlah, Guru.”

“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang yang meminjamkan uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”

Lalu Simon menjawab, “Saya kira orang yang paling banyak dihapus utangnya!”

Tuhan Yesus membenarkan jawaban Simon dan berkata, “Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi perempuan ini membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi ia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.”

SEEKers, sebenarnya Simon tidak lebih baik dari perempuan itu, tetapi ia tidak merasa dirinya banyak dosa. Ia merasa bahwa ia adalah orang baik. Ia tidak terlalu mengapresiasi keselamatan Tuhan. Karena itulah, Simon bersikap biasa-biasa saja terhadap Tuhan.

Sebaliknya, perempuan berdosa itu menyadari betapa menjijikkannya dirinya, tetapi Tuhan Yesus tidak menyingkirkannya. Tuhan Yesus malah menyelamatkannya dan mengampuninya. Karena itulah ia menangis terharu, ia terus-menerus mencucurkan air mata. Ia sangat berterima kasih dan sangat mencintai Tuhan. Ia menyeka kaki Tuhan dengan rambutnya, kemudian menciumi kaki Tuhan dan meminyakinya dengan minyak wangi.

Orang yang menyadari betapa berdosanya dirinya dan mengenal betapa besar keselamatan yang ia terima dari Tuhan pasti mengasihi Tuhan dengan sedalam-dalamnya.

Itu jugalah yang terjadi pada Maria Magdalena. Ia begitu mengasihi Tuhan, dan bahkan sampai seperti orang gila mencari tubuh Tuhan Yesus setelah tersalib.

SEEKers, bagaimana denganmu? Apa yang kamu rasakan terhadap penebusan Tuhan dan keselamatan yang Dia berikan? Apakah kamu merasa biasa-biasa saja ataukah kamu sangat mensyukurinya?

Aku akan berterima kasih dan terus-menerus bersyukur karena Tuhan telah melepaskan aku dari tindasan si Iblis dan telah menyelamatkan aku dari dosa-dosaku. Aku juga mau mencintai Tuhan Yesus seperti Maria Magdalena.

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena tidak membuang aku yang berdosa ini. Terima kasih karena Engkau tetap mencintai aku dan menyelamatkan aku. Tuhan Yesus, aku mencintai-Mu.

Hari 3 – Selasa

Dunia Maria Magdalena

Kidung Agung 2:16 
Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung. 

Begitu Maria Magdalena tiba di kubur, ia segera mencari tubuh Tuhan Yesus. Yang ada di benaknya adalah, “Tuhan Yesus yang kukasihi telah mati, tetapi asal aku bisa melihat tubuh-Nya, itu sudah cukup bagiku.”

Alangkah kagetnya Maria ketika ia melihat batu yang menutupi kubur telah diambil dari kubur. Dan ketika ia masuk, ia tidak menemukan tubuh Tuhan Yesus di dalamnya. Tubuh Tuhan Yesus tidak ada di kuburnya.

Maka Maria segera berlari mencari Petrus dan Yohanes, dan berkata kepada mereka,“Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” 

Lalu berangkatlah Petrus dan Yohanes ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi Yohanes berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dulu tiba di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Simon Petrus menyusul Yohanes dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedangkan kain peluh yang tadinya ada di kepala Tuhan Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi terlipat tersendiri di tempat yang lain.

Sesudah itu, masuklah juga Yohanes, yang lebih dulu sampai di kubur itu, ia melihatnya dan percaya. Alkitab mengatakan, “Lalu pulanglah murid-murid itu ke rumah” (Yoh. 20:10).

Di dunia ini, mereka masih mempunyai sebuah rumah tempat mereka bisa pulang. Meskipun mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Tuhan tidak ada di sana, mereka tidak melakukan apa-apa, dan tidak merasakan apa-apa, mereka merasakan pulang ke rumah adalah yang paling baik. Selain Tuhan, mereka masih mempunyai sebuah tempat untuk berteduh.

Tetapi bagaimana dengan Maria? “Maria berdiri di luar kubur itu dan menangis” (ay. 11). Ia tidak ingin pulang! Ia tidak bisa pergi! Tuhannya, Dia yang dikasihinya tidak ada! Bagaimana ia bisa pulang dan istirahat? Maria merasa, “Orang lain boleh pulang dan merasa tanpa Tuhan tidak mengapa, tetapi aku tidak bisa. Bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpa Tuhan?”

Maria berdiri di luar kubur itu dan menangis. Dalam pandangannya dunia telah menjadi hampa dan kosong! Tuhan sudah tidak ada, apa lagi yang bisa diperbuatnya? Tidak ada lagi yang perlu dikerjakan, ia berdiri saja di luar kubur dan menangis.

Murid-murid yang mengikuti Tuhan boleh pulang, murid-murid yang berpengetahuan tinggi boleh pulang, Yohanes yang mengasihi Tuhan boleh pulang, Petrus yang pemberani boleh pulang, tetapi di sini ada seorang perempuan yang sederhana, yang darinya Tuhan pernah mengusir tujuh setan, hatinya telah tertambat pada Tuhan. Dunianya adalah Tuhan dan tanpa Tuhan, dunianya menjadi hampa dan kosong.

Ia tidak memiliki perhentian, ia tidak memiliki hiburan, ia tidak ingin pulang. Tuhan telah tiada, maka semuanya tamatlah. Hatinya kehilangan sesuatu sehingga terasa kosong melompong, karena itu ia tetap berdiri di kubur dan menangis.

SEEKers, Maria merasa dunianya sudah tamat, sudah kosong tanpa Tuhan yang dikasihi-Nya. Seluruh isi dunia ini tidak dapat menenangkan atau memuaskan hati Maria, karena hanya satu orang saja yang telah memikatnya, yaitu Tuhan Yesus.

Semoga aku adalah orang yang seperti itu, bukan orang yang bersenang-senang di dunia dan tidak peduli pada Tuhan.

Doa:
Tuhan Yesus, aku tidak bisa hidup tanpa-Mu. Tolonglah aku Tuhan, agar hatiku tidak bersenang-senang bersama dunia. Selamatkan aku, hanya mencintai Engkau saja.

Hari 4 – Rabu

Yang di Hati Maria Magdalena

Yohanes 20:15 
Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” 

Sambil menangis Maria sekali lagi melihat ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Tuhan Yesus dibaringkan.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” 

Maria sudah melihat malaikat, tetapi ia tidak merasa heran atau takut karenanya; ia mungkin malah tidak menyadarinya. Mengapa bisa demikian? (Karena hatinya mutlak tertuju kepada “ada orang yang telah mengambil Tuhanku”, sehingga perkara lain tidak diperhatikannya.)

Hati Maria demikian khusus tertuju kepada Tuhan, sehingga penampakan malaikat pun tidak bisa menarik perhatiannya.

Kalau aku ada di sana hari itu, alangkah senangnya aku karena aku melihat malaikat, makhluk yang menakjubkan, elok, dan pakaiannya putih berkilauan. Dan malaikat itu berbicara denganku. Aku akan pulang sambil melompat-lompat saking sukacitanya dan bercerita kepada banyak orang.

Tetapi Maria sedikit pun tidak merasakan apa-apa. Tidak ada hal yang lain, termasuk malaikat yang bisa mengisi kekosongan hatinya. Tanpa Tuhan, meskipun ada malaikat, meskipun ada Yohanes, meskipun ada Petrus, tetaplah tidak cukup!

Malaikat itu bertanya kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawabnya,“Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Pikirnya, “Meskipun Tuhanku sudah mati, tetapi tubuh Tuhanku juga berharga.” Ia sama sekali tidak berpikir bahwa Tuhan telah bangkit.

Kitab Yohanes 20:14-15 mengatakan, “Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, ‘Ibu, mengapa engkau menangis? Siapa yang engkau cari?’ Maria menyangka orang itu penjaga taman, lalu berkata kepada-Nya, ‘Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.’” 

Maria telah nampak Tuhan, tetapi dikiranya penjaga taman. Tuhan bertanya kepadanya, mencari siapa, jawabnya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, . . . “Maria lupa memberi tahu bahwa ia sedang mencari Yesus, orang Nazaret. Maria hanya mengatakan “Dia”.

Dalam pandangan Maria, di dunia ini hanya ada satu “Dia”. Dalam hatinya, Maria mengira semua orang seharusnya mengenal siapakah yang dimaksud dengan “Dia”. Maria mengira semua orang tahu siapa “Dia” itu. Bagi Maria tidak ada “Dia” yang lain, kecuali Dia seorang, Tuhan Yesus Kristus. Inilah hati Maria.

Dalam sebuah museum di London terdapat sehelai surat, yaitu sehelai surat yang ditulis oleh seorang anak kepada ayahnya. Pada sampulnya hanya tertulis kata-kata: “Papa, London”. Dalam pikiran anak itu, setiap orang di London seharusnya mengenal ayahnya. Itulah hati Maria terhadap Tuhan.

Apa yang dipikirkan Maria adalah “Dia”, apa yang diucapkan mulutnya juga “Dia”. Dalam hati dan mulutnya hanya ada “Dia”. Baginya asal ada “Dia” cukuplah.

SEEKers, dalam hatiku dan hatimu seharusnya hanya ada “Dia” cukuplah. Tidak memiliki pengetahuan rohani banyak tidak mengapa, asal ada “Dia” cukuplah. Tuhan tidak perlu orang yang punya pengetahuan lebih banyak, melainkan sebuah hati yang mutlak kepada-Nya.

Doa:

Tuhan Yesus, dapatkan hatiku. Bersihkan hatiku agar tidak ada barang lain selain Engkau. Aku mau punya hati seperti Maria Magdalena, yang mutlak bagi-Mu.

Hari 5 – Kamis

Yang Didengar Maria Magdalena

Yohanes 20:16
Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Bagaimanakah Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena? Kata Tuhan Yesus kepadanya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!”, artinya guru.

Pernahkah kamu mendengar suara “Maria!” ini? Ketika sedang berdoa di dalam kamarmu, jika kamu sudah mendengar suara “Maria!” ini, cukuplah sudah.

Begitu Tuhan berkata “Maria”, Maria segera mengenali Dia, inilah wahyu. Asal Tuhan berkata sepatah kata, cukuplah. Ketika gembala memanggil dombanya, mata domba segera terbuka. Begitu Maria mendengar suara Tuhan, ia segera tahu bahwa suara ini bukan suara penjaga taman, melainkan suara guru dan ia tidak perlu menangis lagi.

Bila Tuhan mewahyukan diri-Nya kepadamu, maka kamu tidak perlu berkata apa-apa lagi. Tuhan hanya berkata sekali saja “Maria”, dan Maria segera mengenali bahwa itulah Tuhan.

SEEKers, aku bertanya pada diri sendiri, apakah aku mengenali suara Tuhan?

Ada satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan seorang anaknya. Setiap petang anaknya pulang bersepeda dan ia selalu bersiul. Walau anaknya masih jauh, sang ibu tahu sudah mendengar siulan itu dan tahu bahwa anaknya sudah pulang.

Pada suatu hari, ada orang yang mengunjungi ibu itu. Ketika hendak pamit pulang, ibu itu menahannya sambil mengatakan bahwa anaknya segera tiba. Orang itu bertanya, “Bagaimana Ibu bisa tahu?” Ibu itu menjawab, “Aku sudah mendengarnya.” Bagi orang lain suara siulan itu sedikit pun tidak ada artinya, tetapi bagi telinga sang ibu, itu sangat berarti.

Tuhan berkata, “Maria”, bagi orang lain mungkin tidak berarti apa-apa, tetapi bagi Maria sangat berarti. Suara itu sangat dikenalnya, itu adalah suara Tuhan, suara Dia yang dikasihinya.

Selanjutnya kata Tuhan Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Sekarang, masih adakah yang akan dikatakan oleh Maria? (Tidak. Ia sudah merasa cukup, merasa puas!) Maria lalu pulang. Sekarang ia bisa pulang.

SEEKers, kalau aku kekurangan wahyu, tidak bisa melihat Tuhan, tidak bisa mendengar suara Tuhan, dapatkah aku menyalahkan Tuhan? (Tentu tidak, karena semua itu salahku sendiri. Aku kurang punya hati yang mutlak bagi Tuhan.)

Kalau saja aku hanya merindukan Tuhan, sangat rindu melihat Dia dan mendengar suara-Nya, lalu setiap pagi hari aku duduk di hadapan Tuhan, dengan tenang menantikan Tuhan, Tuhan pasti mewahyukan diri-Nya padaku.

Hati Tuhan tidak dapat disentuh dengan kepandaianku, uang persembahanku, kecakapanku berkotbah, keaktifanku dalam acara-acara gereja. Hati Tuhan hanya dapat disentuh dengan hati yang merindukan-Nya.

SEEKers, alangkah rindunya aku punya hati yang bisa menyentuh hati Tuhan.

Doa:
Tuhan Yesus, berilah aku hati yang merindukan Engkau dan mencintai Engkau dengan setulusnya.

Hari 6 – Jumat

Yang Dialami Maria Magdalena

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya.

Di alam semesta ini, ada fakta yang luar biasa ajaib dan misterius, yaitu Tuhan Yesus yang telah disalibkan dan mati itu bangkit pada hari ketiga. Tetapi siapakah yang bisa menemukan fakta ini? (Tidak semua orang memenuhi syarat untuk menemukan fakta yang luar biasa ini.)

Lalu, siapa yang bisa menemukan kebangkitan Tuhan dan mengalaminya? (Orang-orang yang mencari Tuhan dan mencintai Tuhan.)

Meskipun Tuhan sudah bangkit, tetapi untuk menemukan dan mengalami kebangkitan Tuhan itu perlu pencarian kita. Itu adalah prinsipnya.

Hari ini, Tuhan benar-benar sudah bangkit, dan kebangkitan-Nya telah disaksikan oleh banyak murid juga telah diberitakan ke mana-mana. Masalahnya, banyak orang belum melihatnya. Mereka bahkan tidak pernah tahu bagaimana cara menemukannya.

SEEKers, aku memang mengerti dan tahu bahwa Tuhan sudah bangkit. Aku bahkan bisa menceritakannya kepadamu, tetapi di dalam rohku, sudahkah aku menemukan fakta ini? Sudahkah aku menemukan fakta kebangkitan Tuhan? Sudahkah aku menerima wahyu ini?

Itulah sebabnya ketika aku bersaksi atau sharing, perkataanku tidak punya kekuatan dan kuasa. Karena aku kekurangan wahyu.

Lihatlah Maria! Begitu ia menemukan fakta kebangkitan Tuhan, ia segera berlari dan memberi tahu murid-murid yang lain sesuatu yang baru, yang bukan ia pelajari atau ketahui dari buku, tetapi sesuatu yang ia lihat dan alami.

SEEKers, setiap pagi jika aku bisa duduk tenang di hadapan Tuhan, menemukan fakta kebangkitan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya, lihatlah apa yang terjadi saat aku bertemu denganmu di ibadah remaja. Aku akan membakar kamu dan ibadah remaja itu dengan kesaksianku yang berapi-api, penuh kekuatan dan kuasa!

Ketika Maria Magdalena pagi-pagi buta berlari-lari untuk memberitahukan bahwa tubuh Tuhan Yesus hilang, hanya Petrus dan Yohanes yang ikut Maria kembali ke kubur untuk melihatnya. Di manakah yang lain? (Mungkin karena mereka tidak begitu punya hati yang mencari Tuhan atau mungkin juga mereka masih tertidur lelap.)

Begitu melihat ke dalam kubur, Petrus dan Yohanes tahu bahwa Tuhan sudah bangkit dari kematian. Mereka mengerti apa yang dikatakan Tuhan dan mereka percaya.

Sebaliknya, Maria yang kelihatannya bodoh, karena tidak mengerti apa-apa mengenai kebangkitan Tuhan, terus berdiri di sana dan menangis.

Gambaran ini menunjukkan kepada kita bagaimana caranya mencari Tuhan.

Pertama, jangan jadi seperti murid-murid yang tidak punya hati mencari.

Kedua, kita perlu jadi seperti Petrus dan Yohanes yang mencari Tuhan, lalu melihat fakta, lalu mengerti, dan mempercayai kebangkitan Tuhan.

Ketiga, kita lebih perlu lagi jadi Maria yang juga mencari Tuhan, menunggu, menangis, dan berharap menemukan Tuhan, sehingga ia benar-benar mengalami kebangkitan Tuhan secara riil dan subyektif.

Dengan kata lain, untuk mendapatkan wahyu sangat tergantung pada pencarian kita. Tetapi, untuk mendapatkan pengalaman riil dan subyektif tergantung pada pencarian yang lebih dalam.

SEEKers, jika kita sudah menemukan fakta, mengerti, dan percaya. Lalu masih mendapatkan pengalaman yang riil dan subyektif terhadap setiap perkara rohani, maka apa yang kita persaksikan, katakan, sharing-kan akan punya daya dobrak, kekuatan, dan kuasa. Maksudnya, perkataanmu akan bisa jadi bantuan bagi orang lain dan bisa mengubah hidupmu dan hidup orang lain juga.

Doa:
Ya Tuhan Yesus, alangkah indahnya bisa punya pengalaman riil dan subyektif atas semua perkara rohani. Tuhan Yesus, buatlah aku tidak tinggal diam, tetapi terus mencari sampai menemukan dan mengalaminya.

Hari 7 – Sabtu

Siapakah yang Mustika?

Mazmur 73:25 
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

Ada seorang ayah yang hendak pergi jauh. Ia bertanya kepada ketiga putrinya, apa yang mereka inginkan sebagai oleh-oleh?
Putri pertama menjawab bahwa ia ingin baju yang indah.
Putri kedua menjawab bahwa ia ingin mainan yang unik.
Putri ketiga menjawab, “Aku ingin ayah cepat kembali lagi!”

Putri ketiga ini sangat memustikakan ayahnya. Meskipun ayahnya bisa membelikan banyak barang untuknya, ia tidak begitu ingin barang-barang itu, ia lebih suka dekat dengan ayahnya. Itulah sebabnya ia tidak meminta apa pun, ia cuma ingin ayahnya cepat pulang.

Ketika Maria berkata, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya”, pernahkah terpikir olehnya bagaimana cara ia mengangkat tubuh Tuhan Yesus?

Maria tidak memikirkan apakah tenaganya cukup kuat, ia juga tidak memikirkan berapa jauh jarak yang mungkin perlu ditempuhnya, ia hanya memikirkan di manakah tubuh Tuhan Yesus karena ia mau mengambilnya. Kasih tidak mengenal “kesulitan”.

Maria sangat memustikakan Tuhan dan mencintai Tuhan. Walaupun Tuhan sudah membebaskannya dari 7 roh jahat, ia tidak berhenti di sana. Ia memang berterima kasih untuk kelepasan dan keselamatan yang Tuhan berikan, tetapi ia lebih memustikakan Sang Juruselamatnya. Ia memustikakan diri Tuhan lebih dari segala hal yang ia terima dari Tuhan.

Ada orang Kristen yang hanya memustikakan pekerjaan Tuhan dan tidak memustikakan diri Tuhan sendiri. Ada juga yang memustikakan berkat yang Tuhan berikan, tetapi tidak memustikakan diri Tuhan. Apa yang membuat Maria Magdalena lain daripada kebanyakan orang adalah ia memustikakan Tuhan Sang Juruselamat itu sendiri.

Pada waktu itu, Tuhan Yesus telah mengusir roh jahat dari banyak orang, tetapi hanya satu orang yang mencari Tuhan – Maria Magdalena. Meskipun ada juga perempuan lain yang datang ke kubur, tetapi Maria adalah orang pertama yang sampai di kubur. Ia bahkan datang ketika hari masih gelap. Ia tidak mempedulikan hal lain. Ia hanya mau menemukan tubuh Tuhan.

SEEKers, aku takut menjadi orang yang segera pergi dari Tuhan begitu mendapatkan berkat-Nya, sudah merasa puas dengan berkat-berkat itu. Aku juga takut menjadi orang yang segera pergi dari Tuhan jika sudah mendapatkan fakta rohani, atau pengetahuan rohani yang baru, atau ayat yang bagus di saat penyegaran pagi.

Aku mau duduk berlama-lama di hadapan Tuhan walaupun aku sudah membaca ayat bagus dan renungan yang bagus. Aku mau terus membaca-doakan ayat-ayat itu, merenungkannya, dan menantikan Tuhan berbicara dan mewahyukan diri-Nya. Aku mau memustikakan diri Tuhan seperti Maria Magdalena, yang tidak puas jika belum melihat Tuhan dan mendengarkan Tuhan.

Ada sebuah lagu yang ditulis oleh A.B. Simpsons. Lagu itu mengatakan:
Dulu mau berkat, kini mau Tuhan
Dulu mau sembuh, kini Dia semata;
Dulu mau kurnia, kini Pemberinya;
Dulu mau kuasa, kini Sang Kuasa.

SEEKers, semoga lagu ini juga menjadi pengalaman kita. Semoga kita hanya tertarik oleh Dia, Sang pemberi berkat.

Doa:
Tuhan Yesus, aku mau melihat Engkau dan mendengarkan suara-Mu. Ajarku bisa duduk tenang di hadapan-Mu, mencari Engkau terus dan menunggu Engkau.

http://www.rumahgembira.or.id/kristal/semangat-melayani/suplai-firman/maria-magdalena

Kemenangan Kemanisan Kejayaan

Posted in Canaan Land, Jesus and the Bride of Christ on 08/17/2015 by Ribka Christ

I place You like a seal over my heart, O’ Lord.

12 Gerbang

Buku yang saya beli di Rhema Bookstore ini seharga Rp. 15.000,00. Ditulis oleh Pdt./ Ev. Nany Susanty, S.H. Buku ini sangat memberkati saya karena di dalamnya tertulis adanya 12 Gerbang yang terbuka di surga. Menceritakan tentang penglihatan yg dialami oleh pendoa syafaat di Bandung, dan akan dibahas detail dalam buku ini.. silahkan menikmati ringkasan yg saya buat.. semoga memberkati..

Pada akhir bulan November 2010, seorang pendoa syafaat dari Bandung mengirim sms kepada 6 hamba TUhan agar mulai tanggl 1-10 Desember 2010 di tiap kota dilakukan doa di tiap kota selama 5 menit di tempat tinggi sambil mengangkat mahkota karena ia melihat ada banyak gulungankertas yg turun ke bumi dan berubah menjadi hadiah yang indah.

Setelah doa itu dilakukan selama 5 hari, maka hari ke-6 dan ke-7  Tuhan mulai menurunkan berkatNya, dan hari ke-8 Tuhan menurunkan 3 benih (kebijaksanaan, hikmat, dan kepandaian) hari ke-9 ada anak tangga ‘penghambaan/merendahkan diri’ yang terbuat dari kristal dan ini adalah kunci menguasai dunia. Anak tangga ke-10 dari permata dan berlian dan TUhan memberi jaminan keselamatan, kehidupan dan kesembuhan yg dimeteraikan oleh darah Yesus. Ada banyak sekali merpati beterbangan sambil membawa kain pelangi dan terlihat 12 gerbang surga terbuka. di tiap gerbang itu ada satu malaikat berdiri di pintu yg tertulis di tiap pintunya nama 12 suku Israel.


1. Pintu Gerbang Ruben (Kejadian 49 :3,4)
*tempat mengambil keputusan bagi pemimpin kota untuk membicarakan masa depan kota
*keputusan yg diambil tiap kita setiap hari menentukan masa depan seseorang.
*Berkat dibalik pintu Ruben : kekuatan, kegagahan, keluhuran, kesanggupan, berkat yg membual spt air. (tak terhentikan berkatnya)


2.Pintu Gerbang Simeon (Kejadian 49:5-7)
*Tiap orang yg memasuki gerbang ini akan dihancurkan karakter/sifat jeleknya supaya dapat memiliki hati hamba
*Berkat dibalik pintu Simeon : pembentukan karakter, sumur bersyeba (Yosua 19 :1-2) yaitu ada 7 sumber mata air yg merupakan gambaran berkat yg sempurna
*kalau kita merelakan sifat jelek kita dihancurkan sampai habis, maka berkat Tuhan akan terus mengalir san tak terhentikan


3. Pintu Gerbang Lewi ( Kejadian 49 :5)
*Suku Lewi adalah orang yg dikuduskan Tuhan untuk melayani bait Allah (pendoa, imam)
*di gerbang ini tersedia banyak jubah dan tiap orang mendapat jubah yg berlainan : jubah imam, pendoa syafaat, penari, pemusik, pemuji, pemimpin pujian, kerendahan hati, raja, pilar, pekerja, mempelai dan banyak lagi.
*mintalah hikmat Tuhan dan memohon minta jubah yg tepat sesuai dengan kapasitas masing-masing.
*Tuhan memberi kepercayaan untuk kita berdoa bagi keluarga, bangsa dan negara dimana kita ditempatkan.


4. Pintu Gerbang Yehuda (Kejadian 49 :8-12)
*berkat dibalik pintu Yehuda : kemenangan (musuh kita adlh manusia lama kita = kegagalan, kebangkrutan, dan musuh yg paling berbahaya adalah diri kita sendiri) gagah perkasa dan keberanian ( berani bertanggung jwb, berani menyatakan kebenaran, misal kita lakukan kesalahan, segera minta ampun, hadapi dengan kegagahan dan berani), berkat memerintah sebagai raja ( Tuhan beri tongkat otoritas supaya orang percaya membuat dampak bagi lingkungannya) berkat kelimpahan ( daud dan Tuhan Yesus pun dari keturunan Yehuda)


5. Pintu Gerbang Zebulon (kejadian 49 : 13)
*berkat dibalik pintu Zebulon : menguasai kelautan/perairan, berkat kepahlawanan untuk melakukan segala sesuatu.
*Zebulon adalah suku yg selalu berani menghadapi badai dan mempertaruhkan nyawanya
*berani percaya dan memperkatakan perkataan iman, maka semua akan menjadi kenyataan.


6. Pintu Gerbang Isakhar  (Kejadian 49:14,15)
* arti kata Isakhar adalah pekerja upahan
* berkat di balik pintu ini adalah : kemampuan menanggung beban, kutuk diubah jadi berkat, apapun beban yang Tuhan ijinkan kita tanggung itu bisa kita tanggung karena penyertaan Tuhan sempurna dan anugerahNya memampukan kita menanggungnya.


*berkat ini memberi kemampuan untuk bertindak dengan ketepatan.
7. Pintu Gerbang Gad (Kejadian 49 :19)
*berkat dibalik pintu ini adalah : berkat gagah perkasa, sifat kepahlawanan.
*sifat dan karakter yang tidak mementingkan diri sendiri, tidak memusingkan urusan pribadinya melainkan maju terus untuk mencapai tujuan, disiplin tinggi, maju terus pantang mundur, sekalipun musti dibayar dengan nyawa, bila sudah memulai sesuatu maka ia akan menyelesaikannya sampai tuntas dan tidak akan meninggalkan pekerjaannya karena kecewa. semua tugas yang diberikan kepadanya akan dilaksanakan sampai tuntas dan baik.
*minta Tuhan ubah cara pikir kita menjadi seorang pahlawan akhir jaman. karena kristen yg biasa saja akan tertinggal dan tidak dapat memasuki masa lawatan. 

 
8. Pintu Gerbang Naftali ( Kejadian 49 : 21)
*Berkat di pintu gerbang ini adalah : berkat pelipatgandaan (mandul dan gagal diubah jadi keberhasilan), berkat perkenanan ( Tuhan turunkan tongkat perkenananNya yang membuat mudah untuk menghadapi masalah atau tantangan. ) saat tongkat perkenanan diulurkan maka terjadi pelipatgandaan berkat hingga kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.


9. Pintu Gerbang Asyer ( Kejadian 49 : 20)
*arti Asyer : berbahagia
*Berkat dibalik pintu ini adalah : Tuhan sediakan makanan yg berlimpah ruah, tapi ingatlah akan orang lain dan jadilah saluran berkat bagi mereka. dan juga berkat melayani raja-raja, dan melayani Raja di atas segala raja. kaki yang penuh urapan minyak, suka menolong orang lain, dan kekuatan perlindungan , tidak sombong dan rendah hati.


10. Pintu Gerbang Efraim dan Manasye ( Kejadian 48 : 16, 20)
* Berkat dibalik pintu ini adalah  : anak-anak yg diberkati Tuhan (anak2 yg bisa mengangkat nama baik orangtuanya), berkat pelipatgandaan (diberkati hingga keturunannya bertambah banyak), berkat kepahlawanan (yefta adalah keturunan Manasye dan menjadi pahlawan bagi Israel)
*suku Efraim (Yosua suku efraim yg membawa bangsa israel masuk ke tanah perjanjian)


11. Pintu Gerbang Benyamin (Kejadian 49 : 27)
*berkat dibalik pintu ini adalah  : kutuk diubah menjadi berkat, punya keberanian yg benar, punya ketrampilan yg luarbiasa, ketajaman dan ketepatan, punya keintiman dengan TUhan, menjadi kekasih Raja, Perlindungan Tuhan.
*Serigala adalah binatang yg mempunyai keberanian yg luarbiasa dan ketepatan. dan di kitab Hakim-hakim ada seorang bernama Ehud yg kidal tapi memiliki ketrampilan yg luarbiasa.
*kita harus minta berkat tersebut turun atas hidup kita agar kita mengerjakan dengan terampil dan tepat.
*Ester pun keturunan raja Saul dari suku Benyamin. ia tepat, berani, dan punya keintiman hingga ia menjadi kekasih raja. maka kita pun dipanggil untuk memiliki keintiman dengan Raja diatas segala raja, sehingga kita menjadi kekasihNya. 


12. Pintu Gerbang Yusuf ( Kejadian 49 : 22-26)
*arti nama ini adalah : kiranya TUhan menambah-nambahkan lagi.
*berkat dibalik pintu gerbang ini adalah : kesuburan, keperkasaan, berkat dari langit-margasatwa, berkat samudra raya- seperti berkat Zebulon, berkat pelipatgandaan, berkat yg paling sedap, berkat menjadi orang teristimewa
*beberapa tindakan profetik  untuk terima berkat ini adalah : makan buah kiwi dan urapi kaki dengan minyak urapan, minum susu  dicampur madu, akhiri dengan perjamuan kudus.
*buah kiwi dengan biji yg bnyk di dalamnya adalah lambang berkat pelipatgandaan dari Tuhan.
*pengurapan kaki agar kita tetap kuat dan kokoh terima berkat yg mengalir luarbiasa untuk kita.
*minum susu dengan madu sebagai lambang kekuatan dan kemanisan untuk memasuki masa kejayaan, masa keemasan, masa Salomo

12 pintu gerbang Surga telah terbuka dan berkatnya telah dicurahkan mari melangkah dengan iman dan mengambil berkat itu Amin…

http://hadassah-hineni.blogspot.com/2012/02/12-gerbang.html

RELATIONSHIP (HUBUNGAN)

Posted in Jesus and the Bride of Christ, Leadership, Ministries, Mission on 06/29/2015 by Ribka Christ

RELATIONSHIP (HUBUNGAN)

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atasBarnes_Prince_of_Peace ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:26-27)

Penting sekali kita memahami bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal, maksudnya tiga pribadi dalam satu kesatuan. Allah kita adalah Allah yang berkomunitas, berhubungan satu dengan lainnya. Pada saat Allah mau menciptakan manusia, Allah melakukan perundingan ilahi. “Baiklah Kita”, “Kita” disini adalah jamak; itulah Tritunggal. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya; salah satunya tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk berkomunitas. Allah merencanakan kita tidak hidup sendirian tetapi berkomunitas.

“TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”” (Kejadian 2:18)

Allah menciptakan manusia tidak hidup sendirian, maka Allah memberikan Hawa sebagai pendamping. Manusia yang tidak mau bersosialisasi dan berkomunitas adalah manusia yang mengingkari kodratnya. Orang yang tidak mau bergaul ada beberapa alasan; misalnya karena minder, sombong, sensitif (mudah tersinggung), punya pengalaman buruk dalam pergaulan, dll. Membangun hubungan sangat penting bukan sekedar karena kodrat kita, tetapi membangun hubungan sangat menentukan keberhasilan kita. Matthew Henry, seorang pengkhotbah besar. Matthew bukanlah seorang yang pandai berbicara tetapi dia adalah orang yang pandai bergaul. Bukan hanya Hamba Tuhan, tetapi juga seorang businessmen, ibu rumah tangga, dll; kesuskesan kita tergantung dari bagaimana kita membangun hubungan.~Pdt. Josia Abdisaputera, M.Th

6 JENIS PANGGILAN

  1. MEMPELAI
  2. RAJA
  3. TENTARA  / PRAJURIT
  4. PEKERJA / PENUAI
  5. IMAM
  6. PILAR / SOKOGURU

Introduksi
f5aa5177a81b98ed5c3f56acb680c38cKeenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun karakter negatifnya;passion, minat & kesukaannya; juga kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.

Tulisan ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar – garam & terang – bagi duniasesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” – Kejadian 1:26

  1. MEMPELAI

“Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau 11108861_1439230099730600_7481481832959202320_nakan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelaimelihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.” – Yesaya 62:5

“Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.” – Ester 2:12

“Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” – Ester 2:17″Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba … ” – Ester 5:8a”Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah … ” – Ester 8:5a

Definisi Singkat

B82BCAC1-BE84-493B-A9B5-3B6FEED74AA0Panggilan Mempelai adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Mempelai atau Kekasih dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia dituntut mampu memikat hati Tuhan dan memperoleh perkenanan Tuhan dengan kekudusan dan keindahan yang bahkan bisa ditampilkan di atas panggung dunia.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Ratu Ester, Maria – Saudari dari Marta dan Lazarus, Rasul Yohanes, Gereja – Umat Tuhan secara korporat.

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Mempelai adalah seorang yang mengejar hati Tuhan dengan kekudusan, menantikan kehendak dan keputusan dengan setia, memperlakukan Tuhan dengan keintiman yang penuh keindahan, romansa, afeksi dan gairah. Seorang Mempelai memiliki kesukaan untuk diam di bawah kaki Tuhan dan piawai dalam melayani sisi keallahan Tuhan Yesus, sementara Pekerja piawai dalam melayani sisi kemanusiaan Tuhan Yesus. Dalam hal kekudusan dan hidup kudus, seorang Mempelai dikenal tidak berkompromi. Hal ini berbeda dengan seorang Raja yang karena kebijaksanaan dan kayanya pertimbangan dalam dirinya sehingga terkesan lebih berkompromi.

Mempelai sepertinya sejak awal dirancang untuk hidup kudus di atas rata-rata, menyukai keindahan dan seni juga di atas rata-rata, dan memahami dengan sepenuhnya hak dan kewajibannya sehingga dapat memperoleh perkenanan dengan legalitas yang sah.

Cara Mempelai Memperoleh Perkenan Tuhan
Seorang Mempelai memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan 10475590_677483585638004_2258854541501007992_ndengan kekudusan dan keintiman yang lebih dari rata-rata. Perkenanan Tuhan adalah segalanya bagi Mempelai, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan semata-mata untuk memikat hati Raja di atas segala raja, persis seperti seorang kekasih atau seorang isteri yang hendak menyukakan hati suaminya. “Ambisi” seorang Mempelai adalah memperoleh perkenanan Tuhan secara utuh dan memikat hati Tuhan dengan penampilannya yang indah sempurna sehingga dapat dianggap pantas menjadi kebanggaan Tuhan sendiri.

  1. RAJA

“Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.” – Amsal 25:2

“Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.” – Amsal 21:1“Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” – 1 Petrus 5:3

“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.”

 – Wahyu 3:21 “Karena aku (hikmat) para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.” – Amsal 8:15

“Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.” – Amsal 14:28

“Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.” – Amsal 22:11“Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah.” – Amsal 16:10“Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.” – Amsal 16:15

“Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: ‘Apakah yang baginda buat?'” – Pengkotbah 8:4

Definisi Singkat

Panggilan Raja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Raja dan Teladan dalam sebuah komunitas pelayanan. Panggilan dengan kandungan hikmat, pengertian, dan nasihat yang terkaya, melebihi kelima jenis panggilan lainnya. Menggambarkan secara lengkap kemuliaan dari tujuan Tuhan yang semula.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Salomo bin Daud; raja-raja Yehuda, raja-raja Israel

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Raja adalah seorang yang kharismatis, visioner – mampu mengenali sebuah potensi yang bahkan masih tersembunyi bagi kebanyakan orang namun terlihat jelas baginya – entah itu dalam diri seseorang maupun atas suatu perkara lainnya (potensi alam, potensi bisnis, dan sebagainya), strategik & terencana, hati & pikirannya bijaksana, berwawasan luas dan sangat siap atas berbagai kemungkinan dalam berbagai perkara. Karena tipe Raja yang gemar menyelidiki segala sesuatu maka tidak ada sesuatu yang mengherankan maupun sesuatu yang baru baginya.
Kharisma dan segala kekayaan batiniah bawaannya menyebabkan Raja secara natural mulai memimpin orang-orang di sekitarnya, mulai dari komunitas yang kecil hingga komunitas yang lebih besar. Hikmat dan pengertian sudah seperti tertanam di dalam dirinya sejak lahir.

Cara Raja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Raja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, hati hamba (Hineni), rendah hati, murah hati, mudah mengampuni, menghargai dengan benar hal-hal yang bahkan kelihatan remeh atau kecil, memiliki kepedulian di atas rata-rata, memiliki kewaspadaan di atas rata-rata. Raja adalah panggilan yang pada destiny-nya akan memiliki segalanya dan jatahnya yang terbesar dibanding kelima panggilan lainnya, itulah sebabnya tuntutannya juga paling besar. Kuasa & kuasa perkataan Raja, pada level tertentu, sangat menetukan segala sesuatunya. Ketika Tentara harus tampil di garis depan, maka Raja tampil di atas dan juga di bawah. Raja adalah perencana yang terlaksana, sementara Tentara adalah pelaksana yang terencana.

Panggilan Raja ini sebenarnya sangat menjebak, harus dibedakan antara Panggilan Raja dengan Level Raja. Orang yang memiliki panggilan Raja belum tentu seorang Raja, namun orang yang mencapai Level Raja – apapun panggilannya – dialah yang dapat disebut Raja-Raja muda-Nya. Jadi sangat diharapkan bahwa Gereja dan orang-orang percaya tidak salah dalam panggilannya. Sebagai gambaran umum, komposisi masing-masing panggilan dalam suatu komunitas pelayan adalah sebagai berikut, Pilar 1-3%, Imam 4-6%, Pekerja 48-52%, Tentara 30-35%, Raja 4-6%, dan Mempelai 4-6%. Dengan demikian mayoritas tugas gereja adalah bekerja dan berperang sedangkan tugas keimaman, kepemimpinan dan yang lainnya adalah minoritas yang harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna.

“Ambisi” seorang Raja adalah menguasai sebanyak dan seluas mungkin segala sesuatunya untuk dikelola secara benar sesuai dengan kehendak Kristus, membawa kedamaian dan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat yang dipercayakan kepadanya untuk dipimpin olehnya.

  1. TENTARA / PRAJURIT

“Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” – Bilangan 14:24

“Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” – Kisah Para Rasul 13:22

“Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyakdan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?” – Yoel 2:11

“Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya.” – Yoel 2:7

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” – 2 Timotius 2:3-4

Definisi Singkat

Panggilan Tentara adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Tentara atau Prajurit dalam sebuah komunitas pelayanan. Dirancang untuk berdiri di garis depan dari seluruh bala tentara-Nya, bergerak maju menerobos pertahanan musuh, menduduki daerah musuh dan menjarah seluruh kekayaan musuh.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Yosua bin Nun, Kaleb bin Yefune, Yefta – Orang Gilead, Raja Daud, Yonatan bin Saul bin Kish, Rasul Paulus

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Tentara adalah bahwa ia mengabdi secara total (sepenuhnya), berani mati, berani ambil resiko, suka berkonfrontasi (secara terbuka) dan tahan menderita. Memiliki mental kepahlawanan dan jiwa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang. Dalam hal karunia-karunia roh, kelompok Tentara biasanya lebih mengenal dan lebih akrab dengan fenomena-fenomena alam roh (gaib) seperti penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi bahkan efek sensasi secara fisik dari berbagai manifestasi alam roh.

Tentara pada level awal cenderung bernalar rendah, hal ini baik karena ia dituntut untuk taat secara total tanpa memikirkan resiko yang akan maupun sedang dihadapi. Namun semakin tinggi levelnya, maka strategi dan ketangkasannya berperang akan semakin hebat.

Sejak awal pertobatannya, Tentara menyadari bahwa hidupnya bukanlah dirinya lagi melainkan untuk Kristus. Ia percaya bahwa kehidupan setelah keselamatan adalah kesempatan kedua yang mungkin tidak akan terulang lagi, seperti orang yang dihidupkan dari kematian (jasmani). Itu sebabnya bahwa kematian tidaklah menjadi halangan baginya untuk terus maju dalam kegerakan bersama Allah.

Cara Tentara Memperoleh Perkenanan Tuhan

Seorang Tentara memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan lebih gigih daripada kelima panggilan lainnya, serta mengikuti dan berjuang dengan sepenuhnya tanpa memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya. Gelora (passion) adalah segalanya bagi Tentara, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan tidak boleh tidak disertai dengan gelora cinta di hatinya. Tentara adalah pelaksana yang terencana, sementara Raja adalah perencana yang terlaksana. “Ambisi” seorang Tentara adalah memuaskan hati Komandannya.

  1. PEKERJA / PENUAI

“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” – Kejadian 39:2

“Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.” –  Kejadian 39:6

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” – 2 Timotius 2:15

Definisi Singkat

Panggilan Pekerja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pekerja atau Penuai dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia diutus lebih awal daripada keempat panggilan lainnya (Imam, Tentara, Raja & Mempelai) untuk menyiapkan pra-sarana dan sarana dalam melakukan misi Kerajaan Allah yang bersifat praktikal dan lebih banyak di area market place – swasta maupun pemerintahan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Yusuf bin Yakub bin Ishak bin Abraham, Daniel, Hananya, Misael, Azarya, Marta – Saudari Maria & Lazarus, Rasul Markus, Timotius – murid Rasul Paulus.

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Pekerja adalah bahwa biasanya ia dipisahkan secara temporer dari keluarga  maupun komunitasnya yang semula. Yusuf diasingkan menjadi budak di Mesir, Daniel dan ketiga rekannya menjadi orang pilihan dan kepercayaan para raja kafir di masa pembuangan. Seorang Pekerja ia sangat tangguh, bekerja keras, sangat rajin, memiliki passion yang besar untuk memberitakan Firman kepada siapapun terutama orang asing yang bahkan belum dikenalinya tanpa merasa malu maupun merasa asing.

Ia sejak awal dirancang untuk mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking dan cenderung ingin dihargai hasil pekerjaannya. Penghargaan tersebut biasanya bahkan lebih berupa sekedar pengakuan ketimbang bayaran uang. Sikap hatinya cenderung lebih sanguin-koleris.
Cara Pekerja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pekerja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, kesetiaan, menjaga kekudusan serta tidak membiarkan dirinya dinajiskan oleh perkara yang tesedia untuk menggodanya. Sebagai contoh, Yusuf tidak menajiskan diri dengan menghindari rayuan istri Potifar. Daniel dan ketiga rekannya tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan minuman anggur yang biasa diminum raja. “Ambisi” seorang Pekerja adalah dipercayakan sebanyak mungkin pekerjaan dan tanggung jawab serta melihat kepuasan dari orang-orang yang dilayaninya.

  1. IMAM

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. – Ibrani 2:17

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. – Ibrani 4:15

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapiyang sekarang telah beroleh belas kasihan. – 1 Petrus 2:9-10

Definisi Singkat

Panggilan Imam adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Imam atau Juru Damai dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia bersedia berlutut di hadapan Allah dan manusia supaya belas kasihan Tuhan diturunkan dan murka Allah dilewatkan.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Anak Manusia – Kristus Yesus Tuhan, Imam Besar Harun, Samuel bin Elkana, Nehemia, Ezra, para abdi Allah dan imam-imam lain.

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Imam adalah cenderung manusiawi (nilai perikemanusiaan yang lebih dari rata-rata), lebih peduli dan berbelas kasihan terhadap orang lain, paling mudah mengampuni dan rela berkorban di hadapan Allah dan orang lain. Yesus Kristus sebagai Anak Manusia yang akhirnya harus mati di atas kayu salib adalah contoh yang sempurna. Seorang Imam, pada level yang sama, mengenal Hati Bapa lebih daripada kelima panggilan lainnya. Ia juga mampu mengenali penderitaan orang lain melalui sudut pandang Hati Bapa tersebut. Kekuatannya adalah belas kasihan dan roh pengertian yang besar dalam hatinya.

Cara Imam Memperoleh Perkenanan Tuhan

Seorang Imam memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Hati Bapa, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu memandang kemanusiawian Gereja dari sudut pandang keilahian Tuhan dengan tepat. “Ambisi” seorang Imam adalah mendapati bahwa belas kasihan, pengampunan, pertobatan dan keselamatan yang dari Allah tergenapi atas kaum dan bangsanya sekaligus dijauhkan dari cawan murka Allah.

  1. PILAR / SOKOGURU

“Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.” – Perkataan Bani Het kepada Abraham, 2.000 tahun SM – Kejadian 23:6

“Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.” – Wahyu 3:12

“Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!” – Rut 4:11-12

“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” – Matius 16:17-19

Definisi Singkat
Panggilan Pilar adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pilar atau Sokoguru dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia membangun dari awal dan menjadi penopang bagi panggilan-panggilan lainnya dalam mengembangkan Kerajaan Allah di tempat yang telah ditetapkan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Rut, Rasul Petrus

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Pilar adalah bahwa ia dipisahkan secara permanen dari identitas maupun komunitasnya yang semula. Abraham dipanggil keluar dari Ur-Kasdim, Rut menanggalkan kebangsaan dan allahnya, begitu juga Rasul Petrus. Seorang Pilar sangat tekun mengikut, sangat sabar menantikan (kehendak) Tuhan, sangat tenang – memiliki iman yang di atas rata-rata karena pengalamannya berjalan bersama Tuhan yang begitu nyata; ia juga bisa dipercaya, sangat setia dalam segala situasi dan segala perkara.

Ia sepertinya sejak awal dirancang untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab dan penderitaan juga memiliki daya tahan yang di atas rata-rata, itu sebabnya, pada level yang sama, ia memiliki pengenalan akan Tuhan daripada kelima panggilan lainnya. Sikap hatinya cenderung lebih pleghmatis ketimbang kelima panggilan lainnya.
Cara Pilar Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pilar memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu berdiam diri berjam-jam tanpa mengeluh untuk menantikan respon Tuhan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang sudah dibentuk sejak awal bahkan tanpa disadari sebelumnya. “Ambisi” seorang Pilar adalah didapati oleh Tuannya bahwa ia setia sampai akhir.

http://www.lawatan-indonesia.com/2013/01/6-jenis-panggilan.html

Galatia 6:4-5

Konteks
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. j  6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya  sendiri.

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman,MEMBAGI SEGALA SESUATU YANG ADA PADANYA DENGAN ORANG YANG MEMBERIKAN PENGAJARAN ITU.

Galatians 6:4-5

New International Version (NIV)

Each one should test their own actions. Then they can take pride in themselves alone, without comparing themselves to someone else, for each one should carry their own load.6The one who is taught the word is to SHARE ALL GOOD THINGS WITH THE ONE WHO TEACHES HIM.

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 93 other followers

%d bloggers like this: