Archive for the Jesus and the Bride of Christ Category

Are You So Foolish?

Posted in Jesus and the Bride of Christ, Elijah Rain, Isa Al Masih, Canaan Land, Iman/Faith, Recovery, Missions, Leadership, Holy Spirit, Ministries, Prophetic Words, Revival, Restoration, Baptism of the Holy Spirit on 02/21/2017 by Ribka Christ

1443626315110

Galatia 4:1-8 (TB) Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba,sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.

Galatia 4:9-11 (TB) Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

Kolose 2:8 (TB) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Kolose 2:20-23 (TB) Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

1 Yohanes 4:1-6 (TB) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

Source:Memulai dengan Roh

Berada di ‘Sungai Kerit’ ~ Ps.Philip Mantofa

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Elijah Rain, Forgiveness, Holy Spirit, Iman/Faith, Inspirational, Intercession, intimacy, Jesus and the Bride of Christ, Love, Marriages, Prayers, Prophecy, Prophetic Words, Prosperity, Restoration, Revival, Success on 01/31/2017 by Ribka Christ



By Peri Pena

Firman Tuhan: ke Sungai Kerit

Catatan Ibadah ke-2 Minggu, 14 Februari 2016 

Setiap orang ditempatkan di ‘sungai Kerit‘ yang berbeda. Jadi, ketika ada pengusaha yang meniru kesuksesan pengusaha lain, dia tidak akan sesukses pengusaha yang ditirunya karena Tuhan tidak bisa dilawan. Hiduplah di ‘sungai Kerit’mu sendiri atau hiduplah sesuai petunjuk Tuhan. Jangan lari dari ‘sungai Kerit’mu meskipun ada masalah di sana. Contoh: Jika ada wanita yang bermasalah dengan suami, jangan menceritakan kejelekan suami kepada orang lain karena itu tidak menyelesaikan masalah. Hadapilah dan selesaikan masalah tersebut bersama suamimu.

Seharusnya setiap orang bisa mendengar suara Tuhan. Kalau bisa mendengar suara setan berupa pikiran-pikiran negatif, mengapa tidak bisa mendengar suara Tuhan? Semakin sering kita mendekat kepada-Nya, semakin kita peka mendengar suara-Nya. Semakin kita peka mendengar suara-Nya, kesalahan kita akan semakin berkurang dan berkat akan mendatangi kita. Namun, ada orang tertentu yang hanya mencari berkat tanpa mau taat sehingga mencari orang yang mau mengucapkan berkat-berkat bagi dirinya. Meskipun demikian, tanpa ketaatan tidak akan ada berkat. Roh Kudus akan mengkoreksi mereka dulu.

Jangan hanya mengharapkan perkara supranatural terjadi. Lakukan pula perkara yang natural. Contoh: Kita berdoa agar anak-anak tidak menjadi korban pornografi. Maka, sebaiknya kita pun turut menjaga dengan tidak membiarkannya membuka internet sendirian. Contoh lain: Agar tidak terjadi perbuatan asusila, pria atau wanita jangan masuk ke kamar lawan jenisnya. Ada pintu dan dinding sebagai batasan natural yang harus diperhatikan.

Kisah Para Rasul 8:38-39  Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Jangan menunggu kereta kuda. Naiklah becak atau jalan kaki.

Catatan Penulis: “Okey dech… karena belum ada kereta kuda, sementara ke gerejanya jalan kaki saja hingga titiku kembali dari luar pulau. Lebih hemat dan lebih sehat… wkwkww… Bahkan, jauh lebih cepat daripada mobil-mobil dan becak yang tadi terjebak macet. Namun, kalau ke kantor, ya naik ojek saja dan pulangnya nebeng teman… hehehe… kalau terpaksa, baru jalan kaki. Tapi, kenapa ya ‘sungai Kerit’ku semakin jauh? Memang benar-benar semakin sulit sich tetapi tetap saja masih bisa dilakukan karena ‘gagak-gagak’nya benar-benar ada… hahaha…”

Jika mengharapkan orang tua atau sanak keluargamu menerima Tuhan, jangan hanya berdoa. Mulai lakukanlah perkara natural dengan mengajak mereka ke gereja. Harus pdkt (pendekatan) dulu. Lakukanlah 2-3 langkah dan 97 langkahnya akan Tuhan kerjakan secara supranatural.

Catatan Penulis: Wah… tiap minggu sudah kuajak ke gereja tetapi tidak mau dan suatu hari dijawab: “titip salam saja untuk Yesus”. Ketika kujawab: “Lho… lebih enak ngomong sendiri”, jawabnya: “nggak bisa … masih sibuk ini dan itu”. Diputerin lagu-lagu rohani dan diberi bacaan rohani Kristen juga belum tergerak. Diceritain kesaksian ini dan itu jawabannya tetap sama: “iya… itu dicocok-cocokkan, semua agama memang baik tapi selanjutnya semua ya  tergantung kepada orangnya: mau melakukan atau tidak.” Kalau kukatakan Alkitab itu yang benar, eh malah balik ditanya: “Kamu kenal langsung sama penulisnya?” Kalau kubilang penulisnya Tuhan sendiri tetapi disampaikan lewat manusia, langsung saja dijawab: “Kamu lihat sendiri ketika Tuhan menyampaikan? Bisa saja kamu ditipu.” Wew… kalau sudah begini, ya susah jawabnya.

Philip Mantofa: “Yang orang tua atau keluarganya belum menerima Yesus, angkat tangannya.”

Penulis: “Nah, yang ini ikut angkat tangan saja supaya Tuhan turun tangan…^.^”

Source:Berada di ‘Sungai Kerit’ ~ Ps.Philip Mantofa

Pelajaran Dari Sungai Kerit

1 Raj 17: 1-6

Ini saat pertama kali Elia muncul sebagai nabi. Ia datang bernubuat di depan raja Ahab. Ia datang dengan penuh kuasa. Sekarang Tuhan memintanya untuk menarik diri dari pelayanan yang sudah mulai diketahui umum dan menyendiri di sungai kerit.

Elia bisa saja berkata,” Tuhan sekarang bukan saatnya untuk menyepi. Banyak bangsa membutuhkan saya. Apalagi raja Ahab akan berpikir saya pengecut, habis bicara menyembunyikan diri. Tidak, tidak, Tuhan ini bukan saat yang tepat.”

Saudara kadang Tuhan menyuruh sesuatu yang tidak pas buat kita. Tapi kita harus belajar untuk taat seperti Elia. Mengapa Allah bawah Elia ke sungai Kerit, disaat ia baru mulai merintis panggilan Allah dalam hidupnya. Ada pelajaran yang sangat berharga yang Tuhan sediakan dari sungai Kerit.

Kerit mempunyai arti diasingkan, dipisahkan, tempat pengasahan.

Elia dibawa Tuhan ke sungai Kerit bukan untuk liburan ataupun berakhir pekan. Tetapi itu adalah tempat dimana Elia diasingkan, seorang diri, jauh dari keramaian/public, sendiri hanya dengan Tuhan. Ia disuruh Tuhan untuk tinggal disana selama beberapa waktu. Kita lihat dalam alkitab, Allah sering menarik hamba-hambaNya dari keramaian, diasingkan ke tempat sunyi untuk berdua hanya dengan Tuhan dalam hadiratNya.

Contoh Yesus sendiri mempunyai kebiasaan untuk menarik diri ke tempat terpencil untuk berdoa, untuk tinggal beberapa lamanya dalam hadirat BapaNya (Lukas 5:16)

Filipus, setelah penginjilan besar-besaran yang penuh dengan kemenangan dan mujizat spektakuler diperintahkan Tuhan untuk pergi ke padang gurun yang sunyi yang terletak antara Yerusalem dan Gaza (Kis 8:26).

Ada kira-kira delapan kata menunggu dalam alkitab yang artinya berkisar antara: mencari, mengharap-harapkan sesuatu, tinggal tetap, tabah, duduk diam, contoh:

Paulus setelah bertobat menyendiri selama tiga tahun untuk makin megenal Tuhan.

Rasul-rasul menunggu dalam doa dan penyembahan selama 10 hari diatas loteng di Yerusalem.

Yusuf diam menunggu Tuhan di penjara selama 2s/d 3 tahun

Musa tinggal di padang gurun selama 40 th sebelum Allah memanggilnya.

Banyak ayat-ayat yang berbicara tentang menanti di dalam hadirat Tuhan. Contoh: Maz 37:7

Ada sebuah panggilan yang lain dari Allah (bukan sebagai nabi, penginjil) tapi seruan untuk menyendiri dengan Allah. Mengasingkan diri di dalam hadirat Allah untuk sekian waktu lamanya. Bukan sekedar lima menit. Ingat Elia dibawah ke kerit bukan untuk liburan. Tapi “tinggal”. Ini bukan sebuah pilihan tapi panggilan.

Ada suara Tuhan yaitu panggilan yang satu ini yang sering tidak terdengar bahkan tidak mau kita dengar.

Mengapa Tuhan panggil kita ke Sungai Kerit? karena di Sungai Kerit ada pelajaran-pelajaran berharga:

1. Sungai Kerit merupakan tempat persiapan. Di saat kita berdua dengan Tuhan, tenggelam dan tinggal di dalam persekutuan yang intim dengan Dia, menanti di hadapanNya, mendengar suaraNya, tanpa kita sadari kita sedang dipersiapkan untuk visi yang lebih tajam, rencana-rencan Allah yang lebih besar.

Setiap kali Musa keluar dari tempat pengasingannya dengan Tuhan, Musa diikuti dengan demontrasi kuasa Allah yang lebih dahsyat, untuk mengalami perkara-perkara yang lebih hebat lagi dengan Tuhan.

Filipus, menginjili sida-sida dari Ethiopia yang kelak menjadi penentu penginjilan dan pertobatan besar di Afrika. Saat kita mau bayar harga untuk tinggal dalam hadiratNya, saat keluar, ada mujizat-mujizat yang lebih dahsyat menunggu kita.

2. Kerit mengasah hidup kita. Dalam Yesaya 6:5 Saat Yesaya bertemu Tuhan dalam hadiratNya, Yesaya menjadi terbuka dan melihat betapa banyak hal yang tidak benar dalam hidupnya. Itu sebabnya ia merasa sebagai orang yang najis bibir. Ketika kita tinggal di dalam hadirat Tuhan, Tuhan mulai membukakan mata kita terhadap hal-hal yang tidak benar dalam hidup kita. Ia menegur, mengkoreksi, mendisiplin kita. Di dalam hadiratNya, tidak ada dosa yang dapat bertahan.

Kembalilah pada panggilan kita yang terutama, yaitu tinggal dalam hadiratNya. Bangunlah kembali “Sungai Keritmu” maka engkau akan menyaksikan disana Tuhan akan mengirimkan burung-burung gagak untuk memberi engkau makan…!!!Mulailah menikmati banyak keajaiban saat engkau mulai suka tinggal dekat dengan Dia.

Daud Menghadapi Pergantian Tahun

Posted in Elijah Rain, Holiness, Holy Spirit, Iman/Faith, Inspirational, Intercession, intimacy, Jesus and the Bride of Christ, Leadership, Ministries, Missions, Prayers, Restoration on 01/27/2017 by Ribka Christ

daudKisah Raja Daud memperlihatkan kelemahan seorang pemimpin lelaki yang seharusnya keluar berperang mempertahankan kawasan takluknya.Malah,saat yang lain berperang dia lebih suka melayan hawa nafsu.Ini mengumpamakan pemimpin yang membiarkan orang lain berdoa,melayani dan tidak suka ikut berperang dalam doa melawan setan.Saya kadang2 berdoa sampai 7 jam….ia satu peperangan yang cukup lama..namun …,tuhan juga selalu memberi saya rehat yang secukupnya….berperang bukan melawan darah dan daging namun setan…

Pertama kita lihat gema kenikmatani dosa. “Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem” (2 Sam. 11:1).

Para raja keluar berperang karena musim dingin akan menghalangi pergerakan pasukan. Perang melawan Amon masalah kecil, sisa dari musim perang lalu. Israel sudah mengalahkan Siria yang disewa Amon untuk mengalahkan mereka, jadi Daud mungkin mengira pekerjaan menyelesaikan Amon tinggal mendesak mereka. Sementara tempat dimana seharusnya dia berada adalah menyediakan kepemimpinan bagi orangnya dimedan perang, dia membiarkan demam sebagai alasan dan tetap dirumah, menjauh dari tugas. Lagi pula dia rajanya. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau.

Mengabaikan tanggung jawab sering merupakan langkah pertama penurunan rohani. Saya merasakan terutama diantara orang muda, kalau kita bisa melakukan lebih banyak terhadap apapun yang kita ingin lakukan. Dan kita tidak harus melakukan apapun yang kita tidak mau. Inilah masanya melakukan kepentingan sendiri. Betul, kita bisa melakukan apapun yang kita sukai, tapi tidak tanpa membayar harga rohaninya. Tuhan memiliki rencana bagi hidup kita. Dia meletakan tanggung jawab tertentu atas kita, dan saat kita menghindarinya dengan alasan atau pembenaran, kita membuka pintu pencobaan sehingga melemahkan keinginan kita berjalan bersama Tuhan.

Kisah ini dimulai dimana Daud sedang berada. “Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana” (2 Sam. 11:2). Apa anda bisa membayangkannya? Saat itu sudah petang, dan Daud sedang bangun dari pembaringannya. Jika kita masih punya keraguan kenapa dia tetap dirumah, sekarang sudah sirna. Dan dia keluar bukan untuk bertugas. Daud sedang ngintip! “tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi” (2 Sam. 11:2). Jika dia menggunakan otaknya, maka dia akan menghindar dari hal itu. Tapi dia berlambat-lambat, dan membiarkan matanya berpesta melihat setiap inci tubuh Betsyeba, sampai dia tidak bisa menolak untuk bisa mendapatkannya.

Dicobai bukan dosa. Tapi berlama-lama melihat itu, bermain dengannya, menggodanya—itu tidak bisa ditolerir, seperti kasus Hawa. Kita menginginkan sesuatu sehingga kita tidak bisa menolak dosa. Pertanyaan yang tertinggal hanyalah bagaimana kita melakukannya. Tuhan berkata kalau kita harus lari dari cobaan (2 Tim. 2:22). Dan Dia akan menolong kita mengatasinya jika kita taat. Tapi jika kita melalaikan dan bermain-main dengannya, kita hancur. Saat seorang pria tertarik pada wanita, sebagai contoh, keduanya sudah menikah, maka pria itu perlu melarikan diri dari situasi itu secepat mungkin. Semakin lama dia memelihara hubungan, semakin sulit melepaskannya, sampai akhirnya dia mendengar dia berkata dengan bodohnya, “Tapi saya tidak bisa hidup tanpa dirinya.” Dan sebelum dia menyadari dampak perkataannya, hidupnya dan keluarganya sudah terseret.

Amon dan Moab adalah hasil keturunan Lot dengan anak perempuannya sendiri yang menurunkan bangsa Amon dan Moab. Bangsa Amon dan Moab ini merupakan musuh kita, sebab itu menunjuk pada keinginan daging dan hawa nafu karena itu adalah buah dari hasil hubungan antara Lot dengan anak perempuannya sendiri. Keinginan daging yang berasal dari diri kita sendiri inilah yang harus kita perangi sampai tuntas agar tidak menguasai kehidupan kita lagi. Saudara, kalau kita mampu memerangi bangsa Amon, maka tidak ada lagi yang sulit bagi kita untuk meraih kemenangan di dalam tahun ini.

GALATIA 5 : 24 “ Barangsiapa menjadi milik KRISTUS YESUS, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa kita mesti mengalahkan hawa nafsu kita? Bukankah masalah yang kita hadapi berupa kesulitan ekonomi atau penyakit yang menggerogoti dan masalah-masalah lainnya ? Apakah ada kaitan antara daging kita dengan masalah-masalah yang tengah kita hadapi saat ini?

Saudara, dengan memiliki kerinduan untuk melawan Amon dan Moab, dengan mempunyai kerinduan untuk menyalibkan hawa nafsu, itu berarti kita telah menjadi milik Kristus. Itu sebabnya mari di pergantian tahun ini kita maju berperang melawan segala keinginan daging dan hawa nafsu kita. Kalau kita berani melangkah maju memerangi segala keinginan kita maka Tuhan sendiri yang akan memampukan kita, amen ?

2 TAWARIKH 20 : 1 “ Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.”
Ayat 17 “ Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, Tuhan akan menyertai kamu.”

Lagi-lagi musuh yang kita hadapi adalah bani Moab dan Amon. Instruksi yang diterima Yosafat sangat jelas: kamu tidak usah bertempur. Hanya satu yang diminta Tuhan untuk kita lakukan yakni maju ke kancah peperangan. Pertempuran menjadi bagian Tuhan sendiri, sebab kalau kita ingin bertempur dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak akan mampu menghadapinya.

Tetapi kalimat “ tidak usah bertempur bukan berarti kita tidur bermalas-malasan di kursi goyang! Tidak ! Yang diinstruksikan oleh Tuhan adalah “tinggallah berdiri di tempatmu”. Dalam Alkitab versi NIV tertulis “stand firm” artinya kita berdiri tegak di posisi yang telah ditentukan oleh Tuhan di medan peperangan. Dengan berdiri tegak di dalam iman kepada Kristus, dan dengan kekuatan Firman maka kita akan mampu menghadapi musuh kita, itulah keinginan daging kita.

Saudara, hanya dengan berdiri tegak, kita akan melihat kemenangan yang kita terima dari Tuhan. Kita tidak perlu memperjuangkan kemenangan itu dengan usaha kita sendiri, tidak dengan kekuatan kita sendiri, sebab kita tidak akan mampu dengan kekuatan sendiri. Kemenangan itu sudah pasti ! Dan kita akan melihat bagaimana Tuhan memberikan kemenangan itu kepada kita. Sebab kalau kita maju bersama Kristus dipastikan kita akan menang ! Amen ? Tapi ingat : kemenangan itu baru akan diberikan Tuhan kalau kita mau maju berperang menghadapi musuh. Jika kita tidak mau maju seperti raja Daud saat menghadapi pergantian tahun memilih untuk tinggal santai di istana, maka ketahuilah kemenangan tidak akan pernah menjadi milik kita.

God’s Plan of Salvation

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Heaven, Hell or Heaven, Holy Spirit, Iman/Faith, Jesus and the Bride of Christ, Ministries, Missions, Rapture, Recovery, Restoration, Revival, Salvation on 01/24/2017 by Ribka Christ

Pentingnya Roh Kudus Kepada Calon Mempelai-Nya

images

baptisan-dalam-roh-kudus

1 Yohanes 5:7-9 (TB) Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

orang-orang-percaya-di-baptis-di-sungai
Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

 

 

 

Kita hidup pada Zaman Roh, atau zaman Gereja

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Holy Spirit, Jesus and the Bride of Christ, PROPHETIC END TIMES, Rapture, Recovery, Restoration, Revival, Salvation, Visions and Prophecies on 01/20/2017 by Ribka Christ

dari-kekal-sampai-kekal-r3

Kita hidup pada Zaman Roh, atau zaman Gereja. Masa Perjanjian Lama, menurut pandangan ini, dapat disebut sebagai Zaman Allah Bapa, atau zaman hukum Musa. Periode yang dicakup oleh Injil disebut sebagai Zaman Allah Anak. Sejak Pentakosta hingga kedatangan Yesus yang kedua kali disebut Zaman Roh atau zaman Gereja.

Hukum Musa masih berlaku hingga masa Yesus Kristus (pribadi kedua dari Tritunggal) mati pada salib orang Romawi, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-5). Zaman Gereja sepenuhnya dimulai pada Pentakosta ketika para murid dikaruniai Roh Kudus, dan diutus oleh-Nya untuk mendirikan Gereja-Nya di seluruh dunia.

Zaman Gereja digambarkan dekat dengan kedatangan Yesus yang kedua kali

Source:Rahasia Keselamatan Dari Zaman Ke Zaman – Yesaya 28:10-12

Roh Kudus

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Holy Spirit, Jesus and the Bride of Christ, Revival on 01/20/2017 by Ribka Christ

holyspiritcomforter-21.jpg

Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal. Roh Kudus (dalam bahasa Ibrani רוח הקודש Ruah haqodesh) hanya dipercayai oleh umat Kristianidan adalah pribadi penolong yang memimpin kita, dalam bentuk Roh (pneumabahasa Yunani: πνεύμα) yang dijanjikan oleh Yesus Kristus sebelum kenaikan-Nya ke surga.[1]

Menurut ajaran Kristiani, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh Kudus merupakan Roh Allah yang menolong, memimpin, menghibur, dan menjadi Teman Yang Setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan 5 Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Allah.

Orang Kristen percaya bahwa Roh Kuduslah yang menyebabkan orang percaya kepada Yesus. Dia pulalah yang memampukan mereka menjalani hidup Kristen. Roh tinggal di dalam diri setiap orang Kristen sejati. Setiap tubuh orang Kristen adalah Bait Suci tempat tinggal Roh.[2] Roh Kudus digambarkan sebagai ‘Penghibur’ atau ‘Penolong’ (paracletus dalam bahasa Latin, yang berasal dari bahasa Yunani, parakletos), dan memimpin mereka dalam jalan kebenaran. Karya Roh di dalam kehidupan seseorang dipercayai akan memberikan hasil-hasil yang positif, yang dikenal sebagai Buah Roh.

Rasul Paulus mengajarkan bahwa seorang pengikut Kristus haruslah dapat dikenali melalui buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.[3]

Orang Kristen juga percaya bahwa Roh Kudus jugalah yang memberikan karunia-karunia (kemampuan) khusus kepada orang Kristen, yang antara lain meliputi karunia-karunia karismatik seperti nubuat, berbahasa Roh, menyembuhkan, dan pengetahuan.

Orang Kristen arus utama yang berpandangan “sesasionisme” percaya bahwa karunia-karunia ini hanya diberikan pada masa Perjanjian Baru. Orang Kristen percaya hampir secara universal bahwa “karunia-karunia roh” yang lebih duniawi masih berfungsi pada masa kini, antara lain karunia pelayanan, mengajar, memberi, memimpin, dan kemurahan.[4] Dalam sekte-sekte Kristen tertentu, pengalaman Roh Kudus digambarkan sebagai “pengurapan”. Di kalangan gereja-gereja Afrika-Amerika, pengalaman bersama Roh Kudus digambarkan sebagai suatu “kesukacitaan”.

Orang Kristen percaya bahwa Roh Kuduslah yang dimaksudkan Yesus ketika ia menjanjikan “Penghibur” (artinya, “yang memberikan kekuatan) dalam Yohanes 14:26. Setelah kebangkitan, Yesus berkata kepada murid-muridnya bahwa mereka akan “membaptiskan dengan Roh Kudus”, dan akan menerima kuasa untuk peristiwa itu.[5] Janji ini digenapi dalam peristiwa-peristiwa yang dilaporkan dalam Kisah Para Rasul 2.

Pencurahan Roh Kudus terjadi pada hari Pentakosta, sepuluh hari setelah kenaikan Yesus ke surga atau lima puluh hari setelah peristiwa kebangkitan Yesus dari kematian. Peristiwa ini terjadi di Yerusalem pada sebuah ruang atas. Angin yang keras bertiup, lalu lidah-lidah api tampak di atas kepala para murid Yesus. Banyak orang yang kemudian mendengar para murid itu berbicara, masing-masing dalam bermacam-macam bahasa. Menurut Alkitab, murid-murid Yesus pada hari mereka menerima Roh Kudus mampu mempertobatkan tiga ribu jiwa. Masing-masing memberi dirinya dibaptis (Kitab Kisah Para Rasulpasal 2).

Dalam Injil Yohanes, penekanannya tidaklah terutama pada apa yang dilakukan oleh Roh Kudus bagi Yesus, melainkan pada kisah penganugerahan Roh kepada murid-muridnya. Kristologi “tinggi” ini, yang paling berpengaruh dalam perkembangan doktrin Trinitarian yang belakangan, memandang Yesus sebagai domba kurban. Ia telah datang di antara manusia untuk menganuerahkan Roh Allah kepada umat manusia.

Meskipun bahasa yang digunakan untuk melukiskan bagaimana Yesus menerima Roh di dalam Injil Yohanes paralel dengan laporan-laporan di dalam ketiga Injil yang lainnya, Yohanes mengisahkan kejadian ini dengan maksud untuk memperlihatkan bahwa Yesus secara khusus memiliki Roh dengan tujuan menganugerahkan Roh itu kepada para pengikutnya, mempersatukan mereka dengan dirinya, dan di dalam dia juga mempersatukan mereka dengan Bapa. (Lihat Raymond Brown, “The Gospel According to John”, bab tentang “Pneumatology”). Dalam Yohanes, karunia Roh itu sama dengan kehidupan yang kekal, pengetahuan tentang Allah, kuasa untuk menaati, dan persekutuan satu dengan yang lainnya dan dengan Sang Bapa.

Karunia-karunia Roh

Orang Kristen percaya bahwa Roh Kudus dapat memberikan karunia-karunia Roh, diantaranya adalah kemampuan berbahasa Roh, kemampuan menafsirkan bahasa Roh, berkata-kata dengan hikmat, mengadakan mujizat, menyembuhkan, melayani, bernubuat, dll.

Pandangan Kristen tentang Roh Kudus

Pentakostalisme

Gerakan Kristen yang disebut Pentakostalisme memperoleh namanya dari peristiwa Pentakosta, yaitu pencurahan Roh Kudus ketika murid-murid Yesus berkumpul di Yerusalem.

Gerakan Pentakostal memberikan penekanan khusus terhadap Roh Kudus, dan percaya bahwa Roh Kudus masih dicurahkan hingga sekarang. Banyak penganut Pentakosta yang percaya akan Baptisan Roh Kudus, yang diartikan sebagai peristiwa di mana kuasa Roh diterima oleh orang Kristen dalam cara yang baru. Dalam hal ini orang tersebut dimampukan untuk membuat tanda-tanda, mujizat dan hal-hal ajaib lainnya yang dimaksudkan untuk pemberitaan Injil. Banyak pemeluk Pentakosta yang juga percaya bahwa sebuah tanda yang jelas tentang pemberian karunia ini (baptisan Roh) adalah kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh.

Katekismus juga mendaftarkan berbagai lambang Roh Kudus di dalam Kitab Suci:

  • Urapan – salah satu lambang Roh Kudus adalah juga urapan dengan minyak, malahan sampai ia menjadi sinonim dengan-Nya. (Bandingkan 1 Yoh. 2:20-27; 2 Kor 1:21) Dalam inisiasi Kristen, urapan adalah tanda sakramental dalam Sakramen Penguatan, yang karenanya dinamakan “Khrismation” dalam Gereja-gereja Timur. Tetapi untuk mengerti sepenuhnya bobot nilai dari lambang ini, orang harus kembali ke urapan pertama, yang Roh Kudus kerjakan: Urapan Yesus. “Khristos” (terjemahan dari perkataan IbraniMesias“) berarti yang “diurapi dengan Roh Allah”.
  • Api – melambangkan daya transformasi perbuatan Roh Kudus. Dalam “lidah-lidah seperti api” Roh Kudus turun atas para Rasul pada pagi hari Pentakosta dan memenuhi mereka (Kisah Para Rasul 2:3-4).
  • Awan dan sinar – Roh turun atas Perawan Maria dan “menaunginya”, supaya ia mengandung dan melahirkan Yesus (Luk. 1:35). Di atas gunung transfigurasi Ia datang dalam awan, “yang menaungi” Yesus, Musa, Elia, Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan “satu suara kedengaran dari dalam awan: Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (Lukas 9:34-35).
  • Meterai – Meterai adalah sebuah lambang, yang erat berkaitan dengan pengurapan. Kristus telah disahkan oleh “Bapa dengan meterai-Nya” (Yoh. 6:27; bandingkan 2 Kor 1:22; Ef 1:13; 4:3) dan di dalam Dia, Bapa juga memeteraikan tanda milik-Nya atas kita. Karena gambaran meterai (bahasa Yunani “sphragis”) menandaskan akibat pengurapan Roh Kudus yang tidak terhapuskan dalam penerimaan Sakramen Pembaptisan, Penguatan, dan Tahbisan, maka ia dipakai dalam beberapa tradisi teologis untuk mengungkapkan “karakter”, yang tidak terhapuskan, tanda yang ditanamkan oleh ketiga Sakramen yang tidak dapat diulangi itu.
  • Jari – “Dengan jari Allah” Yesus mengusir setan (Luk. 11:20). Sementara perintah Allah ditulis dengan “jari Allah” atas loh-loh batu (Kel. 31:18), “surat Kristus” yang ditulis oleh para Rasul, “ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging yaitu di dalam hati manusia” (Kel. 31:18; 2 Kor. 3:3).
  • Merpati – Waktu Kristus naik dari air Pembaptisan-Nya, Roh Kudus – dalam rupa merpati – turun atas-Nya dan berhenti di atas-Nya.

Dispensasionalisme

Menurut dispensasionalisme (sebuah istilah ejekan yang diberikan oleh banyak kelompok modernis di dalam batas-batas ortodoksi injili), kita hidup pada Zaman Roh, atau zaman Gereja. Masa Perjanjian Lama, menurut pandangan ini, dapat disebut sebagai Zaman Allah Bapa, atau zaman hukum Musa. Periode yang dicakup oleh Injil disebut sebagai Zaman Allah Anak. Sejak Pentakosta hingga kedatangan Yesus yang kedua kali disebut Zaman Roh atau zaman Gereja.

Hukum Musa masih berlaku hingga masa Yesus Kristus (pribadi kedua dari Tritunggal) mati pada salib orang Romawi, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-5). Zaman Gereja sepenuhnya dimulai pada Pentakosta ketika para murid dikaruniai Roh Kudus, dan diutus oleh-Nya untuk mendirikan Gereja-Nya di seluruh dunia.

Zaman Gereja digambarkan dekat dengan kedatangan Yesus yang kedua kali.

source:Roh Kudus

Ciri Gereja Ompong/Nenek2 Tua

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Holy Spirit, Jesus and the Bride of Christ, PROPHETIC END TIMES, Rapture, Recovery, Restoration, Revival, Salvation on 01/20/2017 by Ribka Christ

dari-kekal-sampai-kekal-r3

Ciri Gereja Ompong/Nenek2 Tua

2. GEREJA NENEK – GEREJA OMPONG

Seorang nenek atau perempuan yang sudah lanjut usianya, sudah tidak mampu untuk menikah. Keinginan untuk menikah sudah tidak ada lagi karena sudah lemah. Giginya suda ompong dan mukanya sudah mulai keriput. Makanannya adalah makanan yang lembek yaitu bubur dan minumannya susu. Tetapi satu hal yang harus diperhitungkan adalah seorang nenek pandai sekali memberikan nasehat. Terutama nasehat kepada orang-orang muda. Dengan alasan karena sudah berpengalaman. Perhatikan contoh dalam Firman Tuhan tentang Naomi dan Rut – Rut 3:1-14.

Dikisahkan tentang tiga orang perempuan, yaitu :

Naomi yaitu mertua dari Rut yang ingin mencarikan perhentian untuk Rut. Naomi adalah bayangan gereja yang sudah ompong, bukan penganten lagi.Rut adalah menantu dari Naomi yang masih muda dan cantik. Adalah bayangan dari gereja penganten.Boaz adalah tuan tanah yang menebus Rus. Adalah bayangan dari Tuhan Yesus Kristus.

Naomi memberikan nasehat kepada Rut untuk mencari perhentian atau suami.

Boaz adalah bayangan Tuhan Yesus yang selalu menunggui tumpukan gandum dan seir (jelai). Boaz turun ketempat pengirikan gandum pada waktu malam. Ditempat pengirikan gandum ini terdapat alat penampi untuk memisahkan antara gandum dengan sekam. Gereja Tuhan yang senantiasa memakai Firman Tuhan yang benar untuk menempelak dosa dalam sidang jemaat (pemisahan) disitulah Tuhan menyatakan kehadiranNya. Penampihan terjadi pada malam hari. Malam adalah bayangan tetang kegelapan rohani dimana terjadi banyak kesukaran.

Kemudian Naomi memberikan nasehat kepada Rut supaya :

1. Mandi

2. Memakai pakaian yang indah

3. Memakai minyak yang harum

4. Turun ketempat pengirikan dimana Boaz berada

Nasehat yang diberikan oleh Naomi ini sangat baik. Tetapi Naomi sekarang hanya bisa menasehati saja, tetapi dia sendiri tidak bisa berbuat demikian. Naomi sudah tidak bisa menikah karena :

1. Sudah sangat tua

2. Giginya sudah ompong

3. Tidak suka lagi memakai minyak yang harum (parfum)

4. Sudah jarang mandi

SOURCE: CHURCH OF GOD THE END OF THE AGE

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: