Archive for the Jesus and the Bride of Christ Category

Hikmat Yang Dari Atas

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Jesus and the Bride of Christ, Wisdom on 10/29/2016 by Ribka Christ

Hikmat Yang Dari Atas
Ayat Pokok: Yakobus 3:13-16

3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya  oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. 3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri ,  janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!  3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas,  tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.  3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai,   peramah, penurut, penuh belas kasihan   dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.  3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran e  ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

building-up-the-body

Kekerasan dimulai dari dalam nikah dan rumah tangga, bisa berupa keras suara, keras dalam kata-kata, keras hati, sampai pada kekerasan secara fisik. Hati yang keras dapat diubah menjadi lemah lembut, bila mau menerima Firman Tuhan. Orang yang hatinya keras tidak akan bisa menjadi mempelai Tuhan dan akan berhadapan dengan kekerasan antikristus.

Sengketa dan pertengkaran mengakibatkan kekerasan. Datangnya dari hawa nafsu yang saling berjuang di dalam tubuh (Yakobus 4:1-2). Kekerasan berasal dari dunia (perasaan iri hati), nafsu manusia (mementingkan diri sendiri), dan dari setan-setan (dusta yang melawan kebenaran). Oleh sebab itu, janganlah kita memberi tempat kepada iblis, yang diawali dengan berdusta dalam hal apa pun.

Iri hati dan perselisihan menunjukkan bahwa kita manusia duniawi dan hidup secara duniawi, sebab pengaruh dunia telah menguasai kita (1 Korintus 3:3). Orang yang mementingkan diri sendiri, dengan tidak malu-malu melahap, adalah noda dalam perjamuan kasih. Hal ini menunjukkan kekuatan hawa nafsu daging (Yudas : 12). Orang yang mementingkan diri sendiri mengakibatkan perpecahan, tidak ada rasa kebersamaan dan kesatuan, yaitu sehati, sepikir, sejiwa, satu kasih, dan satu tujuan (Filipi 2:2-4). Iblis adalah bapa pendusta. Ia membawa kepada maut dan berkuasa atas maut (Ibrani 2:14; 1 Korintus 15:25-26). Tetapi maut telah dikalahkan oleh Tuhan Yesus. Jika kita ada kasih Kristus, maka yakinlah bahwa kuasa maut telah ditaklukkan dan kita mendapatkan hidup yang kekal di dalam Kristus.

Sedangkan hikmat yang dari atas (sorga), pertama-tama adalah murni, selanjutnya: pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (Yakobus 3:17). Hikmat ini adalah untuk menghadapi hikmat dunia, nafsu manusia, dan setan-setan. Pendamai, peramah, dan penurut akan meniadakan iri hati. Penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik/kebaikan, meniadakan sifat mementingkan diri sendiri. Sedangkan tidak memihak dan tidak munafik akan meniadakan dusta yang melawan kebenaran.
Di dunia ini nyaris tidak ada lagi yang murni. Hampir semuanya telah dipalsukan. Tetapi Pengajaran Tuhan itu sempurna. Mazmur 19:8-9 mengatakan, Firman itu murni, membuat mata bercahaya (celik). Kemurnian Firman bagaikan perak yang telah tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan (pasal 12:7), yang berarti bahwa kemurniannya telah sempurna.

Firman pengajaran yang murni adalah bekal dan kekuatan kita dalam menghadapi dunia, nafsu manusia, dan setan-setan. Firman yang murni berarti tidak ditambah dan dikurangi (Ulangan 4:1-2), yang berarti harus Alkitabiah. Tuhan membekali kita dengan Pengajaran Mempelai Alkitabiah karena gereja Tuhan dihadapkan pada dunia yang penuh dengan kekerasan, penuh iri hati, mementingkan diri sendiri, dan dusta yang melawan kebenaran. Oleh sebab itu, pengajaran janganlah diputarbalikkan, dengan menambah ataupun mengurangi, sehingga akhirnya menjadi tidak murni/palsu, yang berarti tidak alkitabiah.

Wahyu 22:18-19 menuliskan, jika menambahkan, maka Allah akan menambahkan malapetaka-malapetaka yang tertulis. Jika mengurangkan, Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, yang berarti tidak akan masuk Yerusalem baru. Firman yang murni berarti juga yang tidak dimeteraikan, sehingga harus dibuka rahasianya (ayat 10, 7). Jika kita menerima dan menuruti Firman yang dibuka rahasianya, kita akan berbahagia.

Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah tepat dan benar = murni (Wahyu 21:5), sesuai dengan kehendak Tuhan. Pengajaran ini akan membawa kita masuk kota Yerusalem baru. Firman yang murni akan berlanjut pada pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Maka buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Orang yang Menahan Kedurhakaan

Posted in Canaan Land, Holy Spirit, Iman/Faith, Intercession, intimacy, Jesus and the Bride of Christ, Ministries, Missions, Prayers, Prophecy, PROPHETIC END TIMES, Prophetic Words, Rapture, Spiritual, Success on 10/28/2016 by Ribka Christ

Ucapan Paulus yang Sulit

siapakah-yang-menahan-itu

Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja  , tetapi sekarang MASIH ADA YANG MENAHAN.~ SABDAweb 2Tes 2:7 TB (1974) ©

2 Thessalonians 2:6-7King James Version (KJV)

And now ye know what withholdeth that he might be revealed in his time.For the mystery of iniquity doth already work: only he who now letteth will let, until he be taken out of the way.

* 2 Tesalonika 2:1-12 Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan
2:1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
2:5 Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?
2:6 Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.
2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
2:11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
2:12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Figur “seseorang yang menahan kedurhakaan” muncul dalam sebuah teks di mana Paulus berbicara tentang kejadian dan pengalaman yang mendahului dan menyertai kedatangan Kristus yang kedua (II Tesalonika 2:1-12). Salah satu kejadian adalah munculnya “orang yang durhaka” (2:3), perwujudan akhir dari si jahat yang akan digulingkan “oleh natas mulut” Tuhan Yesus pada saat kedatangan-Nya (2:8 ). Peristiwa ini belum terjadi, demikian pendapat Paulus. Namun, realitas dan kekuatan kedurhakaan itu sudah ada, walaupun tidak sejelas klimaksnya yaitu dalam “orang yang durhaka.”

Konteks bacaan ini rnenunjukkan bahwa “kedurhakaan” harus dipahami sebagai sesuatu yang bertentangan dengan Allah, segala sesuatu yang melanggar tujuan Allah dalam pencip taan. “Kedurhakaan” terjadi [lka umat manusia ”tidak menerima dan mengasihi kebenaran” (2:10) dan “suka kejahatan” (2:12).

Kedurhakaan ini merupakan realitas pada jaman sekarang, tetapi ditahan dan dikendalikan oleh sebuah figur yang secara samar-samar dinyatakan Paulus sebagai “yang menahan.” Siapakah ini?

Berkaitan dengan “orang yang durhaka” yang dijelaskan dalam bab 42, maka dalam hal “penahan” yang mengandung teka-teki ini, Paulus mengasumsikan orang-orang beriman di Tesalonika mengetahui siapa yang dimaksudkannya. “Hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu,” ia mengingatkan mereka (2:5). Tetapi karena kita tidak berada di sana pada waktu itu, maksud Paulus yang terselubung membuat kita meraba-raba identitas figur tersebut. Kita tidak send irian dalam hal ini. Pada abad kelima, bapa gereja Agustinus mengakui bahwa ia tidak memahami arti dari “ucapan-ucapan sulit” yang kita bicarakan, dan seorang penafsir yang sangat terkemuka seperti F.F. Bruce pun sependapat dengan Agustinus bahwa kita hanya dapat “meraba-raba artinya.” [1] Bagaimanapun, terkaan semacam ini tidak sepenuhnya bersifat subyektif, karena dari tulisan-tulisan Paulus yang luas kita mengetahui cukup banyak pandangan Paulus yang sekurang-kurangnya dapat memberikan beberapa petunjuk.

Dalam sejarah penafsiran teks ini, ada dua tafsiran yang paling tepat dari “penahan kedurhakaan”. Satu tafsiran melihat figur yang mengandung teka-teki ini mengacu pada kekuasaan kerajaan Romawi, yang diwakili oleh kaisar. Paulus mengatakan bahwa pemerintah ada untuk menahan kejahatan (Roma 13:1-5). Dalam pelaksanaan tujuan ini, pemerintah merupakan sebuah alat di tangan Allah. Jika pemerintah melanggar perintah itu, mendukung kejahatan dan menindas kebaikan, ia kejam dan menjadi alat Iblis (lihat Wahyu 13).

Pada masa pekerjaan penginjilannya di Makedonia, tidak lama sebelum ia menulis surat-suratnya kepada jemaat Tesalonika, Paulus mengalami keuntungan perlindungan sebagai warganegara Roma (Kisah Para Rasul 16:35-39). Kemudian kemajuan Injil di Korintus dilindungi dari kekuasaan jahat oleh seorang hakim Roma (Kisah Para Rasul 18:12-17), dan kehidupan Paulus diselamatkan dari kematian di tangan qerorn¬bolan orang yang marah, dan selama beberapa tahun pekerjaan penginjilan berikutnya ia diselamatkan oleh para penguasa Romawi di Palestina (Kisah Para Rasul 22-23). Pengalaman Rasul ini tidak diragukan lagi mengokohkan keyakinan bahwa, di dalam tujuan Allah yang berkuasa, pemerintah Roma dengan hukum dan kekuasaannya yang luas menjadi penahan kekuatan durhaka dan jahat. Paulus mengetahui bahwa kekuasaan ini tidak akan abadi. Pada suatu hari Caesar akan “disingkirkan” (2:7). Tetapi hari itu belum tiba (2:3,8 ).

Tafsiran kedua dari “kekuatan yang menahan” (2:6) dan “yang menahan” (2:7) dapat kita telusuri dari dimensi pengajaran Paulus yang sang at penting lainnya. Dalam suratnya kepada jemaat Kristen di Roma yang ditulis dari kota yang sama beberapa tahun setelah surat-menyurat dengan jemaat Tesalonika Paulus membagikan keyakinannya bahwa pernyataan Injil kepada orang kafir adalah rencana Allah dan penolakan Injil oleh orang Yahudi bersifat sementara (Roma 11 :13-32). Keyakinan ini sesuai dengan ucapan Yesus bahwa Injil akan diberitakan kepada semua bangsa sebelum kesudahan dunia ini (Matius 24:14; Markus 13:10). Dalam pengertian ini, pernyataan kabar balk dan pelaksanaannya dalam hidup orang beriman akan menjadi penahan kejahatan di dunia ini. Paulus, sebagai rasul orang kafir, akan menjadi “yang menahan kedurhakaan” melalui pelayanan penginjilannya.

Kedua tafsiran ini mung kin ada dalam pemikiran Paulus secara keseluruhan. Ada dua hal yang membuat tafsiran kedua lebih kecil kemungkinannya. Pertama, karena Paulus berbicara tentang misinya kepada orang kafir dan tujuannya dengan cukup jelas dalam teks- teks lainnya, maka ucapannya yang tidak langsung kepada sesuatu atau seseorang yang menahan kedurhakaan sekarang ini sulit dimengerti. Oi pihak lain, sikap bungkamnya untuk menyatakan realitas ini secara jelas Gika Roma yang dimaksudkan Paulus), memang masuk akal. Karena mengatakan dengan terus-terang bahwa Roma akan “disingkirkan” dapat menimbulkan kesulitan yang tidak perlu terjadi. Kedua, jelas bahwa yang menyingkirkan realitas yang menahan itu adalah Allah. Tetapi, apakah Paulus akan mengatakan pekerjaan misi dan pernyataan Injilnya yang dilihatnya sebagai perintah Allah disingkirkan oleh Allah? Dengan demikian lebih besar kemungkinannya bahwa “yang menahan kedurhakaan” itu adalah pemerintah pertama-tama pemerintah Roma, tetapi dalam pengertian yang lebih luas semua kekuasaan rakyat yang jika melaksanakan tugas dengan benar, berfungsi sebagai penahan kekacauan.

[1] F.F. Bruce, 1 & 2 Thessalonians, Word Biblical Commentary 45 (Waco, Tex.: Word, Books, 1982), hal. 175.

Disalin dari : Manfred T Brauch, Ucapan Paulus yang Sulit, SAAT Malang, p. 250-243

Memahami dan Menafsirkan Ucapan Paulus Yang Sulit, 43

Yang Menahan Kedurhakaan (2 Tesalonika 2:6-8)

Tuhan yang berkehendak,Tuhan yang mengutus,Tuhan menyertai keluar dan masuknya,Tuhan menyertai turun dan naiknya.Di dalam nama Tuhan Yesus.Semua mandat yang dibutuhkan yang membuat mereka berkemenangan total Tuhan berikan di dalam nama Tuhan Yesus.Lengkapi dengan jubah kerendahan hati Tuhan.

Saya dengar Tuhan berkata, “Selalu kenakan jubah kerendahan hati”.Setiap kali engkau berangkat,engkau tidur,engkau bangun jangan pernah dilepas.Setan akan terus menggoda dengan berkata, “Kamu memang paling hebat,kamu hari ini groupmu menakluk banyak hal.Tuhan berkata, “Lepaskan Nak,kerana sering kali itu akan menjatuhkan di depanmu.”

Saya dengar Tuhan berkata,”Terus kenakan jubah kerendahan hati “.

Hamba berdoa dalam nama Tuhan Yesus.Berikan UNITY yang sempurna,ya Tuhan.Tidak ada kemarahan, tidak ada kejengkelan,tidak ada frustasi, tidak ada kesombongan,tidak ada percideraan, tidak ada perkataan-perkataan yang sia-sia.Di dalam nama Tuhan Yesus.Engkau Tuhan yang akan mengatur semuanya sempurna. Dalam nama Tuhan Yesus.Tidak ada 1 detikpun mereka kalah dan lelah.

Tuhan memberi kekuatan yang sempurna.Tuhan memberi anugerah yang sempurna.Berangkat dalam anugerah Tuhan3x.Berangkat dalam kemenangan Tuhan yang sempurna.Kami juga bawa bangsa dan negara kami.

Proteksi Tuhan Sempurna2x.

Engkau bangkitkan semua anak -anak-Mu.Bergerak masing-masing dalam panggilan Tuhan yang ajaib.

Semua kami mencapai yang Tuhan mahu. Terima kasih Bapa.

Saya mendengar suara-Nya berkata,”Aku sanggup membuat semua engkau tanpa kesalahan..tepat sempurna melakukan yang Tuhan perintahkan”.Terima kasih Tuhan.Blessings yang Terbaik.Shalom Tuhan Turun dengan Sempurna . Terima kasih Tuhan.Kami juga bersyukur atas malam hari ini.

Menteraikan semua kebenaran yang kami terima hari ini.Di dalam nama Tuhan Yesus.

Menteraikan semua kebenaran yang kami terima hari ini. Engkau Tuhan yang luar biasa.Esok siapkan kami.Buat kami terima tanda kemenangan yang daripada Mu2x.

Di dalam nama Tuhan Yesus.~Prophetic  Prayer[Petrus Agung]

SHRK2 – Pertempuran 3 Menit Terakhir – Iin Cipto

URAPAN

Posted in Elijah Rain, Iman/Faith, Jesus and the Bride of Christ, Ministries, Missions, Powerpoint Presentations on 10/08/2016 by Ribka Christ

urapan1

NEW WINE SKIN (KANTONG ANGGUR YANG BARU) VS KANTONG ANGGUR LAMA

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Holy Spirit, Iman/Faith, Intercession, intimacy, Isa Al Masih, Jesus and the Bride of Christ, Restoration, Revival on 10/05/2016 by Ribka Christ

Beberapa teman2 saya baru minggu yang lalu menghadiri kebaktian yang dipimpin oleh Bapak Pdt Gereja Fidelaphia[Pentakosta].Teman saya berkata,kok khotbah Bapak itu banyak berkisar di perjanjian baru.Harus juga ada perjanjian lama.Saya menyukai perjanjian lama kerana ia merupakan “pelambangan” untuk kita kaji dan nilai .Namun kita tidak boleh mengikut pola perjanjian lama sebab kita di zaman Roh Kudus.Kalau anda mau ikut pola perjanjian lama banyak makanan tidak boleh di makan termasuk “BABI”.Saya pernah menulis tentang gereja yang tidak makan daging…itu kerana mereka mencampur kasih karunia dengan taurat.

Allah membuat perjanjian lama itu menjadi tua dan usang….apa yang sudah tua,akan segera pula lenyap.~Ibrani 8:13

Hidup dalam Roh
Kantong/kirbat anggur yang sudah direndam dalam air akan diolesi dengan minyak. Dengan demikian kantong itu akan menjadi tetap kuat seperti baru.

Minyak disini lambang Roh Kudus. Kita harus hidup penuh Roh Kudus. Sebab seperti tertulis dalam Gal 5:16-21, “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Dan Gal 5:18, “Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

yang-tua-lebih-baik [klik]powerpoint presentations

not-by-might-nor-by-power-but-by-my-spirit

Yesus membandingkan pemberitaanNya mengenai kerajaan Allah dengan “Anggur-Baru“, yang tak dapat dimasukkan kedalam kantong anggur yang tua, karena kantong tersebut sudah kehilangan daya elastisitasnya.Karena Anggur yang Baru yang masih memuai (fermentif, beragi), sehingga jika kantong-kantong tua itu jika diisi Anggur-Baru, maka kantong tua itu akan menjadi robek yang disebabkan “kekuatan” Anggur-Baru yang masih sedang memuai itu.

Allah membuat perjanjian lama itu menjadi tua dan usang….apa yang sudah tua,akan segera pula lenyap.Ibrani 8:13

Maksud Tuhan Yesus disini adalah jelas, bahwa pola hidup Kristianitas tidak dapat “dikurung” dalam peraturan-peraturan Yahudi yang lama.Dan Kekristenan haruslah dibentuk dalam suatu pola hidup yang baru. 

Kantong Anggur yang tua adalah peraturan-peraturan dan bentuk-bentuk upacara agamawi tradisional. Sayang, kelompok Farisi itu tidak mau membuat perubahan-perubahan yang memang harus terjadi karenanya, sebalinya mereka dengan keras berpegang pada sistem yang padanya nafkah mereka bergantung (Lukas 5:39).

Pemberitaan Yesus tentang kerajaanNya, menyinggungyang tua lebih baik” yang hendak menyatakan pilihan orang Yahudi terhadap cara lama, yang sudah terbentuk dan dikenal. Pengajaran baru dianggap ‘pengganggu’; Para agamawan lebih cenderung berpikir konservatif, dan mencurigai setiap pembaharuan. Lukas 5:36-39, bandingkan dengan tulisan Matius dibawah ini :

* Matius 9:14-17 
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata:“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” 
9:15 Jawab Yesus kepada mereka:”Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

9:17 LAI TB, Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur.Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
KJV, Neither do men put new wine into old bottles: else the bottles break, and the wine runneth out, and the bottles perish: but they put new wine into new bottles,

Yesus Kristus menerangkan 2 perumpamaan yang menggambarkan pola hidup farisisme, yang banyak melakukan ibadah agamawi itu, yang tidak dapat digabungkan dengan pola hidup Kekristenan.Sepotong kain yang belum susut tidak boleh dijahit (ditambalkan) pada baju yang tua; apabila baju itu dicuci, maka kain baru itu akan menyusut/mengkerut (artinya akan menjadi lebih kecil), sehingga akan merobek/merusak baju itu.

Maksud Tuhan Yesus disini adalah jelas,bahwa pola hidup Kristianitas tidak dapat “dikurung” dalam peraturan-peraturan Yahudi. Dan Kekristenan haruslah dibentuk dalam suatu pola hidup yang baru.Sayang, kelompok Farisi itu tidak mau membuat perubahan-perubahan yang memang harus terjadi karenanya, sebalik nya mereka dengan keras berpegang pada sistem yang padanya nafkah mereka bergantung (Lukas 5:39). 

Yesus menemukan banyak perlawanan untuk menerimaan beritaNya,perlawanan ini bukan dari pihak orang-orang penjahat, dari orang-orang kafir atau ‘pendosa‘ yang lain, tetapi justru perlawanan dari orang-orang yang ‘saleh‘ dan yang ‘bermaksud baik‘ secara ibadah agamawi.Hal ini muncul karena mereka telah ‘terbiasa terikat’ pada adat dan upacarawi dan pemikiran yang lama. Mereka merasa itulah perbuatan baik, ibadah yang baik, mengapa mereka harus berubah?

Ini merupakan respon yang sangat wajar, dan manusiawi, dan bisa dimengerti. Ini bisa merupakan pengalaman melawan tendensi untuk mengikuti suatu yang baru hanya karena itu baru.Tetapi, ketika Allah melakukan sesuatu yang baru atau menanamkan suatu Wahyu Baru,seperti yang Yesus lakukan dalam pelayananNya ini,maka naluri kecenderungan manusia yang sudah terbiasa dengan adat, mereka ingin mempertahankan kebiasaan yang lama. 

Namun sikap mempertahankan kebiasaan yang lama adalah hambatan bagi pengembangan maksudNya. Sebagai puncaknya, pertanyaan bagi pengajaranNya yang baru ini bukanlah sekedar pertanyaan “apakah itu lama?” dan “apakah itu baru?”, namun “Apakah itu benar?”

Pengajaran Yesus Kristus ini dapat juga dikenakan pada usaha-usaha dalam menggabungkan kehidupan Kekristenan dengan beberapa adat tua/ adat-adat leluhur. Dan Kekristenan tidak boleh digabung-gabung/ disinkretisasikan dengan macam-macam hal-hal yang berbau adat-istiadat. 

Dengan demikian jelas bahwa wine baru itu menunjuk kepada bekerjanya ajaran baru Yesus Kristus yang hidup berkuasa, maka kantong kulit yang pecah dapat menunjuk baik pada bentuk-bentuk konvensional tertentu atau keseluruhan sistem Yudaisme/adat-istiadat manapun pada hati manusia, yang kesemuanya itu membutuhkan penataan kembali sesuai tantangan zaman baru yang telah datang.

Justru karena itulah, perumpamaan tentang Anggur (wine) ini digunakan, ini juga merujuk kepada pekerjaan Roh Kudus digunakan.Proses fermentasi adalah gambaran apa yang sedang berlaku pada umat/ orang-orang percaya.Kita adalah hasil buah pohon anggur, yaitu Tuhan Yesus Kristus (sebagai pokok anggur yang benar).

Implementasi pengajaran ini banyak diserap oleh Rasul Paulus, di mana dengan gamblang ia menjelaskan bahwa keselamatan itu bukan di dalam Yesus plus [+] syariat Taurat. Melainkan hanya didalam Yesus Kristus saja, dijelaskan dalam artikel permasalahan-kristus-atau-taurat-vt223.html#p471 ).

 

Kunci Ke Arah Kebangunan Rohani~Rev Dr Paul Yonggi Cho

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Holy Spirit, Iman/Faith, Inspirational, Intercession, intimacy, Jesus and the Bride of Christ, Leadership, Ministries, Miracles, Missions, Powerpoint Presentations, Prayers, Revival, Testimonies on 10/04/2016 by Ribka Christ

 Doa Membuka Pintu Bagi Roh Kudus
Kunci Ke Arah Kebangunan Rohani~Rev Dr Paul Yonggi Cho

doa-membuka-pintu-bagi-roh-kudus [klik] PowerPoint Presentation

David Yonggi Cho

Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.~TB (1974) ©SABDAweb Ams 14:28

Why do you want to settle for the drop of lakes when God can give you oceans? Do not settle your vision for miniature when God can give you mega-accomplishments.

Mengapa Anda ingin berpuas pada titisan danau ketika Allah dapat memberikan lautan? Jangan puas visi Anda untuk miniatur ketika Allah dapat memberikan mega-prestasi.~OLUSEGUN OYEYEMI

Berdoa Bagi Kesejahteraan Bangsa

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Bible Verses, Canaan Land, Elijah Rain, Intercession, intimacy, Jesus and the Bride of Christ, Ministries, Miracles, Missions, Prayers, Restoration, Revival, Testimonies on 10/03/2016 by Ribka Christ

the-gospel-is-not-reformation-decoration-or-renovation-it-is-liberation

ROMA 14:19~SEBAB ITU MARILAH KITA MENGEJAR APA YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA DAN YANG BERGUNA UNTUK SALING MEMBANGUN.

Why do you want to settle for the drop of lakes when God can give you oceans? Do not settle your vision for miniature when God can give you mega-accomplishments.

Mengapa Anda ingin berpuas pada titisan danau ketika Allah dapat memberikan lautan? Jangan puas visi Anda untuk miniatur ketika Allah dapat memberikan mega-prestasi.~OLUSEGUN OYEYEMI

RHEMA HARI INI
Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Bagaimana situasi jalan raya di kota besar pada tengah hari? Bising, gaduh, macet. Namun bagaimana jika jalanan tampak lengang karena penghuni kota membanjiri gereja untuk mengadakan doa tengah hari? Itulah yang terjadi di Gereja Jalan Fulton, New York pada tahun 1850-an. Ketika pada tahun 1857 jemaat turun drastis, gembala setempat meminta Jeremiah Lamphier untuk menjangkau New York bagi Tuhan. Dia segera mencanangkan gerakan doa tengah hari. Dia membuat brosur dan membagikan ke setiap orang yang berminat. Ketika hari H dan jam J tiba, ternyata tidak ada yang datang.

Jeremiah Lamphier berdoa seorang diri. Sekitar dua puluh menit kemudian, di tengah doanya, dia mendangar langkah kaki menaiki tangga. Berikutnya ada dua tiga orang lagi menyusul. Akhirnya gereja dipenuhi oleh orang yang berdoa syafaat bagi New York. Api mulai menyebar. Sebulan kemudian gerakan doa tengah hari diadakan di seluruh pelosok New York.

Ketika melihat antusias pekerjanya untuk berdoa, banyak pemimpin pabrik mengubah jam istirahat karyawan ke pukul 11.55 untuk memberi pekerjanya kesempatan berdoa selama satu jam. Hal ini mengingatkan kita pada permintaan Yesus kepada murid-muridnya, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Mat.26:40b). Ketika makin banyak lagi orang yang tergabung dalam gerakan doa tengah hari ini, seorang editor Herald Tribune tertarik dengan fenomena itu.

Ia terkejut ketika menyaksikan orang-orang berlarian ke luar dari tempat kerja mereka dan menghilang ke gereja-gereja di dekat tempat kerja mereka. Ia segera mengirim reporternya untuk meliput peristiwa ini. Wartawannya melaporkan bahwa para pekerja itu memanfaatkan saat istirahatnya untuk berdoa. Karena merasa mendapat berita yang menarik, dia mengiirim reporternya ke seluruh pelosok kota. Mereka melaporkan ada sekitar 15.000 orang yang tergabung dalam gerakan doa tengah hari itu.

Dia segera menulis artikel tentang itu dan menurunkannya pada edisi berikutnya. Akibatnya sungguh dahsyat. Orang yang membaca berita ini mulai terimbas. Jumlah orang yang ikut berdoa tengah hari bertambah sehingga menjadi sekitar 25.000 orang. Semakin banyak artikel yang dia tulis tentang gerakan doa itu, semakin banyak lagi orang yang bergabung sehingga mencapai angka 40.000.

Kegerakan doa mulai terjadi. Orang-orang di luar New York yang membaca Herald Tribune, mulai tergerak untuk mengadakan persekutuan doa yang sama. Tidak hanya di sekitar New York. Kota-kota lain pun mulai terbakar oleh api kegerakan ini. Pada tahun 1859, persekutuan doa tengah hari yang berawal di Gereja Jalan Fulton itu telah mentransformasi kota-kota besar dengan kebangunan rohani, sehingga ada lebih dari 1 juta orang yang belum pernah ke gereja menerima Kristus.

Betapa indahnya ketika anak-anak Tuhan bangkit didalam doa sehingga akhirnya mendatangkan kesejahteraan serta keselamatan bagi bangsanya. Ini saatnya kita anak-anak Tuhan di Indonesia bangkit di dalam doa bagi bangsa kita, sebab kesejahteraan bangsa kita adalah kesejahteraan kita sendiri.

Source:Berdoa Bagi Kesejahteraan Bangsa

Berdoa Syafaat Untuk Bangsa dan Negara

Posted in Holy Spirit, Iman/Faith, Intercession, intimacy, Jesus and the Bride of Christ, Miracles, Prayers, PROPHETIC END TIMES, Testimonies on 10/03/2016 by Ribka Christ

gempa-bumi-berkekuatan-67-skala-richter

[Gambar Hiasan]

kisah-nyata-mujizat-tuhan [klik]

Usahakanlah  kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.~ Yer 29:7

Suatu malam pada bulan April 1983, Lois Main tergerak untuk berdoa syafaat bagi kotanya, Coalinga, California, Amerika Serikat.Meski malam sudah larut,Main tidak bisa tidur.Ia mendengar suara Roh Kudus:Berdoalah untuk orang-orang Coalinga.Keluarlah dan berdoalah sekarang!”

Main pun mentaati suara itu.Malam itu juga,Main berdoa keliling kota. Ia bergegas untuk berganti pakaian, lalu berjalan-jalan keliling kota sambil bersyafaat. Ia memohon supaya Tuhan memberkati penduduknya.Setiap bangunan yang ada didoakannya.Selesai melakukan semua itu,meski menjadi sangat lelah,Main merasa sangat lega.

Esok sorenya,Coalinga diguncang gempa bumi hebat berkekuatan 6,5 SR.Mengingat dahsyatnya bencana itu, Pemerintah segera mengirimkan bantuan medis.Namun, di seluruh kota itu hanya ada 25 orang yang mengalami luka-luka ringan yang tidak berarti.

Source :Berdoa Bagi Kesejahteraan Bangsa

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: