Archive for the Jesus and the Bride of Christ Category

Kemenangan Kemanisan Kejayaan

Posted in Canaan Land, Jesus and the Bride of Christ on 08/17/2015 by Ribka Christ

I place You like a seal over my heart, O’ Lord.

12 Gerbang

Buku yang saya beli di Rhema Bookstore ini seharga Rp. 15.000,00. Ditulis oleh Pdt./ Ev. Nany Susanty, S.H. Buku ini sangat memberkati saya karena di dalamnya tertulis adanya 12 Gerbang yang terbuka di surga. Menceritakan tentang penglihatan yg dialami oleh pendoa syafaat di Bandung, dan akan dibahas detail dalam buku ini.. silahkan menikmati ringkasan yg saya buat.. semoga memberkati..

Pada akhir bulan November 2010, seorang pendoa syafaat dari Bandung mengirim sms kepada 6 hamba TUhan agar mulai tanggl 1-10 Desember 2010 di tiap kota dilakukan doa di tiap kota selama 5 menit di tempat tinggi sambil mengangkat mahkota karena ia melihat ada banyak gulungankertas yg turun ke bumi dan berubah menjadi hadiah yang indah.

Setelah doa itu dilakukan selama 5 hari, maka hari ke-6 dan ke-7  Tuhan mulai menurunkan berkatNya, dan hari ke-8 Tuhan menurunkan 3 benih (kebijaksanaan, hikmat, dan kepandaian) hari ke-9 ada anak tangga ‘penghambaan/merendahkan diri’ yang terbuat dari kristal dan ini adalah kunci menguasai dunia. Anak tangga ke-10 dari permata dan berlian dan TUhan memberi jaminan keselamatan, kehidupan dan kesembuhan yg dimeteraikan oleh darah Yesus. Ada banyak sekali merpati beterbangan sambil membawa kain pelangi dan terlihat 12 gerbang surga terbuka. di tiap gerbang itu ada satu malaikat berdiri di pintu yg tertulis di tiap pintunya nama 12 suku Israel.


1. Pintu Gerbang Ruben (Kejadian 49 :3,4)
*tempat mengambil keputusan bagi pemimpin kota untuk membicarakan masa depan kota
*keputusan yg diambil tiap kita setiap hari menentukan masa depan seseorang.
*Berkat dibalik pintu Ruben : kekuatan, kegagahan, keluhuran, kesanggupan, berkat yg membual spt air. (tak terhentikan berkatnya)


2.Pintu Gerbang Simeon (Kejadian 49:5-7)
*Tiap orang yg memasuki gerbang ini akan dihancurkan karakter/sifat jeleknya supaya dapat memiliki hati hamba
*Berkat dibalik pintu Simeon : pembentukan karakter, sumur bersyeba (Yosua 19 :1-2) yaitu ada 7 sumber mata air yg merupakan gambaran berkat yg sempurna
*kalau kita merelakan sifat jelek kita dihancurkan sampai habis, maka berkat Tuhan akan terus mengalir san tak terhentikan


3. Pintu Gerbang Lewi ( Kejadian 49 :5)
*Suku Lewi adalah orang yg dikuduskan Tuhan untuk melayani bait Allah (pendoa, imam)
*di gerbang ini tersedia banyak jubah dan tiap orang mendapat jubah yg berlainan : jubah imam, pendoa syafaat, penari, pemusik, pemuji, pemimpin pujian, kerendahan hati, raja, pilar, pekerja, mempelai dan banyak lagi.
*mintalah hikmat Tuhan dan memohon minta jubah yg tepat sesuai dengan kapasitas masing-masing.
*Tuhan memberi kepercayaan untuk kita berdoa bagi keluarga, bangsa dan negara dimana kita ditempatkan.


4. Pintu Gerbang Yehuda (Kejadian 49 :8-12)
*berkat dibalik pintu Yehuda : kemenangan (musuh kita adlh manusia lama kita = kegagalan, kebangkrutan, dan musuh yg paling berbahaya adalah diri kita sendiri) gagah perkasa dan keberanian ( berani bertanggung jwb, berani menyatakan kebenaran, misal kita lakukan kesalahan, segera minta ampun, hadapi dengan kegagahan dan berani), berkat memerintah sebagai raja ( Tuhan beri tongkat otoritas supaya orang percaya membuat dampak bagi lingkungannya) berkat kelimpahan ( daud dan Tuhan Yesus pun dari keturunan Yehuda)


5. Pintu Gerbang Zebulon (kejadian 49 : 13)
*berkat dibalik pintu Zebulon : menguasai kelautan/perairan, berkat kepahlawanan untuk melakukan segala sesuatu.
*Zebulon adalah suku yg selalu berani menghadapi badai dan mempertaruhkan nyawanya
*berani percaya dan memperkatakan perkataan iman, maka semua akan menjadi kenyataan.


6. Pintu Gerbang Isakhar  (Kejadian 49:14,15)
* arti kata Isakhar adalah pekerja upahan
* berkat di balik pintu ini adalah : kemampuan menanggung beban, kutuk diubah jadi berkat, apapun beban yang Tuhan ijinkan kita tanggung itu bisa kita tanggung karena penyertaan Tuhan sempurna dan anugerahNya memampukan kita menanggungnya.


*berkat ini memberi kemampuan untuk bertindak dengan ketepatan.
7. Pintu Gerbang Gad (Kejadian 49 :19)
*berkat dibalik pintu ini adalah : berkat gagah perkasa, sifat kepahlawanan.
*sifat dan karakter yang tidak mementingkan diri sendiri, tidak memusingkan urusan pribadinya melainkan maju terus untuk mencapai tujuan, disiplin tinggi, maju terus pantang mundur, sekalipun musti dibayar dengan nyawa, bila sudah memulai sesuatu maka ia akan menyelesaikannya sampai tuntas dan tidak akan meninggalkan pekerjaannya karena kecewa. semua tugas yang diberikan kepadanya akan dilaksanakan sampai tuntas dan baik.
*minta Tuhan ubah cara pikir kita menjadi seorang pahlawan akhir jaman. karena kristen yg biasa saja akan tertinggal dan tidak dapat memasuki masa lawatan. 

 
8. Pintu Gerbang Naftali ( Kejadian 49 : 21)
*Berkat di pintu gerbang ini adalah : berkat pelipatgandaan (mandul dan gagal diubah jadi keberhasilan), berkat perkenanan ( Tuhan turunkan tongkat perkenananNya yang membuat mudah untuk menghadapi masalah atau tantangan. ) saat tongkat perkenanan diulurkan maka terjadi pelipatgandaan berkat hingga kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.


9. Pintu Gerbang Asyer ( Kejadian 49 : 20)
*arti Asyer : berbahagia
*Berkat dibalik pintu ini adalah : Tuhan sediakan makanan yg berlimpah ruah, tapi ingatlah akan orang lain dan jadilah saluran berkat bagi mereka. dan juga berkat melayani raja-raja, dan melayani Raja di atas segala raja. kaki yang penuh urapan minyak, suka menolong orang lain, dan kekuatan perlindungan , tidak sombong dan rendah hati.


10. Pintu Gerbang Efraim dan Manasye ( Kejadian 48 : 16, 20)
* Berkat dibalik pintu ini adalah  : anak-anak yg diberkati Tuhan (anak2 yg bisa mengangkat nama baik orangtuanya), berkat pelipatgandaan (diberkati hingga keturunannya bertambah banyak), berkat kepahlawanan (yefta adalah keturunan Manasye dan menjadi pahlawan bagi Israel)
*suku Efraim (Yosua suku efraim yg membawa bangsa israel masuk ke tanah perjanjian)


11. Pintu Gerbang Benyamin (Kejadian 49 : 27)
*berkat dibalik pintu ini adalah  : kutuk diubah menjadi berkat, punya keberanian yg benar, punya ketrampilan yg luarbiasa, ketajaman dan ketepatan, punya keintiman dengan TUhan, menjadi kekasih Raja, Perlindungan Tuhan.
*Serigala adalah binatang yg mempunyai keberanian yg luarbiasa dan ketepatan. dan di kitab Hakim-hakim ada seorang bernama Ehud yg kidal tapi memiliki ketrampilan yg luarbiasa.
*kita harus minta berkat tersebut turun atas hidup kita agar kita mengerjakan dengan terampil dan tepat.
*Ester pun keturunan raja Saul dari suku Benyamin. ia tepat, berani, dan punya keintiman hingga ia menjadi kekasih raja. maka kita pun dipanggil untuk memiliki keintiman dengan Raja diatas segala raja, sehingga kita menjadi kekasihNya. 


12. Pintu Gerbang Yusuf ( Kejadian 49 : 22-26)
*arti nama ini adalah : kiranya TUhan menambah-nambahkan lagi.
*berkat dibalik pintu gerbang ini adalah : kesuburan, keperkasaan, berkat dari langit-margasatwa, berkat samudra raya- seperti berkat Zebulon, berkat pelipatgandaan, berkat yg paling sedap, berkat menjadi orang teristimewa
*beberapa tindakan profetik  untuk terima berkat ini adalah : makan buah kiwi dan urapi kaki dengan minyak urapan, minum susu  dicampur madu, akhiri dengan perjamuan kudus.
*buah kiwi dengan biji yg bnyk di dalamnya adalah lambang berkat pelipatgandaan dari Tuhan.
*pengurapan kaki agar kita tetap kuat dan kokoh terima berkat yg mengalir luarbiasa untuk kita.
*minum susu dengan madu sebagai lambang kekuatan dan kemanisan untuk memasuki masa kejayaan, masa keemasan, masa Salomo

12 pintu gerbang Surga telah terbuka dan berkatnya telah dicurahkan mari melangkah dengan iman dan mengambil berkat itu Amin…

http://hadassah-hineni.blogspot.com/2012/02/12-gerbang.html

RELATIONSHIP (HUBUNGAN)

Posted in Jesus and the Bride of Christ, Leadership, Ministries, Mission on 06/29/2015 by Ribka Christ

RELATIONSHIP (HUBUNGAN)

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atasBarnes_Prince_of_Peace ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:26-27)

Penting sekali kita memahami bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal, maksudnya tiga pribadi dalam satu kesatuan. Allah kita adalah Allah yang berkomunitas, berhubungan satu dengan lainnya. Pada saat Allah mau menciptakan manusia, Allah melakukan perundingan ilahi. “Baiklah Kita”, “Kita” disini adalah jamak; itulah Tritunggal. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya; salah satunya tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk berkomunitas. Allah merencanakan kita tidak hidup sendirian tetapi berkomunitas.

“TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”” (Kejadian 2:18)

Allah menciptakan manusia tidak hidup sendirian, maka Allah memberikan Hawa sebagai pendamping. Manusia yang tidak mau bersosialisasi dan berkomunitas adalah manusia yang mengingkari kodratnya. Orang yang tidak mau bergaul ada beberapa alasan; misalnya karena minder, sombong, sensitif (mudah tersinggung), punya pengalaman buruk dalam pergaulan, dll. Membangun hubungan sangat penting bukan sekedar karena kodrat kita, tetapi membangun hubungan sangat menentukan keberhasilan kita. Matthew Henry, seorang pengkhotbah besar. Matthew bukanlah seorang yang pandai berbicara tetapi dia adalah orang yang pandai bergaul. Bukan hanya Hamba Tuhan, tetapi juga seorang businessmen, ibu rumah tangga, dll; kesuskesan kita tergantung dari bagaimana kita membangun hubungan.~Pdt. Josia Abdisaputera, M.Th

6 JENIS PANGGILAN

  1. MEMPELAI
  2. RAJA
  3. TENTARA  / PRAJURIT
  4. PEKERJA / PENUAI
  5. IMAM
  6. PILAR / SOKOGURU

Introduksi
f5aa5177a81b98ed5c3f56acb680c38cKeenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun karakter negatifnya;passion, minat & kesukaannya; juga kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.

Tulisan ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar – garam & terang – bagi duniasesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” – Kejadian 1:26

  1. MEMPELAI

“Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau 11108861_1439230099730600_7481481832959202320_nakan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelaimelihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.” – Yesaya 62:5

“Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.” – Ester 2:12

“Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” – Ester 2:17″Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba … ” – Ester 5:8a”Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah … ” – Ester 8:5a

Definisi Singkat

B82BCAC1-BE84-493B-A9B5-3B6FEED74AA0Panggilan Mempelai adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Mempelai atau Kekasih dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia dituntut mampu memikat hati Tuhan dan memperoleh perkenanan Tuhan dengan kekudusan dan keindahan yang bahkan bisa ditampilkan di atas panggung dunia.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Ratu Ester, Maria – Saudari dari Marta dan Lazarus, Rasul Yohanes, Gereja – Umat Tuhan secara korporat.

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Mempelai adalah seorang yang mengejar hati Tuhan dengan kekudusan, menantikan kehendak dan keputusan dengan setia, memperlakukan Tuhan dengan keintiman yang penuh keindahan, romansa, afeksi dan gairah. Seorang Mempelai memiliki kesukaan untuk diam di bawah kaki Tuhan dan piawai dalam melayani sisi keallahan Tuhan Yesus, sementara Pekerja piawai dalam melayani sisi kemanusiaan Tuhan Yesus. Dalam hal kekudusan dan hidup kudus, seorang Mempelai dikenal tidak berkompromi. Hal ini berbeda dengan seorang Raja yang karena kebijaksanaan dan kayanya pertimbangan dalam dirinya sehingga terkesan lebih berkompromi.

Mempelai sepertinya sejak awal dirancang untuk hidup kudus di atas rata-rata, menyukai keindahan dan seni juga di atas rata-rata, dan memahami dengan sepenuhnya hak dan kewajibannya sehingga dapat memperoleh perkenanan dengan legalitas yang sah.

Cara Mempelai Memperoleh Perkenan Tuhan
Seorang Mempelai memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan 10475590_677483585638004_2258854541501007992_ndengan kekudusan dan keintiman yang lebih dari rata-rata. Perkenanan Tuhan adalah segalanya bagi Mempelai, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan semata-mata untuk memikat hati Raja di atas segala raja, persis seperti seorang kekasih atau seorang isteri yang hendak menyukakan hati suaminya. “Ambisi” seorang Mempelai adalah memperoleh perkenanan Tuhan secara utuh dan memikat hati Tuhan dengan penampilannya yang indah sempurna sehingga dapat dianggap pantas menjadi kebanggaan Tuhan sendiri.

  1. RAJA

“Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.” – Amsal 25:2

“Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.” – Amsal 21:1“Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” – 1 Petrus 5:3

“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.”

 – Wahyu 3:21 “Karena aku (hikmat) para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.” – Amsal 8:15

“Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.” – Amsal 14:28

“Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.” – Amsal 22:11“Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah.” – Amsal 16:10“Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.” – Amsal 16:15

“Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: ‘Apakah yang baginda buat?'” – Pengkotbah 8:4

Definisi Singkat

Panggilan Raja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Raja dan Teladan dalam sebuah komunitas pelayanan. Panggilan dengan kandungan hikmat, pengertian, dan nasihat yang terkaya, melebihi kelima jenis panggilan lainnya. Menggambarkan secara lengkap kemuliaan dari tujuan Tuhan yang semula.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Salomo bin Daud; raja-raja Yehuda, raja-raja Israel

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Raja adalah seorang yang kharismatis, visioner – mampu mengenali sebuah potensi yang bahkan masih tersembunyi bagi kebanyakan orang namun terlihat jelas baginya – entah itu dalam diri seseorang maupun atas suatu perkara lainnya (potensi alam, potensi bisnis, dan sebagainya), strategik & terencana, hati & pikirannya bijaksana, berwawasan luas dan sangat siap atas berbagai kemungkinan dalam berbagai perkara. Karena tipe Raja yang gemar menyelidiki segala sesuatu maka tidak ada sesuatu yang mengherankan maupun sesuatu yang baru baginya.
Kharisma dan segala kekayaan batiniah bawaannya menyebabkan Raja secara natural mulai memimpin orang-orang di sekitarnya, mulai dari komunitas yang kecil hingga komunitas yang lebih besar. Hikmat dan pengertian sudah seperti tertanam di dalam dirinya sejak lahir.

Cara Raja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Raja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, hati hamba (Hineni), rendah hati, murah hati, mudah mengampuni, menghargai dengan benar hal-hal yang bahkan kelihatan remeh atau kecil, memiliki kepedulian di atas rata-rata, memiliki kewaspadaan di atas rata-rata. Raja adalah panggilan yang pada destiny-nya akan memiliki segalanya dan jatahnya yang terbesar dibanding kelima panggilan lainnya, itulah sebabnya tuntutannya juga paling besar. Kuasa & kuasa perkataan Raja, pada level tertentu, sangat menetukan segala sesuatunya. Ketika Tentara harus tampil di garis depan, maka Raja tampil di atas dan juga di bawah. Raja adalah perencana yang terlaksana, sementara Tentara adalah pelaksana yang terencana.

Panggilan Raja ini sebenarnya sangat menjebak, harus dibedakan antara Panggilan Raja dengan Level Raja. Orang yang memiliki panggilan Raja belum tentu seorang Raja, namun orang yang mencapai Level Raja – apapun panggilannya – dialah yang dapat disebut Raja-Raja muda-Nya. Jadi sangat diharapkan bahwa Gereja dan orang-orang percaya tidak salah dalam panggilannya. Sebagai gambaran umum, komposisi masing-masing panggilan dalam suatu komunitas pelayan adalah sebagai berikut, Pilar 1-3%, Imam 4-6%, Pekerja 48-52%, Tentara 30-35%, Raja 4-6%, dan Mempelai 4-6%. Dengan demikian mayoritas tugas gereja adalah bekerja dan berperang sedangkan tugas keimaman, kepemimpinan dan yang lainnya adalah minoritas yang harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna.

“Ambisi” seorang Raja adalah menguasai sebanyak dan seluas mungkin segala sesuatunya untuk dikelola secara benar sesuai dengan kehendak Kristus, membawa kedamaian dan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat yang dipercayakan kepadanya untuk dipimpin olehnya.

  1. TENTARA / PRAJURIT

“Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” – Bilangan 14:24

“Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” – Kisah Para Rasul 13:22

“Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyakdan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?” – Yoel 2:11

“Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya.” – Yoel 2:7

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” – 2 Timotius 2:3-4

Definisi Singkat

Panggilan Tentara adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Tentara atau Prajurit dalam sebuah komunitas pelayanan. Dirancang untuk berdiri di garis depan dari seluruh bala tentara-Nya, bergerak maju menerobos pertahanan musuh, menduduki daerah musuh dan menjarah seluruh kekayaan musuh.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Yosua bin Nun, Kaleb bin Yefune, Yefta – Orang Gilead, Raja Daud, Yonatan bin Saul bin Kish, Rasul Paulus

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Tentara adalah bahwa ia mengabdi secara total (sepenuhnya), berani mati, berani ambil resiko, suka berkonfrontasi (secara terbuka) dan tahan menderita. Memiliki mental kepahlawanan dan jiwa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang. Dalam hal karunia-karunia roh, kelompok Tentara biasanya lebih mengenal dan lebih akrab dengan fenomena-fenomena alam roh (gaib) seperti penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi bahkan efek sensasi secara fisik dari berbagai manifestasi alam roh.

Tentara pada level awal cenderung bernalar rendah, hal ini baik karena ia dituntut untuk taat secara total tanpa memikirkan resiko yang akan maupun sedang dihadapi. Namun semakin tinggi levelnya, maka strategi dan ketangkasannya berperang akan semakin hebat.

Sejak awal pertobatannya, Tentara menyadari bahwa hidupnya bukanlah dirinya lagi melainkan untuk Kristus. Ia percaya bahwa kehidupan setelah keselamatan adalah kesempatan kedua yang mungkin tidak akan terulang lagi, seperti orang yang dihidupkan dari kematian (jasmani). Itu sebabnya bahwa kematian tidaklah menjadi halangan baginya untuk terus maju dalam kegerakan bersama Allah.

Cara Tentara Memperoleh Perkenanan Tuhan

Seorang Tentara memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan lebih gigih daripada kelima panggilan lainnya, serta mengikuti dan berjuang dengan sepenuhnya tanpa memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya. Gelora (passion) adalah segalanya bagi Tentara, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan tidak boleh tidak disertai dengan gelora cinta di hatinya. Tentara adalah pelaksana yang terencana, sementara Raja adalah perencana yang terlaksana. “Ambisi” seorang Tentara adalah memuaskan hati Komandannya.

  1. PEKERJA / PENUAI

“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” – Kejadian 39:2

“Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.” –  Kejadian 39:6

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” – 2 Timotius 2:15

Definisi Singkat

Panggilan Pekerja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pekerja atau Penuai dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia diutus lebih awal daripada keempat panggilan lainnya (Imam, Tentara, Raja & Mempelai) untuk menyiapkan pra-sarana dan sarana dalam melakukan misi Kerajaan Allah yang bersifat praktikal dan lebih banyak di area market place – swasta maupun pemerintahan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Yusuf bin Yakub bin Ishak bin Abraham, Daniel, Hananya, Misael, Azarya, Marta – Saudari Maria & Lazarus, Rasul Markus, Timotius – murid Rasul Paulus.

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Pekerja adalah bahwa biasanya ia dipisahkan secara temporer dari keluarga  maupun komunitasnya yang semula. Yusuf diasingkan menjadi budak di Mesir, Daniel dan ketiga rekannya menjadi orang pilihan dan kepercayaan para raja kafir di masa pembuangan. Seorang Pekerja ia sangat tangguh, bekerja keras, sangat rajin, memiliki passion yang besar untuk memberitakan Firman kepada siapapun terutama orang asing yang bahkan belum dikenalinya tanpa merasa malu maupun merasa asing.

Ia sejak awal dirancang untuk mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking dan cenderung ingin dihargai hasil pekerjaannya. Penghargaan tersebut biasanya bahkan lebih berupa sekedar pengakuan ketimbang bayaran uang. Sikap hatinya cenderung lebih sanguin-koleris.
Cara Pekerja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pekerja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, kesetiaan, menjaga kekudusan serta tidak membiarkan dirinya dinajiskan oleh perkara yang tesedia untuk menggodanya. Sebagai contoh, Yusuf tidak menajiskan diri dengan menghindari rayuan istri Potifar. Daniel dan ketiga rekannya tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan minuman anggur yang biasa diminum raja. “Ambisi” seorang Pekerja adalah dipercayakan sebanyak mungkin pekerjaan dan tanggung jawab serta melihat kepuasan dari orang-orang yang dilayaninya.

  1. IMAM

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. – Ibrani 2:17

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. – Ibrani 4:15

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapiyang sekarang telah beroleh belas kasihan. – 1 Petrus 2:9-10

Definisi Singkat

Panggilan Imam adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Imam atau Juru Damai dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia bersedia berlutut di hadapan Allah dan manusia supaya belas kasihan Tuhan diturunkan dan murka Allah dilewatkan.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Anak Manusia – Kristus Yesus Tuhan, Imam Besar Harun, Samuel bin Elkana, Nehemia, Ezra, para abdi Allah dan imam-imam lain.

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Imam adalah cenderung manusiawi (nilai perikemanusiaan yang lebih dari rata-rata), lebih peduli dan berbelas kasihan terhadap orang lain, paling mudah mengampuni dan rela berkorban di hadapan Allah dan orang lain. Yesus Kristus sebagai Anak Manusia yang akhirnya harus mati di atas kayu salib adalah contoh yang sempurna. Seorang Imam, pada level yang sama, mengenal Hati Bapa lebih daripada kelima panggilan lainnya. Ia juga mampu mengenali penderitaan orang lain melalui sudut pandang Hati Bapa tersebut. Kekuatannya adalah belas kasihan dan roh pengertian yang besar dalam hatinya.

Cara Imam Memperoleh Perkenanan Tuhan

Seorang Imam memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Hati Bapa, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu memandang kemanusiawian Gereja dari sudut pandang keilahian Tuhan dengan tepat. “Ambisi” seorang Imam adalah mendapati bahwa belas kasihan, pengampunan, pertobatan dan keselamatan yang dari Allah tergenapi atas kaum dan bangsanya sekaligus dijauhkan dari cawan murka Allah.

  1. PILAR / SOKOGURU

“Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.” – Perkataan Bani Het kepada Abraham, 2.000 tahun SM – Kejadian 23:6

“Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.” – Wahyu 3:12

“Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!” – Rut 4:11-12

“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” – Matius 16:17-19

Definisi Singkat
Panggilan Pilar adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pilar atau Sokoguru dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia membangun dari awal dan menjadi penopang bagi panggilan-panggilan lainnya dalam mengembangkan Kerajaan Allah di tempat yang telah ditetapkan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab

Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Rut, Rasul Petrus

Ciri-Ciri & Kekuatan

Gambaran umum seorang Pilar adalah bahwa ia dipisahkan secara permanen dari identitas maupun komunitasnya yang semula. Abraham dipanggil keluar dari Ur-Kasdim, Rut menanggalkan kebangsaan dan allahnya, begitu juga Rasul Petrus. Seorang Pilar sangat tekun mengikut, sangat sabar menantikan (kehendak) Tuhan, sangat tenang – memiliki iman yang di atas rata-rata karena pengalamannya berjalan bersama Tuhan yang begitu nyata; ia juga bisa dipercaya, sangat setia dalam segala situasi dan segala perkara.

Ia sepertinya sejak awal dirancang untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab dan penderitaan juga memiliki daya tahan yang di atas rata-rata, itu sebabnya, pada level yang sama, ia memiliki pengenalan akan Tuhan daripada kelima panggilan lainnya. Sikap hatinya cenderung lebih pleghmatis ketimbang kelima panggilan lainnya.
Cara Pilar Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pilar memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu berdiam diri berjam-jam tanpa mengeluh untuk menantikan respon Tuhan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang sudah dibentuk sejak awal bahkan tanpa disadari sebelumnya. “Ambisi” seorang Pilar adalah didapati oleh Tuannya bahwa ia setia sampai akhir.

http://www.lawatan-indonesia.com/2013/01/6-jenis-panggilan.html

Galatia 6:4-5

Konteks
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. j  6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya  sendiri.

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman,MEMBAGI SEGALA SESUATU YANG ADA PADANYA DENGAN ORANG YANG MEMBERIKAN PENGAJARAN ITU.

Galatians 6:4-5

New International Version (NIV)

Each one should test their own actions. Then they can take pride in themselves alone, without comparing themselves to someone else, for each one should carry their own load.6The one who is taught the word is to SHARE ALL GOOD THINGS WITH THE ONE WHO TEACHES HIM.

Kesetiaan

Posted in Jesus and the Bride of Christ on 06/14/2015 by Ribka Christ

beautifulYeremia 2 : 32 “Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannyaatau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya ? Tetapi umat – Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya”.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. 
Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Artinya adalah sengsara daging yang harus dialami oleh 7 sidang jemaat bangsa Kafir atau sidang jemaat akhir jaman, supaya sempurna dan tak bercacat cela, untuk layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. 
Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Sidang jemaat Smirna mengalami sengsara daging atau pengalaman kematian bersama Yesus.
Sikap dalam menghadapi sengsara daging bersama Yesus:

  1. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita. Dalam penderitaan, kita harus takut akan Tuhan. 
  2. Hendaklah engkau setia sampai mati, sama dengan setia sampai daging tidak bersuara lagi, sama dengan setia sampai garis akhir. 

Ada 3 macam kesetiaan sampai garis akhir:

  1. Pokok kesetiaan. 2 Korintus 11:2-4
    11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.
    Pokok kesetiaan adalah kesetiaan yang sejati kepada Kristus, kesetiaan yang sejati kepada firman pengajaran yang benar, sehingga kita bersuasana Firdaus. 

    Firman pengajaran yang benar adalah:

    • Firman pengajaran yang tertulis dalam Alkitab.
    • Firman yang diwahyukan, diilhamkan, dibukakan rahasianya lewat ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. 

Di Firdaus, Hawa diperdaya, sama dengan dibimbangkan dan disesatkan oleh ular, sehingga kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus dan diusir dari Firdaus. Mereka mengalami suasana kutukan di dalam dunia. 
Kejadian 2:16-17
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Kejadian 3:1-3
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

Hawa mengurangi kata ‘bebas’ dan menambah kata ‘raba’.
Hawa menambah dan mengurangi firman, sama dengan kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus. 
Hawa adalah ibu, gambaran seorang gembala. Hati-hati, banyak gembala yang menambah dan mengurangi firman. 
Wahyu 22:18-19
22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

Di jaman akhir, tragedi di Firdaus akan terjadi lagi. 

Gereja Tuhan diperdaya, sama dengan dibimbangkan dan disesatkan oleh naga merah padam (bukan lagi ular). Ini menunjuk pada kekuatan penyesatan yang berlipat kali ganda. Hanya oleh kasih karunia Tuhan maka kita bisa bertahan. 

Kata ‘bebas’ menunjuk pada Roh Kudus. Mengurangi kata ‘bebas’ berarti pemberitaan firman Allah tidak bergantung lagi pada Roh Kudus, tetapi bergantung pada kepandaian, dll. Pemberitaan firman tidak lagi bebas melainkan dibatasi oleh waktu, dan isi pemberitaan firman juga dibatasi. Akibatnya sidang jemaat terikat oleh waktu dan dosa-dosa sampai puncaknya dosa. 

Menambah kata ‘raba’ berarti menambah firman Allah dengan suara daging, yaitu lawakan, ilmu pengetahuan, ilustrasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Akibatnya adalah sidang jemaat tidak pernah merasakan jamahan tangan Tuhan di hatinya. 

Akibat menambah dan mengurangi firman adalah gereja akhir jaman juga hidup dalam suasana kutukan, susah payah, kepedihan, sampai kebinasaan selamanya di neraka.  

Wahyu 22:20-21
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang mendapat kasih karunia dari Tuhan yang bisa mempertahankan kesetiaan yang sejati kepada Kristus, kesetiaan yang sejati pada satu firman pengajaran yang benar. Sehingga kita mengalami penyucian demi penyucian sampai sempurna dan tak bercacat cela seperti Yesus. 
Yakobus 3:2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Ukuran kesempurnaan adalah tidak berdusta sampai tidak salah dalam perkataan. Jika ‘ya’ katakan ‘ya’, jika ‘tidak’ katakan ‘tidak’. Jika benar katakan benar, jika tidak benar katakan tidak benar. 
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita tidak lagi salah dalam perkataan dan hanya menyeru “Haleluya” untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. 
Jika gereja Tuhan disesatkan oleh naga sehingga tidak taat dengar-dengaran dan berbuat dosa sampai puncaknya dosa, maka mereka akan ketinggalan saat kedatangan Tuhan kedua kali dan akan terdengar suara erangan yang dahsyat di bumi. 

  1. Kesetiaan dalam ibadah pelayanan, termasuk kesetiaan dalam nikah.  Lukas 12:37,41-46 12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
    12:41 Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?”
    12:42 Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
    12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
    12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

    Kita harus beribadah melayani Tuhan dengan setia dan bijaksana, setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir. 

    Jika tidak setia, maka pasti tidak benar, sama dengan menjadi hamba yang malas dan jahat. Akibatnya adalah memukul hamba Tuhan yang lain. Kalau dibiarkan, akan jatuh dalam dosa makan-minun (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, sampai nikah yang salah). 

    Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang mendapat kasih karunia dari Tuhan yang bisa tetap bertahan untuk setia dan bijaksana, setia dan benar dalam beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir, juga beribadah melayani dalam nikah. 

    Lukas 12:42-44
    12:42 Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

    Gembala yang beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar serta setia dan bijaksana akan diangkat oleh Tuhan menjadi pengawas milik Tuhan di rumah Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus yang benar, penyembahan yang benar, sampai bisa membawa jemaat menjadi mempelai wanita Tuhan. 

    Demikian juga jika kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar serta setia dan bijaksana, maka kita akan diangkat menjadi pengawas milik Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus, penyembahan yang benar, sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Yesaya 11:5
    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Lukas 17:7-8

    17:7 “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Jika kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, sama dengan kita menjadi pelayan Tuhan dan hamba Tuhan yang selalu memakai ikat pinggang. Artinya kita selalu siap sedia untuk melayani Tuhan bagaikan memberi makan minum Tuhan, sama dengan pelayanan yang memuaskan Tuhan. Hasilnya:

    1. Tuhan juga akan memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani. Urusan makan dan minum adalah urusan Tuhan. Kita juga mengalami kebahagiaan dan kepuasan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apa pun di dunia, sehingga kita tidak mencari kepuasan lain di dunia. 
    2. Ikat pinggang juga untuk merapikan, artinya Tuhan sanggup untuk merapikan hidup kita dan menjadikan semua indah pada waktuNya. 
    3. Tuhan sanggup memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, asalkan kita setia dan benar.  Wahyu 19:11
      19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
    4. Ikat pinggang adalah perhiasan mempelai, sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan.  Yeremia 2:32
      2:32 Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.
  2. Kesetiaan dalam penderitaan bersama Yesus sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali.  Yakobus 1:12 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang mendapat kasih karunia dari Tuhan yang bisa bertahan dalam penderitaan bersama Yesus sampai garis akhir. 

    Mengapa kita diijinkan mengalami penderitaan bersama Yesus?

    Sebab di balik salib ada kemuliaan Tuhan.

    2 Korintus 4:16
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

    Yaitu kita mengalami pembaharuan dan keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dengan kuat dan teguh hati, artinya:

    • Tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apa pun juga, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan.
    • Tidak mau diombang-ambing oleh ajaran palsu, tetapi tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. 

Kuat dan teguh hati sama dengan mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengulurkan tangan kepada Tuhan, berserah kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kasihNya kepada kita untuk memberikan mahkota mempelai. 

Matius 14:28-32
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
14:29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

Petrus setia dalam ibadah pelayanan, setia dalam menghadapi penderitaan di lautan dunia. Tetapi sayang, saat menghadapi angin ajaran palsu, Petrus menjadi bimbang dan mulai tenggelam. Tenggelam berarti kehilangan semua kesetiaan yang selama ini dilakukan, sampai kehilangan keselamatan. 

Untunglah Petrus masih mendapatkan kesempatan untuk mengulurkan tangan kepada Yesus dan menyerah sepenuh kepada Dia. Kita mengaku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Kita menyeru nama Tuhan. Maka Tuhan akan mengangkat dan memulihkan kehidupan kita. Sampai saat kedatangan Tuhan kedua kali, kita terangkat ke awan-awan yang permai untuk bertemu Dia selamanya dan masuk Yerusalem Baru.

Tuhan memberkati.

http://www.gptkk.org/transkrip_ibadah+pendalaman+alkitab+malang,+15+januari+2015+(kamis+sore).html

” UMAT YANG LAYAK”

Posted in Jesus and the Bride of Christ on 04/18/2015 by Ribka Christ

Pdm. Yakobus Yanto

dukungan

Jika kita ingin kota Malang dimenangkan bagi Yesus, maka harus ada satu korban yang mahal dan hal tersebut telah dilakukan oleh Yesus bagi kita.

Sebagai orang yang berdosa, kita seharusnya dibinasakan karena dosa-dosa kita tapi Yesus datang ke dunia untuk menebus kita, dan harga penebusannya tidaklah gratis dan juga tidak murahan, artinya, kita telah di tebus dengan harga yang sangat mahal yaitu dengan darah-Nya sendiri dan jika kita ada sampai sekarang itu semua karena Tuhan. Dia datang dan sedang mencari umat yang layak.

Siapa yang dimaksud dengan umat-Nya yang layak ?

1 Kor 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi, yang dimaksud dengan umat-Nya yang layak adalah orang yang tidak menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan tapi menjadi hamba kebenaran yang membawa kepada pengudusan.

Lalu Allah bertahta dimana ?
Tuhan telah turun ke dunia dan tubuh kita adalah Bait Allah, tetapi sering kita tidak memuliakan Allah, malah mempermalukan Dia dengan cara merusak Bait Allah, mengotori Bait Allah. Banyak anak-anak Tuhan yang meninggalkan Allah, padahal tubuh kita adalah Bait Allah, tubuh kita bukan milik kita sendiri. Kita di tuntut untuk memuliakan Tuhan dengan tubuh kita karena kita adalah Bait Roh Kudus.

1 Kor 3:16-17 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Jadi, kalau kita membinasakan Bait Allah yang Kudus dimana Roh Allah berdiam yaitu tubuh  kita atau hidup kita maka Allah sendiri yang akan membinasakan. Mari, kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan, sebab hidup kita adalah haknya Tuhan dan persembahkan tubuhmu atau hidupmu kepada Tuhan

Ada 2 orang di dunia ini, ada orang-orang yang diangkat dan ada yang ditinggalkan. Hanya orang yang melakukan firman Tuhan yang akan diangkat, tetapi orang yang melakukan kejahatan akan dibinasakan karena tidak memuliakan Tuhan.

Mengapa kita dituntut untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan ?

  1. Melakukan ibadah yang sejati.

Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Apa yang Tuhan mau kita lakukan kalau kita  bisa hidup sampai hari ini ?
Ada 3 hal yang harus kita lakukan/ kerjakan jika sudah diselamatkan :

  1. Persembahan yang terbaik, yaitu persembahan tubuh yang hidup bagi Tuhan.

Persembahan tubuh yang hidup bagi Tuhan berarti hidup Kudus tanpa melakukan perbuatan dosa/ hidup di luar pertobatan hidup dalam dosa

  1. Bertumbuh kerohanian dan menjadi saksi bagi Allah.

Merasa tidak cukup kalau hanya 1 kali ibadah di hari minggu tapi akan berusaha hadir pada kegiatan doa, cool, dll.
Mujizat terbesar saat respon adalah pengorbanan.
Sewaktu Yesus pergi meninggalkan murid-muridNya, maka Ia meninggalkan kuasa yaitu menjadi saksi saat mempersembahkan hidupnya maka orang tersebut menerima kuasa untuk menjadi saksi bagi Kristus dan hidupnya diberkati.

Mat 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga

Kunci Surga telah diberikan kepada kita karena ada kuasa.

  1. Jadi pelaku Firman Tuhan.

Yes 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

Hidup dalam damai sejahtera, berkat berkelipatan, sukacita tidak pernah kering, berkat yang berlimpah-limpah dan tidak pernah berhenti.

Yoh 10 :10b Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Hidup dalam segala kelimpahan berkat ditambah-tambah.
Jadi, responi setiap Firman Tuhan dan lakukan Firman Tuhan.

  1. Ubah pikiran seperti pikiran Kristus/ ubah paradigm kita agar seperti pikiran Tuhan.

Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Tuhan telah memberi yang terbaik/ sempurna hidup Kudus, hidup benar, melayani Tuhan karena telah dibeli dengan harga yang mahal. Sekalipun hidup dalam tubuh jasmani tapi kehidupan tidak dikendalikan oleh pikiran manusia tapi pikiran Kristus.

Gal 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Hidup ini bukan milik kita lagi, dan hidup sekarang ini harus dengan Iman. Apapun masalah/ tantangan hidup sekalipun tidak enak tapi saat jadi pelaku Firman Tuhan maka semua apapun yang diperlukan akan diberkati bahkan lebih oleh Tuhan.

Fil 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Apa pikiran Allah pada kita ?
Roh belas kasihan pada kita. Apapun yang jadi penghalang sehingga kita tidak memiliki belas kasihan seperti pikiran Kristus, maka lepaskan segala penghalang tersebut, sebab hari-hari ini Tuhan sedang lepaskan mujizatNya.

  1. Melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan.

Jika datang beribadah lalu tidak disalami oleh penerima tamu atau pengerja maka tidak mau lagi ke gereja, berarti ibadah nya kepada manusia. Jika tidak diperhatikan lalu tidak mau beribadah lagi, maka ibadahnya hanya karena datang di tempat gereja. Jadi, beribadahlah kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Saat ini, dunia sedang membutuhkan kasih, oleh sebab itu lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Jadilah Hamba Tuhan yang mau melakukan seperti Yesus lakukan, jadilah penuai yang berlandaskan atas dasar Kasih.

Rom 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Lakukan yang terbaik bagi Tuhan sebagai balasan ucapan syukur.

Efe 6: 5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

Jika dengan segenap hati melakukan kehendak Allah untuk taat, gentar, tulus hati kepada tuan/ orang yang ditaruh Tuhan di atas kita, maka kita akan menerima balasan/ ganjaran/ upah dari Tuhan.

Efe 6: 8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

1 Pet 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

Pergunakanlah waktu yang sisa (singkat) bukan untuk keinginan manusia tapi untuk Allah, oleh karena itu minta hikmat, pengetahuan, kepandaian, akal budi, kepintaran kepada Tuhan untuk bisa mengerti pikiran Allah dan melakukan kehendakNya agar menjadi umat yang layak dan telah ditolong oleh Tuhan.

Sejauh mana saudara sudah memberi yang terbaik bagi Tuhan ? 
Dalam hal apa saja sudah melakukan hal-hal yang terbaik bagi Tuhan ? 
Adakah korelasi pokok pikiran kita dengan Tuhan hari ini ? 

Untuk menjadi umat yang layak maka Kuduskanlah tubuhmu sebab Allah adalah Kudus dan kita adalah Bait Roh Kudus dimana Allah bertahta. Oleh karena itu, persembahkan hidupmu untuk memuliakan Allah melalui ibadah kita yang sejati dan bertumbuh karena telah menjadi pelaku kebenaran Firman Tuhan untuk menjadi saksi dan menaruh pikiran Kristus dalam hidup sehingga kita menjadi umat yang layak.

Prophecy of Coming Disasters by Rev Dr. Samuel Doctorian

Posted in Jesus and the Bride of Christ, Prophecy, PROPHETIC END TIMES, Testimonies on 12/31/2014 by Ribka Christ

Kesaksian – Pesan 5 Malaikat Dari 5 Benua Oleh Rev. Samuel Doctorian

Penglihatan Rev. Samuel Doctorian. 20 Juni 1998

doctorian-titelbild

Waktu itu, saya berada sendirian di sebuah rumah, di Pulau Patmos selama berminggu-minggu berdoa dan mencari Tuhan. Saya telah menemukan kapel kecil yang bernama Kapel St. Nicolas. Belum pernah ada orang yang pergi ke sana. Saya pergi ke tempat itu dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah. Saya bertanya-tanya, apakah Tuhan akan mengutus malaikat-Nya yang kesepuluh? Saya telah melihat sembilan malaikat sebelumnya – di Inggris, di Belgrade Yugoslavia, di Aman, Yordan, di Yerusalem, dan satu malaikat yang telah melepaskan seorang wanita dari penggantungan di daratan atas Mesir. Saya melihat malaikat kesembilan di Beirut, di tengah-tengah peperangan. Malaikat tersebut secara fisik membangunkan saya pada pk 03.00 dini hari dan memberitahu saya supaya segera keluar dari negara itu. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan akan hal ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika malaikat itu tidak datang.

Pada tanggal 20 Juni 1998 jam 03.50 dini hari, di sini di Pulau Patmos, tiba-tiba ruangan saya menjadi terang, dan tidak ada penerangan di sekitar sini. Hanya ada rumah kecil ini, yang terletak di ujung jalan, dekat biara. Namun lihatlah, saya benar-benar sadar waktu itu, dan saya melihat lima malaikat yang indah. Di sebelah kanan saya hadir dua malaikat, dan ketika saya melihat ke sebelah kiri, saya melihat tiga malaikat lainnya dengan sayap. Mereka memakai jubah putih panjang yang indah, sampai menyentuh lantai.

Sebelum saya melihat malaikat-malaikat ini di dalam roh, saya telah melihat diri saya sedang menubuatkan hal ini:

“Gereja-Ku, engkau mengkotbahkan kasih, engkau mengajarkan kasih, tetapi engkau harus mempraktekkan kasih (memperlihatkan kasih) itu. Diperlukan kesatuan di dalam tubuh-Ku. Ada banyak perpecahan di antaramu: Roh-Ku tidak akan bergerak dan bekerja kalau tidak ada kesatuan. Ada kedagingan di dalam gereja-Ku; terlalu banyak kenajisan di dalam gereja-Ku. Aku merindukan dan menginginkan umat yang kudus. Aku mati untuk menjadikan engkau kudus.”

Tiba-tiba di tengah nubuatan itu, lima malaikat yang perkasa ini muncul.

Malaikat pertama di sisi kanan saya berkata “Kami adalah lima malaikat dari lima benua. Kami berada di sini untuk memberikan kepadamu pesan-pesan dari lima benua di dunia”. Pada saat saya mendengar suara itu, saya juga mendengar orang banyak itu berteriak, ‘Ohhh, Ohhh, Ohhh…’ Saya percaya kelompok orang banyak ini juga melihat malaikat-malaikat itu. Dengan cara-Nya Tuhan menyatakan kepada saya, bahwa di masa-masa yang akan datang, di banyak tempat di dunia ini, Ia akan menyatakan diri-Nya melalui pelayanan para malaikat. Hal ini akan terjadi secara terbuka, Â ini akan terjadi di dalam gereja-gereja – beribu-ribu orang akan melihat malaikat-malaikat pada saat yang bersamaan. Malaikat-malaikat ini akan melayani tubuh Kristus pada akhir zaman.

Lalu malaikat-malaikat itu berpesan, “Apa yang kau lihat dan dengar, beritakanlah kepada bangsa-bangsa”. Jadi hal ini bukan untuk saya simpan sendiri. Diterima atau tidak, saya harus memberitakannya kepada bangsa-bangsa.

MALAIKAT PERTAMA:
“Aku mempunyai berita untuk seluruh Asia”.

world

Saya melihat Cina, India, Vietnam, Laos, Philipina, Jepang, Singapura, Malaysia dan Indonesia, Papua Nugini, Irian Jaya dan ke selatan, ke Australia dan Selandia Baru. “Akulah malaikat dari Asia,” katanya. Di tangannya saya melihat sangkakala yang hebat. Sangkakala ini akan ditiupnya melintasi seluruh Asia. Jutaan orang akan mendengar suara yang dahsyat dari Tuhan. Lalu malaikat itu berkata, “Akan ada bencana, kelaparan – banyak orang akan mati karena kelaparan. Angin yang dahsyat akan dilepaskan seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak tempat akan digoncangkan dan dihancurkan. Gempa bumi akan terjadi di seluruh Asia dan laut akan menutupi bumi”.

Saya melihat ini pada tanggal 20 Juni 1998. Sekarang adalah tanggal 16 Agustus 1998. Beberapa minggu yang lalu saya telah mendengar berita tentang desa-desa yang disapu bersih dan diseret ke dalam laut di daerah Papua Nugini. Malaikat ini mengatakan kepada saya bahwa hal ini akan terjadi di seluruh Asia. “Bumi akan tenggelam ke dalam laut. Sebagian dari Australia akan digoncangkan. Australia akan terbagi dan bagian terbesar akan masuk ke dalam laut.

Berjuta-juta orang akan mati di Cina dan India. Bangsa akan melawan bangsa, saudara melawan saudara. Orang Asia akan berkelahi dengan sesamanya. Senjata nuklir akan dipakai untuk membunuh jutaan orang. Celaka besar! Celaka besar! Krisis keuangan akan datang di Asia. Aku akan menggoncangkan dunia.”

Penuaian terakhir

“Kemudian akan terjadi kebangunan rohani yang besar – kuk-kuk akan dipatahkan. Rintangan-rintangan akan diangkat. Seluruh Asia – Cina – India – orang-orang akan berpaling kepada Kristus. Di Australia akan terjadi kebangunan rohani yang luar biasa.” Tuhan berkata,

“Aku akan mempersiapkan gereja-Ku untuk kedatangan Kristus.”

MALAIKAT KEDUA:
“Waktu penuaian telah tiba bagi Israel dan semua negara-negara sampai ke Iran.”

Kemudian saya melihat malaikat kedua memegang sabit di tangannya, dan ia berkata, “Waktu penuaian telah tiba bagi Israel dan semua negara-negara sampai ke Iran.” ”Aku telah melihat Turki dan negara-negara yang telah menolak Aku dan yang telah menolak berita kasih-Ku akan saling membenci dan saling membunuh satu sama lain.” Saya melihat malaikat itu mengangkat sabitnya dan turun di atas seluruh negara-negara Timur Tengah.

Darah dan Api

Saya melihat Iran, Persia, Armenia, Azerbaijan, seluruh Georgia, Irak, Siria, Libanon, Yordania, Israel dan seluruh Asia Kecil penuh dengan darah. Saya melihat darah dan api di seluruh negara-negara ini. Senjata nuklir banyak dipakai di banyak dari negara-negara ini. Asap bermunculan dimana-mana. Penghancuran tiba-tiba, Manusia saling menghancurkan satu dengan yang lainnya.

“Israel, o Israel, penghukuman besar telah datang. Orang-orang pilihan, gereja, orang-orang yang tersisa akan disucikan. Roh Allah akan mempersiapkan anak-anak Allah.”

Saya melihat api membumbung sampai ke sorga. “Inilah penghukuman yang terakhir. Gerejaku akan dimurnikan, dilindungi dan siap sedia untuk hari akhir. Manusia akan mati kehausan. Air akan langka di seluruh Timur Tengah. Sungai-sungai akan mengering. Orang akan berkelahi karena air di negara-negara ini.” Malaikat ini menyatakan kepada saya, bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan pecah karena krisis di Timur Tengah ini. Tidak akan ada lagi Perserikatan Bangsa Bangsa. Malaikat pemegang sabit akan menuai panen itu.

MALAIKAT KETIGA:
“Kekafiran di seluruh Eropa”

Kemudian salah satu dari malaikat bersayap itu memperlihatkan kepada saya seluruh Eropa dari utara sampai ke selatan menuju Spanyol dan Portugis. Di dalam tangannya dia memiliki alat pengukur. Saya melihat dia terbang melintasi Eropa, dan saya mendengar suaranya, “Aku didukacitakan, aku didukacitakan, ketidakbenaran, kekotoran (kenajisan), kejahatan di seluruh Eropa. Dosa telah naik sampai ke sorga. Roh Kudus didukacitakan.” Saya melihat sungai-sungai di Eropa meluap dan membanjiri jutaan rumah. Berjuta-juta tenggelam.

Beberapa minggu yang lalu, Chekoslowakia telah mengalami banjir yang hebat yang belum pernah terjadi. Sungai besar di Cina telah membawa bencana hebat, ribuan rumah hancur karena banjir. Saya tidak mengetahui berita-berita ini sebelumnya, sampai sesudah saya melihat penglihatan dan mendengar apa yang dikatakan malaikat itu.

Malaikat itu berkata, “Gempa bumi di seluruh Eropa. Negara-negara yang belum pernah mengalami gempa bumi akan digoncangkan.” Saya melihat menara Eiffel di Paris runtuh, jatuh dan hancur. Sebagian besar Jerman dihancurkan. Kota-kota besar di London, kehancuran terjadi di mana-mana. Saya melihat banjir di seluruh Skandinavia. Saya memandang ke bagian selatan melihat Spanyol dan Portugal yang mengalami kelaparan dan kehancuran besar. Banyak yang akan mati karena kelaparan di seluruh Spanyol dan Portugal.

Saya telah dirisaukan oleh berita-berita ini dan saya berkata: “Tuhan, bagaimana dengan anak-anak-Mu?” Malaikat itu berkata, “Aku akan mempersiapkan mereka. Mereka akan menantikan kedatangan Tuhan. Banyak yang akan berseru kepada-Ku pada hari-hari itu dan Aku akan menyelamatkan mereka. Aku akan menyatakan mujizat yang kuat bagi mereka dan memperlihatkan kuasa-Ku”. Jadi di tengah-tengah kehancuran besar ini, akan ada anugerah Allah atas negara-negara ini.

(*Ada satu nubuatan kehancuran dunia yang mengikuti hancurnya 3 bendungan yang indah di Cina)

MALAIKAT KEEMPAT:
“Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan”

Saya melihat malaikat keempat dengan sayap terbang di atas Afrika, dan saya dapat melihat mulai dari Capetown di selatan sampai ke sebelah utara, yaitu Kairo, Mesir. Malaikat dari Afrika ini memegang sebuah pedang tajam yang hebat di tangannya. Saya mendengar dia berkata, “Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan. Perpecahan diantara penduduk – generasi-generasi yang jauh dari Tuhan, mereka saling membunuh satu sama lain, ribuan penduduk. Aku telah melihat anak-anak-Ku yang setia di Afrika, Aku akan memberi pahala kepada mereka yang setia di benua Afrika. Aku akan memberkati mereka dengan berlimpah.”

“Aku akan mengendalikan cuaca, matahari akan membakar dan menghanguskan beberapa tempat. Sungai-sungai besar akan kering, jutaan orang mati kelaparan. Bagian lainnya akan terjadi kebanjiran. Fondasi-fondasi akan digoncangkan. Pedang-Ku akan menghakimi orang-orang yang tidak benar dan yang haus darah. Begitu banyak gempa bumi akan terjadi sehingga sungai-sungai akan mengalir ke arah yang berbeda di dalam benua itu, membanjiri banyak desa.”

Saya melihat jatuhnya pecahan-pecahan besar dari udara di atas bagian-bagian berbeda dari Afrika. “Akan terjadi kegentaran di atas muka bumi seperti yang belum pernah terlihat sejak diciptakan. Tidak ada satupun yang dapat meluputkan diri dari pedang Tuhan.” Saya melihat sungai Nil kering. Ini adalah dewa Mesir. Ikan-ikan mati dan berbau busuk di seluruh Mesir. Sebagian besar dari tengah Afrika akan ditutupi dengan air – jutaan mati.

“Tuhan,” saya berkata, “Semuanya adalah berita buruk. Semua kehancuran. Adakah berita baik?” Tuhan berkata,

“Hari akhir telah datang, hari penghukuman ada di sini. Kasih-Ku telah ditolak sekarang dan akhir itu telah tiba.”

MALAIKAT KELIMA:
“Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan”

Saya melihat malaikat terakhir terbang di atas Amerika Utara dan Selatan mulai dari Kutub Utara sampai ke Argentina, dari sebelah timur Amerika Serikat sampai California. Saya melihat di tangannya sebuah cawan. Malaikat itu mengatakan bahwa ia akan mencurahkan hukuman-hukuman yang ada di dalam cawan itu ke atas negeri-negeri ini. Lalu aku mendengar malaikat itu berkata, “Tidak ada keadilan lagi, tidak ada kebenaran, tidak ada kesucian, perzinahan, materialisme, kemabukan, perbudakan dosa, penumpahan darah orang yang tidak bersalah, jutaan bayi-bayi dibunuh sebelum mereka dilahirkan, perceraian, generasi pezinah, praktek Sodom Gomora terjadi di sini. *Hari-hari Nuh terjadi di sini. Guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, penolakan terhadap kasih-Ku. Banyak dari mereka memiliki imitasi agama namun menyangkal kuasa yang sejati.”

“Seringkali Allah telah menunda dan telah berbicara, tetapi mereka tidak mendengarkan Dia. Kesabaran-Nya telah sampai akhir. Awaslah, sekarang ini waktunya telah tiba. Mereka telah sangat mencintai uang dan kenikmatan lebih daripada mencintai Aku.” Sementara malaikat mulai menuangkan hukuman dari cawan yang ada di tangannya, saya melihat gunung es yang sangat besar mencair, banjir menggenangi Canada dan Amerika Utara, semua sungai-sungai meluap, kehancuran terjadi di mana-mana. Saya mendengar perdagangan dunia jatuh karena gempa bumi yang dahsyat. Pencakar-pencakar langit di New York runtuh. Jutaan orang mati.

Saya melihat kapal-kapal di laut tenggelam. Saya mendengar ledakan di seluruh negara bagian Utara. Saya melihat malaikat itu mencurahkan cawan di atas Meksiko, dan dua lautan menjadi bersatu, Lautan Atlantik dan Lautan Pasifik. Sebagian besar Utara Brasil ditutupi dengan air, sungai Amazon berubah menjadi lautan besar. Hutan-hutan hancur dan digenangi air. Kota-kota besar di Brasil mengalami kehancuran. Gempa bumi terjadi di berbagai tempat. Sementara malaikat itu mencurahkan cawan hukuman, kehancuran besar terjadi di Chili dan Argentina yang selama ini belum pernah terjadi. Seluruh dunia digoncangkan. *Malaikat itu berkata, “Peristiwa ini akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat.”

(*Chile mengalami suatu gempa bumi berskala 8.0 pada tahun 2006 dan 7,9 pada 2007).

Sebab itu sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menghukum patung-patung Babel; seluruh negerinya akan menjadi malu dan semua orangnya yang terbunuh akan rebah di tengah-tengahnya. Maka langit dan bumi serta segala apa yang ada di dalamnya akan bersorak-sorai tentang Babel, apabila dari utara datang kepadanya para perusak itu, demikianlah firman TUHAN. Babel akan jatuh oleh karena orang-orang yang mati terbunuh di antara Israel sama seperti jatuhnya orang-orang yang mati terbunuh di seluruh bumi oleh karena Babel. Yeremia 51:47-49
*JERAMI PENUAIAN TERAKHIR ALLAH!
Pernikahan Homo dan Nubuatan Akhir Zaman

Satu-satunya masa dalam sejarah ketika “pernikahan” homoseksual dipraktekkan adalah di zaman Nuh. Itu adalah jerami terakhir yang mengakibatkan air bah. Yesus berkata ‘sebagaimana halnya pada zaman Nuh,’ nantikanlah kedatangan-Ku kembali (ayat telah diuraikan).

Pengadilan-pengadilan Amerika telah mendefinisikan kembali arti pernikahan yang telah ada dalam setiap kebudayaan dan setiap agama selama 5.000 tahun sejarah tercatat. Menurut “Babylonian Talmud” (buku interpretasi para rabi Yahudi mengenai ayat-ayat sejak 1.000 tahun sebelum Kristus), hanya ada satu masa dalam sejarah yang mencerminkan dimana kita berada saat ini, ketika pria dinikahkan dengan pria dan wanita dinikahkan dengan wanita.

Kita harus MEMANDANG KE ATAS! .. dan BERSUKACITA! HOREE! BUKAN karena dosa yang najis ini, tetapi karena Yesus Kristus kita, TUHAN akan kembali untuk menyucikan Bumi!

Lalu saya melihat kelima malaikat itu berdiri mengelilingi bumi, mengangkat tangan dan sayap mereka menghadap ke sorga, sambil berkata, “Segala kemuliaan bagi Tuhan di bumi dan di sorga. Sekarang waktunya telah tiba, dan Dia akan memuliakan Anak-Nya. Bumi akan dibakar dan dihancurkan. Segala sesuatu akan lenyap. Langit yang baru dan Bumi yang baru akan datang. Allah akan menghancurkan pekerjaan-pekerjaan iblis selamanya.

Aku akan memperlihatkan kuasa-Ku, Aku akan melindungi anak-anak-Ku di tengah-tengah semua kehancuran ini.”

Malaikat-malaikat itu pergi ke lima arah yang berbeda, mereka siap untuk memulai tugas-tugasnya.

Wahyu 16

Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: “Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi.”
Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.

Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.

Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah. Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: “Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini. Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!”

Dan aku mendengar mezbah itu berkata: “Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu.”

Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.

Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.”

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.

rev_samuel_cover

Rev. Samuel Doctorian

Sumber : http://www.eastlightning.com/2011/07/07/pesan-lima-malaikat-dari-lima-benua/

http://www.tccpj.com.my/newsmaster.cfm?&menuid=10&action=view&retrieveid=17

http://yehudaministry.blogspot.com/2013/07/kesaksian-rahasia-besar-dibalik-tsunami.html

Hidup Dekat dengan Tuhan

Posted in Jesus and the Bride of Christ, Marriage, Praise & Worship, Sermons on 09/13/2014 by Ribka Christ

http://charismachrist.blogspot.com/2014/09/ev-dr-indri-pardede-aria.html

Pdt. Eddy Leo – Build My Home [Part.2]

Posted in Canaan Land, Jesus and the Bride of Christ, RibkaChrist's Videos, Spiritual, The Tabernacle on 09/06/2014 by Ribka Christ

http://charismachrist.blogspot.com/2014/09/nms-pdt-eddy-leo-build-my-home-part2.html

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 83 other followers

%d bloggers like this: