SAAT INI SAAT INDAH

Posted in Praise & Worship on 02/04/2016 by Ribka Christ

Menegur dengan Kasih

Posted in Leadership, Parenting on 02/02/2016 by Ribka Christ

Salam damai,

BQUGAoNCYAA27v7

Sebagai orang percaya, kita sering diingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan hendaknya dilakukan dalam kasih. Namun sayang, penerapan kasih yang benar belum dilakukan dengan baik dalam banyak bidang. Sebagai konselor Kristen yang mengenal kasih, kita diharapkan dapat menolong orang lain untuk menjadi lebih baik dalam mengatasi masalah dengan landasan kasih. Termasuk dalam hal menegur seseorang. Apakah sebagai orang Kristen, kita harus menegur orang lain? Bagaimana cara menegur yang benar menurut Alkitab? Sebagai seorang saudara, kita diperbolehkan saling menegur dan mengingatkan, namun ada kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan dalam mempraktikkannya.Alih-alih menyelamatkan orang lain, kita bisa kehilangan dia bila kita tidak bijak dalam menegur. Nah, untuk menghindari kesalahan dalam menegur, Anda dapat membaca landasan Alkitab dan tip-tip untuk menegur dalam sajian e-Konsel edisi ini. Mari kita saling meneguhkan dengan teguran kasih.

BIMBINGAN ALKITABIAH: MENEGUR DENGAN KASIH

Bahan: 1 Timotius 5:1-2

Kasih adalah ciri khas kehidupan orang Kristen. Kasih seharusnya tidak hanya di bibir saja, tetapi dinyatakan dalam perbuatan nyata. Kasih yang hanya di bibir saja adalah kasih yang semu. Kasih memiliki keterkaitan yang erat dengan pengorbanan, baik pengorbanan materi,perhatian, dan bahkan perasaan.

Kasih adalah wujud nyata dari ajaran Kristus. Segala tindak-tanduk orang Kristen harus didasari oleh kasih, entah itu dalam pelayanan,pekerjaan, bersosialisasi, maupun dalam hal menegur. Teguran yang disampaikan harus dibungkus oleh kasih. Orang yang salah boleh ditegur, asal tetap dalam koridor kasih. Masalahnya, mengapa kita sering menemukan orang yang berniat menegur tetapi akhirnya justru bertengkar dengan orang yang ditegurnya? Mungkin hal itu karena teguran yang diberikan adalah teguran yang di luar koridor kasih. Hal ini sering kita temukan di dunia pekerjaan. Seorang atasan sering menegur bawahannya dengan sewenang-wenang atau sesuka hatinya.Akibatnya bawahannya melakukan perlawanan, dan akhirnya terjadilah pertengkaran.

Contoh teguran yang berada di luar kasih antara lain:

  1. teguran yang dimotivasi oleh amarah,
  2. teguran yang dimotivasi oleh kebencian,
  3. teguran yang dimotivasi oleh membalas,
  4. teguran yang dimotivasi oleh iri hati, atau
  5. teguran yang dimotivasi untuk menunjukkan kuasa selaku atasan.

Jika kita menegur dengan motivasi di atas, maka hasilnya kemungkinan besar bukan mendatangkan kebaikan, melainkan mendatangkan kekacauan.Pada ayat pembuka di atas, Paulus mengajarkan bagaimana kita menegur seseorang, yaitu:

  1. Jangan menegur dengan keras.

Biasanya menegur dengan keras dimotivasi oleh amarah. Amarah menyebabkan mulut tidak terkendali. Mulut yang tidak terkendali akan mengeluarkan kata-kata yang keras dan menyakitkan. Inilah yang menjadi penyebab munculnya masalah baru, yaitu pertengkaran. Akibatnya,keadaan semakin kacau. Bahkan, orang yang ditegur bukannya berubah,malah semakin parah. Sementara orang yang menegur akan terbawa emosi,dan bisa membawanya jatuh ke dalam dosa. Cara ini tidak akan membawa kepada penyelesaian yang lebih baik. Cara yang benar adalah tegurlah dengan suara lembut walaupun hati kita sudah sangat jengkel. Ini sangat sulit dan butuh pengorbanan, yaitu korban perasaan. Itulah kasih, seperti yang saya ungkapkan di atas, kasih itu mau berkorban,termasuk korban perasaan.

  1. Tegurlah dengan tata krama dan sopan santun.

Hargailah orang yang lebih tua walaupun ia salah, tegurlah ia dengan sopan. Itulah tata krama, sopan santun yang benar. Walaupun kita berhak untuk menegurnya, tetapi jangan gunakan hak itu sesuka hati.Hargailah dia sebagai orang yang lebih tua. Jika kita bisa melakukan itu, maka pasti ia tidak akan membenci kita, malah sebaliknya ia akansemakin menyegani kita.

Daud adalah pribadi yang tepat untuk kita jadikan contoh. Walaupun ia tidak berbuat salah, namun Saul sangat benci kepadanya dan ingin membunuhnya. Walaupun begitu, Daud tidak pernah membenci Saul. Bahkan ketika ada kesempatan baginya untuk membunuh Saul, Daud tidak melakukannya. Malah ia menasihati Saul dengan lembut. Itu dapat kita lihat dalam 1 Samuel 24:10-12, “Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: `Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.`Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.”,

  1. Tegurlah dengan didikan.

Terkadang orang melakukan kesalahan karena kekurangan hikmat.Kesalahan seperti ini sering dilakukan oleh kaum muda. Kaum muda adalah orang yang memunyai kekuatan dan semangat, namun sangat disayangkan terkadang mereka kurang berhikmat. Untuk orang yang demikian, cara menegur yang paling baik adalah dengan dimotivasi oleh didikan dan pengayoman, teguran ini biasanya dalam bentuk nasihat yang mendidik. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”(Amsal 22:6)

Oleh sebab itu, jika kita ingin orang yang berbuat salah berubah dari perbuatannya dan berbalik dari jalannya yang salah, maka kita harus menegurnya dengan kasih, bukan dengan amarah atau dengan kebencian.Sebelum kita mengajak dia untuk hidup benar dalam Kristus, kita harus menunjukkan terlebih dahulu kasih Kristus yang benar, yaitu dengan cara menegurnya dalam kasih. Jika kita bisa melakukannya maka masalah yang baru, pertengkaran, tidak akan terjadi, dan orang yang kita tegur tersebut kemungkinan besar akan berubah.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs: Blessedulive`s

Alamat URL: http://blessedulive.wordpress.com/2011/01/06/menegur-dengan-kasih/

Penulis: blessedulive

http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/280

Satu Hal Yang Ku Rindu

Posted in Praise and Worship, Uncategorized on 01/31/2016 by Ribka Christ

Bukan Dengan Kekuatanku by Sari Simorangkir

Posted in Praise & Worship on 01/30/2016 by Ribka Christ

TAK PERNAH KAU TINGGALKAN

Posted in Praise and Worship on 01/29/2016 by Ribka Christ

I AM BLESSED

Posted in Praise and Worship on 01/23/2016 by Ribka Christ

KUDUSKANLAH KRISTUS DI DALAM HATIMU SEBAGAI TUHAN

Posted in Daily Bread.. on 01/22/2016 by Ribka Christ

Kehidupan Kristen haruslah merupakan ekspresi dari hati yang menguduskan Kristus.

1 Petrus 3:15a

“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!”

images (7)

Nasihat yang disampaikan oleh firman Tuhan dalam bacaan hari ini meliputi kehidupan di dalam keluarga atau rumah tangga (3:1-7), gereja (3:8-12) dan masyarakat (3:13-17). Kehidupan di dalam keluarga atau rumah tangga meliputi bagaimana seorang isteri harus berperilaku dan bagaimana seorang suami harus berperilaku. Dalam hal kehidupan di gereja, sangatlah penting adanya kesatuan, perhatian (kasih), dan kerendahhatian yang penerapannya termasuk menjaga lidah dan perbuatan kita (3:8-12).

Di dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus hidup di dalam kebenaran dan siap sedia mempertanggungjawabkan pengharapan yang kita miliki dengan tetap berbuat baik kepada semua orang, termasuk kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita. Semua itu kita lakukan dari hati kita yang menguduskan Kristus.

Maksud dari menguduskan Kristus di dalam hati kita adalah kita menghormati Kristus di dalam hati kita dan hanya Dialah yang menjadi pertimbangan kita di dalam seluruh kehidupan kita, yaitu agar kita tidak mengecewakan Dia. Dalam rangka untuk menyelamatkan kita, Yesus Kristus rela menderita karena dosa-dosa kita, agar kita boleh datang kepada Allah. Ia rela mati dan bangkit untuk kita agar kita memiliki hati nurani yang baik di hadapan Allah.

Sudahkah Anda menguduskan Kristus di hati Anda? Apakah ukuran yang menjadi bahan pertimbangan Anda saat menghadapi berbagai situasi dan kondisi di dalam kehidupan Anda? Apakah menghormati Kristus merupakan ukuran satu-satunya bagi Anda dalam menjalani kehidupan Anda? Ingatlah bahwa kehidupan Anda adalah ekspresi dari hati Anda.[RAAL]

1 Petrus 3

1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
10 ‘Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.’
13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?
14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

http://gkygrv.org/renungdaily.php?jns=&month=6&year=2012&tgl=25

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: