Hendaklah Kamu Semua Penuh Hormat Terhadap Perkawinan

Posted in Marriages on 09/24/2016 by Ribka Christ

Hal-Hal yang Mencemari Kekudusan 

Berbagai jenis percabulan dan/atau perzinahan

dosa

Selingkuh, berhubungan intim diluar nikah, menonton film porno, ‘self service‘ dan kejahatan-kejahatan seksual lainnya pun merupakan hal-hal yang sangat berbahaya. Paulus mengingatkan seperti ini: “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.” (1 Tesalonika 4:3). Ayat ini kemudian dilanjutkan dengan: “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,” (ay 4-5). Dalam ayat ini dikatakan berapa istri? Satu. Bukan dua, tiga apalagi empat. Dan dikatakan, hiduplah dalam pengudusan dan penghormatan.

Ini adalah pesan Tuhan yang sangat penting untuk diingat oleh setiap orang percaya. Kita harus ingat bahwa bahaya perilaku seksual yang menyimpang atau melanggar firman Tuhan ini membawa dampak yang sangat membahayakan kelangsungan perjalanan kita menuju keselamatan kekal. Ada juga orang yang tidak benar-benar berselingkuh tapi hanya melihat, menonton dan berfantasi, atau membayangkan sesuatu yang kotor akan lawan jenis yang ia lihat, inipun merupakan hal yang harus dicegah. Yesus tahu akan kecenderungan ini dan mengingatkan bahwa “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28). Memandang tidak salah. Tapi jika sudah dibarengi dengan menginginkan, maka itu sudah sama dengan berzinah.

Karena itu kita harus menjaga betul hati kita agar tidak mudah terjebak oleh fantasi-fantasi menyesatkan yang berbahaya. Firman Tuhan mengingatkan “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19). Itu sebabnya kita dipesan untuk selalu menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. (Amsal 4:23). Ada banyak ayat yang mengingatkan kita akan bahaya percabulan/perzinahan atau kejahatan-kejahatan seksual lainnya. Selain itu,

Alkitab pun menyatakan bahwa aktivitas seksual antara pria dan wanita diluar ikatan pernikahan adalah hal yang tidak bermoral. Perhatikan dan renungkanlah kaitan ayat-ayat berikut ini:

“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24)
– “Jangan berzinah.” (Keluaran 20:14)
– “tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.” (1 Korintus 7:2)
– “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:9-10).
– “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” (Ibrani 13:4).

Ketiga hal di atas bisa menimbulkan kecemaran terhadap kekudusan kita. Ibarat alergi, kita harus menghindarinya kalau tidak mau dapat masalah. Poin di atas bisa membahayakan kesehatan rohani kita, menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan dan menjauhkan kita dari anugerahNya. Jika berbagai substansi atau zat bisa membuat kita alergi dan mengganggu bahkan bisa membahayakan kesehatan tubuh kita, bahaya berbagai substansi yang bisa merusak kondisi spiritual kita akan jauh lebih berbahaya karena mengarah kepada kemana kita nantinya berakhir di masa kekekalan. Sadarilah akan potensi bahaya yang ditimbulkan, dan jauhilah sebelum menghancurkan kita. Tetaplah kudus, sebab Allah yang kita sembah itu kudus adanya.

Those That Look To Be Happy Must First Look To Be Holy

Andai Harus Memilih

Posted in Bible Verses, Holy Spirit, Salvation on 09/24/2016 by Ribka Christ

Malu Mengakui Yesus

Ayat bacaan: Matius 10:32-33
======================

10644904_751216384999140_483739116811385642_n
“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Menganut kepercayaan yang berbeda dengan kaum mayoritas terkadang menyulitkan bagi sebagian orang. Ada perasaan disisihkan, sulit untuk diterima ditengah-tengah teman sekerja bahkan ada yang mendapatkan kesulitan untuk naik jabatan atau promosi karena perbedaan keyakinan.

Seorang teman mengeluhkan kondisi ini pada suatu ketika. Di kantornya yang dipenuhi mayoritas penganut keyakinan yang berbeda membuatnya sulit menapaki jenjang karir. Contoh lain yang mungkin paling sering adalah ketika tengah mendekati seseorang yang berbeda keyakinan. Ada yang menutupi jati dirinya, malu mengakui bahwa mereka adalah pengikut Kristus, bahkan tidak jarang pula ada yang memilih untuk putus hubungan dengan Kristus demi mendapatkan pasangan hidupnya.

Ada situasi-situasi yang mungkin timbul di mana kita harus menentukan sikap atau harus memilih. Sayangnya ada banyak yang lebih memilih kepentingan dunia ketimbang perkara surgawi. Ada orang yang malu menjadi orang Kristen karena takut dianggap tidak gaul. Tapi coba pikirkan ini. Bayangkan jika seandainya Yesus malu membela kita, bagaimana sekiranya Yesus memilih untuk tidak menanggung malu dan penderitaan akibat penyiksaan sampai mati di kayu salib demi menyelamatkan kita. Apa jadinya kita hari ini? 

Ketika Yesus menggenapi rencana Tuhan mengenai penyelamatan manusia, lihatlah bahwa Yesus harus melewati malu yang demikian besar dan penderitaan mengerikan hanya untuk menebus segala dosa kita. Apa yang kita hadapi hari ini yang mungkin bisa mendatangkan penyangkalan atau rasa malu untuk mengakui Dia tidaklah sebanding dengan apa yang dialami Tuhan Yesus ketika menyelamatkan kita.

Alangkah keterlaluan jika kita malu mengakui Tuhan yang begitu luar biasa besar kasihNya hanya untuk ditukarkan pada kepentingan-kepentingan dunia yang sesaat saja sifatnya. Yesus pun telah mengingatkan jauh-jauh hari agar kita jangan takut kepada manusia. “Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”(Matius 10:26). Tuhan sanggup memelihara kita secara luar biasa.

Jika burung pipit pun dipelihara Tuhan, apalagi kita yang lebih berharga dari burung pipit. (ay 31). Kemudian Yesus mengingatkan sejak awal pentingnya untuk mengakui jatidiri kita secara tegas. Ada konsekuensi yang harus kita terima apabila kita menutupinya, malu mengakui Tuhan kita di hadapan manusia.

Kata Yesus:“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 10:32-33). Orang percaya haruslah berani mengakui Tuhan di depan manusia. Tidak perlu malu, apalagi takut, dengan alasan apapun.

Dalam Amsal kita baca demikian: “Takut kepada orang mendatangkan jerat” (Amsal 29:25). Ya, kita bisa terjerat pada kegelapan ketika kita malu mengakui diri sebagai anak terang. Petrus pernah mengalami hal ini. Dalam keadaan dicekam ketakutan ketika Yesus ditangkap, ia menyangkal Yesus hingga tiga kali sebelum ayam berkokok. (Matius 26:69-75). Untunglah ia segera menyadari kesalahannya dan bertobat.

Bagaimana jika kita tidak sempat untuk bertobat? Yesus tidak akan mau mengakui kita di hadapan Bapa di surga. Akibatnya binasalah kita. Dalam ayat lain kita membaca demikian: “Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.

Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.” (Lukas 12:8-9). Tanpa pesan seperti ini pun sebenarnya kita tidak pantas malu mengakui Tuhan di hadapan orang lain. Tuhan yang sudah begitu baik menyelamatkan kita, sudah begitu setia pada hidup kita, begitu besar kasihNya melindungi dan mencukupi kita, layak mendapatkan segala yang terbaik dari diri kita sebagai ungkapan rasa syukur. Jika mengakuiNya saja kita tidak sanggup bagaimana kita bisa menunjukkan rasa syukur kita?

Jika harus malu, merasa malu-lah ketika melakukan dosa. Tidak pada tempatnya kita merasa malu mengakui Kristus, seharusnya kita malah merasa gembira dan bersukacita karena telah menemukan sang Gembala yang akan menuntun kita menuju kehidupan kekal di sisi Bapa Surgawi.

Dalam kondisi apapun, banggalah menjadi pengikut Kristus, Tuhan yang begitu luar biasa mengasihi kita dan menginginkan kita semua beroleh keselamatan dan tidak satupun binasa. Keselamatan itu bisa bergantung pada situasi apakah kita mengaku dengan mulut atau menyangkal. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9).

Mengapa demikian? “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (ay 10). Hati yang bersukacita penuh syukur tidak akan pernah malu mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Hati yang seperti itu pula yang akan dengan bangga mengakui dengan mulut, dan karenanya beroleh selamat. Sedini mungkin kita harus mau belajar membuka mulut mengakui Kristus dan hidup sesuai firman Tuhan, menjadi terang dan garam di dunia, karena jika kita tidak, semakin lama kita akan semakin sulit melakukannya dan akibatnya mendatangkan jerat. Karenanya buanglah perasaan malu dan takut itu jauh-jauh karena apapun yang ada di dunia ini tidaklah lebih penting dari rasa syukur atas besar kasih Tuhan selama ini pada kita berikut janjiNya akan kebahagiaan kekal, kelak setelah kita selesai menempuh masa kehidupan di dunia ini.

Tuhan begitu baik pada kita, banggalah selalu menjadi anak-anakNya

“ANYONE WHO BELIEVES IN HIM WILL NEVER BE PUT TO SHAME.”

Posted in Bible Verses, Iman/Faith on 09/24/2016 by Ribka Christ

dan-barangsiapa-yang-berseru-kepada-nama-tuhan-akan-diselamatkan

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia  ,  Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.~Mat 10:32

Roma 10:8-15

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.  ” Itulah firman iman, yang kami beritakan. 10:9 Sebab jika kamu mengaku  dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan  ,  dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati  ,  maka kamu akan diselamatkan.  

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 10:11 Karena Kitab Suci berkata: “BARANGSIAPA YANG PERCAYA KEPADA DIA, TIDAK AKAN DIPERMALUKAN.  

10:12Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang,  kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

 10:13 SEBAB, BARANGSIAPA YANG BERSERU KEPADA NAMA TUHAN,  AKAN DISELAMATKAN. 

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!

Romans 10:8-15New International Version (NIV)

But what does it say? “The word is near you; it is in your mouth and in your heart,”[a] that is, the message concerning faith that we proclaim:If you declare with your mouth, “Jesus is Lord,” and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved. 10 For it is with your heart that you believe and are justified, and it is with your mouth that you profess your faith and are saved. 11 As Scripture says, “ANYONE WHO BELIEVES IN HIM WILL NEVER BE PUT TO SHAME.”[b] 12 For there is no difference between Jew and Gentile—the same Lord is Lord of alland richly blesses all who call on him, 13 for, “EVERYONE WHO CALLS ON THE NAME OF THE LORD WILL BE SAVED.”[C]

14 How, then, can they call on the one they have not believed in? And how can they believe in the one of whom they have not heard? And how can they HEAR WITHOUT SOMEONE PREACHING TO THEM? 15 And how can anyone preach unless they are sent? As it is written: “How beautiful are the feet of those who bring good news!”[d]

Kerahkanlah kekuatanMu ya Allah

Posted in Praise & Worship on 09/24/2016 by Ribka Christ

The Good News Of The Gospel- It Sets Us Free (John 8:32)

Posted in Bible Verses, Darkness, Holy Spirit, Salvation, Testimonies on 09/23/2016 by Ribka Christ

He Came to Set the Captives Free

luke-13-11imagewe-were-all-in-jesus-christromans-1-16

Muhammad Yang Tuli Disembuhkan Tuhan Yesus

Posted in Iman/Faith, Isa Al Masih, Testimonies on 09/22/2016 by Ribka Christ

Sekolah Pelatihan Pembom Bunuh Diri

Posted in Hell or Heaven, Isa Al Masih on 09/22/2016 by Ribka Christ

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: