” UMAT YANG LAYAK”

Posted in Jesus and the Bride of Christ on 04/18/2015 by Ribka Christ

Pdm. Yakobus Yanto

dukungan

Jika kita ingin kota Malang dimenangkan bagi Yesus, maka harus ada satu korban yang mahal dan hal tersebut telah dilakukan oleh Yesus bagi kita.

Sebagai orang yang berdosa, kita seharusnya dibinasakan karena dosa-dosa kita tapi Yesus datang ke dunia untuk menebus kita, dan harga penebusannya tidaklah gratis dan juga tidak murahan, artinya, kita telah di tebus dengan harga yang sangat mahal yaitu dengan darah-Nya sendiri dan jika kita ada sampai sekarang itu semua karena Tuhan. Dia datang dan sedang mencari umat yang layak.

Siapa yang dimaksud dengan umat-Nya yang layak ?

1 Kor 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi, yang dimaksud dengan umat-Nya yang layak adalah orang yang tidak menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan tapi menjadi hamba kebenaran yang membawa kepada pengudusan.

Lalu Allah bertahta dimana ?
Tuhan telah turun ke dunia dan tubuh kita adalah Bait Allah, tetapi sering kita tidak memuliakan Allah, malah mempermalukan Dia dengan cara merusak Bait Allah, mengotori Bait Allah. Banyak anak-anak Tuhan yang meninggalkan Allah, padahal tubuh kita adalah Bait Allah, tubuh kita bukan milik kita sendiri. Kita di tuntut untuk memuliakan Tuhan dengan tubuh kita karena kita adalah Bait Roh Kudus.

1 Kor 3:16-17 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Jadi, kalau kita membinasakan Bait Allah yang Kudus dimana Roh Allah berdiam yaitu tubuh  kita atau hidup kita maka Allah sendiri yang akan membinasakan. Mari, kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan, sebab hidup kita adalah haknya Tuhan dan persembahkan tubuhmu atau hidupmu kepada Tuhan

Ada 2 orang di dunia ini, ada orang-orang yang diangkat dan ada yang ditinggalkan. Hanya orang yang melakukan firman Tuhan yang akan diangkat, tetapi orang yang melakukan kejahatan akan dibinasakan karena tidak memuliakan Tuhan.

Mengapa kita dituntut untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan ?

  1. Melakukan ibadah yang sejati.

Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Apa yang Tuhan mau kita lakukan kalau kita  bisa hidup sampai hari ini ?
Ada 3 hal yang harus kita lakukan/ kerjakan jika sudah diselamatkan :

  1. Persembahan yang terbaik, yaitu persembahan tubuh yang hidup bagi Tuhan.

Persembahan tubuh yang hidup bagi Tuhan berarti hidup Kudus tanpa melakukan perbuatan dosa/ hidup di luar pertobatan hidup dalam dosa

  1. Bertumbuh kerohanian dan menjadi saksi bagi Allah.

Merasa tidak cukup kalau hanya 1 kali ibadah di hari minggu tapi akan berusaha hadir pada kegiatan doa, cool, dll.
Mujizat terbesar saat respon adalah pengorbanan.
Sewaktu Yesus pergi meninggalkan murid-muridNya, maka Ia meninggalkan kuasa yaitu menjadi saksi saat mempersembahkan hidupnya maka orang tersebut menerima kuasa untuk menjadi saksi bagi Kristus dan hidupnya diberkati.

Mat 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga

Kunci Surga telah diberikan kepada kita karena ada kuasa.

  1. Jadi pelaku Firman Tuhan.

Yes 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

Hidup dalam damai sejahtera, berkat berkelipatan, sukacita tidak pernah kering, berkat yang berlimpah-limpah dan tidak pernah berhenti.

Yoh 10 :10b Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Hidup dalam segala kelimpahan berkat ditambah-tambah.
Jadi, responi setiap Firman Tuhan dan lakukan Firman Tuhan.

  1. Ubah pikiran seperti pikiran Kristus/ ubah paradigm kita agar seperti pikiran Tuhan.

Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Tuhan telah memberi yang terbaik/ sempurna hidup Kudus, hidup benar, melayani Tuhan karena telah dibeli dengan harga yang mahal. Sekalipun hidup dalam tubuh jasmani tapi kehidupan tidak dikendalikan oleh pikiran manusia tapi pikiran Kristus.

Gal 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Hidup ini bukan milik kita lagi, dan hidup sekarang ini harus dengan Iman. Apapun masalah/ tantangan hidup sekalipun tidak enak tapi saat jadi pelaku Firman Tuhan maka semua apapun yang diperlukan akan diberkati bahkan lebih oleh Tuhan.

Fil 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Apa pikiran Allah pada kita ?
Roh belas kasihan pada kita. Apapun yang jadi penghalang sehingga kita tidak memiliki belas kasihan seperti pikiran Kristus, maka lepaskan segala penghalang tersebut, sebab hari-hari ini Tuhan sedang lepaskan mujizatNya.

  1. Melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan.

Jika datang beribadah lalu tidak disalami oleh penerima tamu atau pengerja maka tidak mau lagi ke gereja, berarti ibadah nya kepada manusia. Jika tidak diperhatikan lalu tidak mau beribadah lagi, maka ibadahnya hanya karena datang di tempat gereja. Jadi, beribadahlah kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Saat ini, dunia sedang membutuhkan kasih, oleh sebab itu lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Jadilah Hamba Tuhan yang mau melakukan seperti Yesus lakukan, jadilah penuai yang berlandaskan atas dasar Kasih.

Rom 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Lakukan yang terbaik bagi Tuhan sebagai balasan ucapan syukur.

Efe 6: 5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

Jika dengan segenap hati melakukan kehendak Allah untuk taat, gentar, tulus hati kepada tuan/ orang yang ditaruh Tuhan di atas kita, maka kita akan menerima balasan/ ganjaran/ upah dari Tuhan.

Efe 6: 8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

1 Pet 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

Pergunakanlah waktu yang sisa (singkat) bukan untuk keinginan manusia tapi untuk Allah, oleh karena itu minta hikmat, pengetahuan, kepandaian, akal budi, kepintaran kepada Tuhan untuk bisa mengerti pikiran Allah dan melakukan kehendakNya agar menjadi umat yang layak dan telah ditolong oleh Tuhan.

Sejauh mana saudara sudah memberi yang terbaik bagi Tuhan ? 
Dalam hal apa saja sudah melakukan hal-hal yang terbaik bagi Tuhan ? 
Adakah korelasi pokok pikiran kita dengan Tuhan hari ini ? 

Untuk menjadi umat yang layak maka Kuduskanlah tubuhmu sebab Allah adalah Kudus dan kita adalah Bait Roh Kudus dimana Allah bertahta. Oleh karena itu, persembahkan hidupmu untuk memuliakan Allah melalui ibadah kita yang sejati dan bertumbuh karena telah menjadi pelaku kebenaran Firman Tuhan untuk menjadi saksi dan menaruh pikiran Kristus dalam hidup sehingga kita menjadi umat yang layak.

Sang Siput dan Sang Arnab

Posted in Illustration on 04/09/2015 by Ribka Christ

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat,  kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib  dialami mereka semua.~SABDAweb Pkh 9:11

prayer-quotes-god-best-sayings-love-peace

Ada sebuah kisah dongeng tentang Sang Siput dan Sang Arnab yang sangat disukai oleh kanak-kanak.Cerita tersebut mengisahkan tentang Sang Arnab yang sangat angkuh dengan kekuatannya.Suatu ketika ia mengajak Sang Siput berlumba lari.Sang Siput menerima ajakan tersebut.Arnab ketawa terbahak-bahak.Dia berlari meninggalkan Sang Siput.Di pertengahan jalan dia duduk dan berkata dalam hatinya,”baik aku tidur,Sang Siput ini sangat lambat macam kura-kura”.Dia mentertawakan Sang Siput.Sang Arnab lalu tertidur dan tidak menyedari Sang Siput telah meninggalkan dia jauh di belakang.Cerita ini mengingatkan saya bahawa hidup di dunia ini hanya sementara.Tiada yang kita banggakan kerana dalam setiap keadaan kehidupan kita Tuhan sangat mengerti dan Dia tidak memandang rendah kita.Bagi Tuhan kita itu sama-sama berharga.Tuhan menentang orang sombong dan merahmati orang yang rendah hati.Di sekolah pula berlaku persaingan dalam kalangan para pelajar.Mereka yang mulanya berada di tangga teratas tidak seharusnya memandang rendah mereka yang di bawah.Sewaktu sekolah menengah ada seorang teman saya merasa rendah diri kerana sepupunya sangat pandai daripada dia.Dia selalu dimarahi oleh ibunya kerana tidak sepandai sepupunya.Teman saya itu terus belajar dan tetap mempraktikkan gaya hidup yang baik.Namun,sepupunya yang pandai  itu berfoya-foya dengan teman lelaki dan akhirnya dia gagal untuk meneruskan pengajian.Teman saya berjaya dan sekarang bekerja sebagai seorang pegawai.Ada juga kanak-kanak yang nampak tidak pandai sewaktu di sekolah rendah namun pada saat usia menginjak dewasa mereka berjaya dalam bidang masing-masing.Siapapun anda jangan pernah memandang rendah orang lain kerana hari esok di tangan yang Maha Kuasa.~Eva Jess

DALAM TINGGAL TENANG DAN PERCAYA TERLETAK KEKUATANMU

Posted in Daily Bread.., Success on 04/08/2015 by Ribka Christ

Filipi-413

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH,Yang Mahakudus,Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal dia kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya  terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan.~ SABDAweb Yes 30:15

Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang,kalau  tidak, ia tidak akan mendekati engkau.~ SABDAweb Mzm 32:9

Rick Joyner

Kekuatan manusia kita terbatas.Hanya bersama Tuhan kita mampu melakukan semua perkara.Ada orang yang tidak menyedari bahawa secara lahiriah dia nampak hebat,menonjol dan kuat.Namun,secara roh dia sebenarnya sangat lemah.Kehidupan doa juga sangat lemah.Bangun pagi untuk berdoapun tidak mampu.Orang seperti ini kadang-kadang sangat garang dalam bertindak.Orang panjat pokok,diapun panjat.Orang selam diapun selam.Orang melompat diapun melompat.Orang buat KKR kitapun nak buat yang lebih besar sedangkan kita tidak melihat sejauh mana kekuatan kita.Kalau kesakitan sudah menyerang tubuh kita,itu tanda Tuhan memperingatkan kita akan ambisi kita yang diluar batas kemampuan manusiawi  kita.Hanya bersama Tuhan kita mampu melakukan segala perkara.Biarlah dia yang mengangkat kita ke tempat yang tinggi.

ENGKAU AKAN SELAMAT, ENGKAU DAN SEISI RUMAHMU

Posted in Daily Bread.. on 04/03/2015 by Ribka Christ

Everyone In Your House Included!

by Oikodomeo

SCRIPTURE
Kisah Para Rasul 16:31  TB
Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Acts 16:31 NIV 
They replied, “Believe in the Lord Jesus, and you will be saved–you and your household. ”

Acts 16:31  MSG
They said, “Put your entire trust in the Master Jesus. Then you’ll live as you were meant to live–and everyone in your house included!

OBSERVATION
Everyone In Your House Included!Hari minggu setelah pulang dari image, saya dan beberapa teman pergi makan di salah satu restoran cepat saji. Di dalam pembicaraan sewaktu kami makan salah seorang anak image yang saya kenal memang sangat kritis dan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada saya. “bagaimana dengan Firman yang berkata “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” apakah memang kalau kita percaya kepada Yesus maka bukan kita saja yang selamat tetapi semua orang yang ada di rumah kita juga akan otomatis selamat kalau kita percaya?” intinya dari pertanyaan ini Apakah karena satu orang bertobat, secara otomatis seisi keluarganya diselamatkan? (melihat ada anak muda yang punya kerinduan akan hal hal yang rohani selalu membuat saya bersemangat. Pembicaraan-pembicaraan yang membangun dan bergairah seperti inilah yang menjadi kerinduan saya bisa dilakukan oleh anak muda di jaman ini, bukan kumpul tak jelas habisin waktu, ngegosip orang lain, habisin uang, joke kotor, dan hal lain yang tidak membangun)

Nah bagaimana apakah pernah kita juga pernah bertanya akan hal ini juga dalam kehidupan kita? Keselamatan ialah milik masing-masing pribadi, tak dapat diwakilkan oleh siapapun. Imamat 5:17 Jikalau seseorang berbuat dosa dengan melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN tanpa mengetahuinya, maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahannya sendiri. Setiap kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri.

Meski demikian, Allah penuh kasih sehingga keselamatan kepala keluarga membawa dampak yang besar bagi seisi keluarganya. Kepala keluarga yang diselamatkan akan menjadi saksi dan memberitakan Injil kepada isteri dan anak-anaknya yang belum percaya. Ketika mereka mendengarkan Injil keselamatan yang terlebih dahulu menyelamatkan si kepala keluarga dan melihat perubahan hidup yang terjadi dalam hidupnya, ini akan membawa anggota keluarganya, datang kepada Kristus.

Hal inilah diperlihatkan oleh kepala penjara itu. Setelah diselamatkan, “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis” (ay. 33).

Ayat 34 menuliskan, “Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.” Guys Gals, ada sukacita tersendiri bagi kita yang melihat seisi keluarganya bisa percaya bahkan bisa bersama-sama melayani Tuhan (teringat lagu yang berlirik “bersama keluargaku melayani Tuhan..”) :) Saya telah mengalaminya lalu bagaimana dengan anda? Janji ini bukan hanya untuk saya tetapi untuk anda juga.

APPLICATION
– Sebagai anggota dari keluarga, kita yang  sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, adakah imanmu terpancar lewat perubahan hidup yang tampak dalam dirimu menjadi magnet untuk mendorong bapak, ibu, dan saudaramu yang lain untuk datang kepada Kristus? Marilah kita menjadi kesaksian hidup dan menyatakan kebesaran-Nya di tengah-tengah keluarga kita.

PRAYER
Tuhan saya percaya kepadaMu, saya percaya kepada janjiMu yang berkata ketika saya percaya kepadaMu maka aku dan seisi rumahku akan selamat. Mampukan aku agar dapat menjadi saksi di dalam keluargaku dan membawa keluargaku datang kepada Tuhan. Dalam nama Yesus Amin!!!

Peace

Posted in Daily Bread.. on 04/02/2015 by Ribka Christ

SEGENGGAM KETENANGAN

Pengkhotbah 4:1-6

peace

“Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin” Pengkotbah 4:6.5 hari bekerja cukup membuatmu lelah,putuskanlah utk menenangkan diri dan pikiran di weekend ini..

“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia. Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Amin.” Apa yang Anda rasakan saat mendengar berkat ini di akhir ibadah? Apakah Anda mereka tenang saat mendengarnya?

Bicara tentang rasa tenang, dalam bacaan hari ini, pengkhotbah tampaknya mereka tidak tenang dalam hidupnya. Ia lelah menghadapi orang – orang yang iri hati dan sibuk dengan hal – hal yang duniawi. Pengkhotbah berharap dapat memiliki segenggam ketenangan. “Segenggam ketenangan” dapat kita artikan “mengalami damai di hati.” Bagaimana cara meperoleh damai? Di Perjanjian Baru, setelah Yesus bangkit, Ia menemui murid – murid yang ketakutan. Yesus menyapa mereka sambil memberi berkat, “Damai bagimu!” (Yoh. 20:19).  Maka, para murid pun mengalami damai Ilahi. Sekalipun tidak lama setelah itu Yesus naik ke surga, damai itu bertahan di hati mereka. Itu berarti damai sejati hanya dapat dialami saat Yesus ada di dalam hati.

Dari mana kita mendapatkan damai? Pengkhotbah melihat sia – sia manusia mengupayakannya. Kisah Yesus menjumpai para murid menunjukkan bahwa kehadiran Kristuslah yang dapat membawa damai di hati. Sudahkah kita meminta Kristus menetap di hati dan memimpin hidup kita? Mari kita terima berkat itu!

  • Doa : Tuhan Yesus, tinggallah di dalam hati kami selamanya. Anugerahkan damai yang sejati saat Engkau menetap di hati kami. Amin.

Mzm. 34; Am. 9:5-15; Flp. 3:13-4:1

Pdt. Riani Josaphine Suhardja

REINHARD BONNKE CRUSADES “HAUS & LAPAR AKAN FIRMAN TUHAN”

Posted in Apostles of Faith, Iman/Faith on 03/27/2015 by Ribka Christ

https://youtu.be/mZZ4F8XFdvA

https://www.bonnke.net/cfan/images/cfan/presse/biography_RB_en.pdf

Pernikahan

Posted in Marriages, Relationship on 03/27/2015 by Ribka Christ

1 KORINTUS 7:3-5

Relations

“Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.”*1 Kor 7:5*

“Do not refuse and deprive and defraud each other [of your due marital rights], except perhaps by mutual consent for a time, so that you may devote yourselves unhindered to prayer. But afterwards resume marital relations, lest Satan tempt you [to sin] through your lack of restraint of sexual desire.”*1 Corinthians 7:5*

EKSPOSISI 1 KORINTUS 7:3-5

oleh: Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.

Nats: 1 Korintus 7:3-5

Dalam pembahasan sebelumnya kita sudah melihat bahwa jemaat Korintus memiliki konsep yang salah tentang hubungan seksual (ay. 1). Mereka menganggap bahwa tidak berhubungan seks (lit. “tidak menyentuh wanita”) adalah baik bagi kerohanian. Mereka bahkan menerapkan ini pada hubungan suami-istri dalam pernikahan. Terhadap kesalahpahaman ini Paulus menasehati jemaat agar berhubungan seks dengan suami atau istri mereka sendiri (ay. 2). Nasihat ini menjadi lebih penting untuk dilakukan mengingat ada bahaya percabulan yang mengancam (ay. 2a; bdk. 6:15-16).

Di ayat 3-4 Paulus memberikan penjelasan mengapa suami-istri harus tetap melakukan hubungan seksual. Dia menjelaskan bahwa relasi suami-istri menuntut kewajiban secara seksual yang harus dipenuhi (ay. 3). Relasi suami-istri juga menyangkut masalah kepemilikan tubuh masing-masing pasangan (ay. 4). Seseorang tidak boleh menggunakan tubuhnya menurut apa yang dia pandang baik dan melupakan suatu kebenaran bahwa pasangannya juga memiliki tubuhnya.

Di ayat 5 Paulus membicarakan perkecualian terhadap nasihat di ayat 2. Suami-istri memang boleh tidak melakukan hubungan seks, namun mereka harus memperhatikan syarat-syarat tertentu. Sikap Paulus ini sangat berbeda dengan jemaat Korintus yang tidak mau berhubungan seks sama sekali dengan pasangan mereka.

Alasan 1: Ada Kewajiban Seksual Dalam Pernikahan (ay. 3)
Dalam ayat ini frase “terhadap istrinya” muncul di bagian awal, seakan-akan Paulus ingin menandaskan “terhadap istrinya, ya, terhadap istrinya seorang suami harus memenuhi kewajibannya.” Pada waktu memberi nasihat kepada para istri di ayat 3b, Paulus tidak meletakkan “terhadap suaminya” di awal kalimat. Hal ini sangat mungkin menyiratkan bahwa problem utama terletak pada pihak suami yang tidak mau berhubungan seks dengan istri (bdk. ay. 1 “adalah baik bagi laki-laki jika ia tidak kawin”). Alasan lain karena telah terjadi dosa perzinahan yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan pelacur (6:15-16).

Kata “memenuhi” (apodidotō) memakai present tense, sehingga menyiratkan perintah yang harus dilakukan terus-menerus. Pemilihan tense ini bukan tanpa alasan. Beberapa orang telah melupakan hubungan seks dengan pasangan, jadi mereka perlu dinasehati untuk berhenti melakukan hal itu dan sebaliknya melakukan hal itu secara kontinyu dengan pasangannya. Bahkan ketika Paulus memberikan perkecualian di ayat 5 untuk berpisah sementara itu, ia menegaskan bahwa pendapatnya itu bukan perintah tetapi kelonggaran (ay. 6). Artinya, dalam keadaan yang normal suami-istri harus terus-menerus melakukan hubungan seks.

Yang harus dipenuhi adalah “kewajiban” (opheilē). Kata ini dalam PB memiliki arti “utang” (Mrk. 18:32) atau “sesuatu yang harus dibayar” (Rm. 13:7). Dalam bagian lain kata ofeilh sering dipakai sebagai ungkapan halus (eufimisme) untuk berhubungan seks.

Penggunaan kata ofeilh yang memiliki makna “utang” atau “sesuatu yang harus dibayar” menunjukkan penghargaan Paulus yang tinggi terhadap seks dalam pernikahan. Bagi dia berhubungan seks bukan sekadar masalah pilihan atau keinginan, tetapi keharusan. Paulus sangat mungkin dipengaruhi oleh tradisi Yahudi yang mengajarkan bahwa kebutuhan seks merupakan salah satu kewajiban suami terhadap istri selain masalah pakaian dan makanan (Kel. 21:10).

Sikap di atas berbeda dengan konsep umum di kalangan orang Yahudi. Mereka biasanya melihat seks hanya sebagai sarana untuk prokreasi (memiliki anak). Beberapa penulis Yahudi bahkan menganggap hubungan seks yang tidak ditujukan untuk memiliki anak merupakan tindakan yang tercela dan bahkan disamakan dengan binatang. Bagi Paulus hubungan seks bukan hanya masalah prokreasi, tetapi rekreasi dan obligasi. Tuhan menciptakan keagungan seks dan itu harus dinikmati serta dirayakan oleh manusia.

Alasan 2: Ada Kepemilikan Tubuh Bersama Dalam Pernikahan (ay.. 4)
Di ayat ini Paulus mengajarkan bahwa suami/istri tidak berkuasa (exousiazō) atas tubuhnya sendiri. Terjemahan “kuasa” (LAI:TB/KJV/ASV) kurang begitu tepat. Kata exousiazō sebaiknya diterjemahkan memiliki otoritas (NASB/NRSV). Bentuk pasif dari kata ini sebelumnya sudah dipakai di pasal 6:12 dengan arti “diperhamba.” Di tempat lain kata ini dipakai untuk pemerintah yang memerintah atas rakyatnya (Luk. 22:25).

Penggunaan istilah ini menyiratkan bahwa jemaat Korintus cenderung terjebak pada konsep “kebebasan” atau “hak” yang keliru. Mereka lupa bahwa kebebasan tetap harus memperhatikan kepentingan orang lain, apalagi dalam konteks pernikahan istri memang memiliki otoritas tubuh suaminya, begitu pula sebaliknya. Inti yang mau disampaikan Paulus bukan “aku memiliki tubuhmu”, tetapi “kamu memiliki tubuhku sehingga aku tidak bisa menggunakannya semauku sendiri.” Paulus tidak mengajarkan eksploitasi tubuh orang lain, tetapi penghormatan terhadap hak orang lain.

Konsep kepemilikan tubuh bersama di atas didasarkan pada dua pemikiran. Yang paling penting, relasi suami-istri memang menyangkut proses menjadi satu daging (Kej. 2:24). Dalam Kidung Agung kedekatan relasi suami-istri berkali-kali digambarkan dengan ungkapan “kekasihku kepunyaanku dan aku kepunyaan dia” (2:16; 6:3; 7:10). Jangankan dengan suami-istri sendiri, perzinahan dengan pelacur pun sudah menciptakan kesatuan yang lebih serius daripada sekadar kontak fisik. Perzinahan membuat seseorang menjadi satu tubuh dengan yang dia ajak berzinah (6:16).

Dasar yang lain adalah prinsip kasih. Orang yang menikah harus mulai memikirkan kepentingan atau urusan pasangannya (7:33-34). Salah satu wujud kasih adalah “tidak mencari kepentingan sendiri tetapi orang lain” (13:7). Setiap orang Kristen harus menunjukkan kasih dalam bentuk tidak mau melakukan sesuatu yang menjadi batu sandungan bagi orang lain,s ekalipun ia mungkin memiliki alasan atau hak untuk melakukan hal tersebut (8:9, 13; 10:24, 33).

Kasus Khusus (ay. 5)
Bentuk present tense dalam larangan “jangan menjauhi” (mē apostereite) lebih bermakna “berhentilah menjauhi.” Makna ini sesuai dengan apa yang memang sudah terjadi dalam jemaat Korintus. Mereka bukan sekadar memiliki konsep yang salah, tetapi mereka sungguh-sungguh sudah mempraktikkan konsep tersebut. Paulus memberi nasihat agar mereka berhenti melakukan kesalahan ini.

Penggunaan kata dasar “apostereō” di ayat ini merupakan ungkapan yang menarik, sayangnya penerjemah LAI:TB gagal menangkap makna yang sebenarnya dari kata ini. Semua versi Inggris menerjemahkan dengan kata “menghilangkan” (KJV/ASV “defraud”, NIV/NASB/NRSV “deprive”). Terjemahan mayoritas ini sangat tepat karena kata apostereō sudah dipakai Paulus sebelumnya dengan arti “merugikan” (6:7-8; bdk. Yak. 5:4). Makna ini juga sesuai dengan kata “kewajiban/utang” (opheilē) yang sudah dipakai di ayat 3. Dari penggunaan ini terlihat bahwa ketika mereka tidak mau melakukan hubungan seksual, mereka sebenarnya sedang menghilangkan sesuatu, yaitu hak atau otoritas dari pasangan mereka masing-masing.

Walaupun dalam keadaan normal suami-istri harus terus melakukan hubungan seksual, namun Paulus tetap memberi sebuah kelonggaran (bdk. ay. 6) Dalam kasus yang khusus suami-istri boleh tidak melakukan kewajibannya. Syarat yang diberikan adalah “atas persetujuan bersama” (ek sumphōnou). Sikap jemaat Korintus yang meninggalkan persetubuhan dengan pasangan merupakan tindakan yang sepihak dan tidak menghargai kepentingan orang lain. Mereka tidak peduli apakah pasangannya akan menyetujui tindakan itu atau tidak, karena itu Paulus menempatkan syarat “atas persetujuan bersama” sebagai syarat pertama.

Selanjutnya ia menambahkan “untuk sementara waktu” (pros kairon). Jika tindakan menjauhi seks yang dilakukan jemaat Korintus didasarkan pada pertimbangan teologis untuk menunjukkan kerohanian yang tinggi, maka kemungkinan besar tindakan ini akan berlangsung lama atau bahkan permanen. Mereka akan berpikir bahwa semakin lama bertarak akan semakin baik bagi kerohanian. Tentang hal ini Paulus memberi syarat yang jelas, yaitu “untuk sementara waktu.”

Di bagian akhir ayat 5 Paulus memakai tiga kata kerja subjunctive untuk menunjukkan tujuan. Kita perlu memperhatikan bahwa tujuan di sini bukan menerangkan “kecuali atas persetujuan bersama”, tetapi “untuk sementara waktu.” Mengapa perlu dibatasi waktunya?

Pertama, supaya dapat berdoa. Sebagian penafsir menganggap bahwa doa di sini tidak merujuk pada doa pribadi pada setiap waktu yang kita maui, tetapi lebih berkaitan dengan persiapan untuk momen-momen khusus tertentu. Orang-orang Yahudi sudah terbiasa untuk menjauhi beberapa hal sebagai persiapan merayakan hari raya atau berjumpa secara khusus dengan Allah (Kel. 19:15; Im. 15:18; 1Sam. 21:4-6). Dari sini terlihat bahwa kita tidak boleh mengeksploitasi waktu doa seenaknya demi menjauhi hubungan seks. Walaupun doa merupakan sesuatu yang rohani dan penting bagi orang Kristen, namun hal ini tidak bisa meniadakan kewajiban suami-istri dalam hal seksual. Ini berarti bahwa di mata Paulus, berdoa dan melakukan hubungan seks dengan pasangan sama-sama merupakan perkara yang rohani.

Kedua, supaya kembali hidup bersama. Penerjemah LAI:TB memberikan titik setelah frase “supaya kamu dapat berdoa” dan menganggap frase palin epi to auto ēte sebagai kalimat perintah (lihat juga NIV). Terjemahan ini tidak tepat, karena kata kerja hte berbentuk subjunctive, sehingga masih memberikan keterangan lanjutan tentang tujuan. Jemaat Korintus diperboleh menjauhi pasangan untuk sementara waktu supaya mereka dapat kembali bersama.

Ketiga, supaya tidak dicobai iblis. Situasi dalam kehidupan jemaat Korintus yang rawan dengan percabulan (6:15-16; 7:2a) merupakan senjata ampuh bagi iblis untuk menjatuhkan mereka. Masalah ini semakin diperparah dengan keadaan beberapa jemaat yang memang tidak tahan bertarak (7:5, 9). Bagi mereka yang tidak memiliki karunia untuk membujang (bdk. 7:7-8), maka godaan dalam bidang seksual yang mereka hadapi adalah lebih besar daripada mereka yang memiliki karunia itu. Berpijak dari pertimbangan ini, maka tindakan jemaat yang meninggalkan hubungan seksual dengan pasangan dalam waktu yang lama merupakan tindakan yang bodoh, karena memberi kesempatan kepada iblis.

Sumber:
“The evil in our desires often lies not in what we want, but in the fact that we want it too much.”(Dr. John Calvin; paraphrased by Dr. David Powlison; as quoted in Rev. C. J. Mahaney, Worldliness: Resisting the Seduction of a Fallen World, ed. C. J. Mahaney, p. 20)

Pagi ini saya bangun lebih kurang pukul 5.00 pagi dan bersiap untuk ke tempat kerja.Saya agak terkejut ketika menjenguk keluar rumah kerana sebuah kereta “parking” di hadapan rumah.Saya mengetahui kereta tersebut milik bekas teman lelaki jiran saya yang sudah berkahwin.Wanita itu sudah berkahwin dan sudah memiliki anak.Suaminya baru hari minggu lepas saya lihat berkunjung dan sekali- sekala pulang ke rumah untuk menjenguk anak dan isteri.Suaminya bekerja di negara jiran dan kerana jarang balik Si Isteri mengambil kesempatan menjalin hubungan dengan bekas kekasihnya.Hari ini pengaruh media sosial melebarkan lagi jalan iblis untuk merosakkan rumahtangga anda.Saya tidak suka mencampuri urusan rumahtangga orang namun kalau Tuhan meminta saya untuk memperingatkan sesiapa sahaja,saya harus memberi peringatan agar kesalahan anda tidak menimpa saya.Saya memperingat para isteri yang suaminya bekerja jauh anda harus mengikuti suami anda agar iblis tidak punya kesempatan merosakkan hubungan anda suami isteri.Kalau suami anda sampai berselingkuh itu juga salah anda sebagai isteri.Begitu juga sebaliknya.~RC

“MENGUTAMAKAN KELUARGA”

Saya mengajarkan bahawa Gereja tidak patut terpengaruh dengan muslihat Raja Mesir apabila dia cuba meyakinkan Musa dan Harun untuk meninggalkan wanita-wanita dan anak-anak mereka sementera semua lelaki pergi menyembah Tuhan( Keluaran 10:10-11)

Saya menggalakkan pemimpin-pemimpin untuk membawa keluarga mereka di dalam pelayanan mereka untuk Tuhan, termasuk membawa ahli keluarga mereka bersama mereka jika boleh.Saya menunjukkan bahawa nabi-nabi juga mengalami dilemma yang sama yang membuatkan Paulus bertanya, “Adakah kami tidak berhak membawa isteri Kristian dalam perjalanan, seperti yang dilakukan oleh saudara-saudara Tuhan Yesus dan oleh rasul-rasul lain, termasuk Petrus?” 1 Korintus 9:5

Banyak pemimpin-pemimpin yang lemah dalam bahagian ini. Ramai daripada mereka nampak ”berjaya” di dalam pelayanan mereka tetapi keluarga mereka mengalami keretakan ~ Yun.

”Pemimpin-pemimpin yang bijaksana akan ”BERSINAR” seperti langit yang cerah dan mereka yang mengajar orang berbuat baik dan adil akan bersinar seperti bintang selama-lamanya” ~ Daniel 12:3

https://rahelhunter.wordpress.com/2011/05/04/priority/mengutamakan-keluarga-2/

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry Musings

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry Musings

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 79 other followers

%d bloggers like this: