Casting Out The Spirit of Jealousy

Posted in Light, Love, Prosperity, Success on 10/07/2016 by Ribka Christ

Amsal 14:30
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

d2b7aaec2bbfe55e86669d6ffbc9cd86-1

Renungan:
Cara orang menangkap kepiting biasanya sebuah kotak akan ditaruh di dalam air dengan sisi bagian atas yang dibiarkan terbuka agar kepiting-kepiting dapat masuk. Ketika kotak tersebut sudah penuh, maka sisi yang terbuka kemudian ditutup. Sebenarnya sebelum kotak itu ditutup, kepiting-kepiting yang sudah masuk dapat keluar kembali dengan mudah. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi karena di saat seekor kepiting berusaha untuk keluar, maka yang lain akan menariknya turun sehingga tidak ada yang dapat keluar dari kotak tersebut.

Hal ini sama dengan orang yang memelihara sifat iri hati. Ia tidak akan pernah bisa maju. Ketika ada orang lain yang ingin maju, maka ia akan berusaha menghalangi dan menggagalkan dengan berbagai cara. Perasaan iri hati akan membawa kita pada suatu keadaan yang sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Waspadalah terhadap perasaan iri hati, karena perasaan itu dapat datang kapan saja. Ketika rasa iri itu datang, berusahalah untuk menguasai diri dan tidak membiarkan diri kita diajak untuk merasa iri, karena firman Tuhan berkata, “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan berbagai macam perbuatan jahat,” ( Yak 3:16 ). Tuhan memberkati.

The Soul-Winner’s Crown

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Heaven, Holy Spirit, Iman/Faith, Inspirational, Jesus and the Bride of Christ, Leadership, Ministries, Missions on 03/23/2017 by Ribka Christ

Macam-macam Mahkota Orang Kristen

Five Crowns & Rewards in Heaven

Macam-macam mahkota

Dalam Alkitab, ada 5 (lima) mahkota yang berbeda yang orang Kristen bisa dapatkan pada pelayanan kepada Kristus, yaitu :

  1. Mahkota Abadi

Diberikan untuk melatih pengendalian diri dan berjuang untuk menjadi yang terbaik yang Anda bisa untuk Tuhan.

1 Korintus 9:25  Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota  yang  fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

  1. Mahkota Kemegahan

Diberikan untuk memenangkan orang lain bagi Kristus

1 Tesalonika 2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau  bukan  kamu?

  1. Mahkota Kebenaran

Diberikan untuk yang merindukan kedatangan Kristus.

2 Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

  1. Mahkota Kehidupan

Diberikan untuk bertahan dalam percobaan.

Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa  yang mengasihi Dia.

Wahyu 2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan  Aku  akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

  1. Mahkota Kemuliaan

Diberikan untuk rajin dan setia menggembalakan kambing domba Gereja.

1 Petrus 5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Untuk mendapatkan mahkota, kita harus mengikuti peraturan pertandingan dan mencapai garis akhir serta tetap memelihara iman kepada Tuhan Yesus.

2Tim 2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

2Tim 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Why 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

Source:Macam-macam Mahkota Orang Kristen

Inspirational

Kerinduan Akan Allah Yang Sejati-“Don Richardson”

Posted in Missionaries, Salvation, Visions and Prophecies on 03/21/2017 by Ribka Christ

Don Richardson dan Suku Sawi Di Irian Jaya

Don RichardsonSalah satu dari ahli teori misi praktis yang telah menarik banyak minat di dunia Barat adalah Don Richardson. Bukunya “Peace Child” (Anak Perdamaian) dan “Lords of the Earth” (Para Penguasa Bumi) yang ditujukan bagi orang-orang Kristen awam ini menyajikan tentang kerumitan dalam mengkomunikasikan Injil secara lintas budaya kepada orang-orang non-Kristen, khususnya suku- suku yang jauh dari peradaban barat. Mungkin lebih dari misionaris lainnya di Amerika, dia bisa menarik baik orang awam maupun para ahli misiologi.

Prinsipnya tentang “Redemptive Analogy” (Analogi Penebusan) — penerapan tentang prinsip keselamatan ke dalam budaya lokal — telah menyebabkan antusiasme dan debat dalam siklus misiologi semenjak dia menjelaskan prinsip tersebut di sebuah seminar di Dallas Theological Seminary tahun 1973. Sejak saat itu pengaruhnya telah berkembang melalui buku-buku dan artikel-artikel yang ditulisnya, konferensi yang diadakannya, pembuatan film “Peace Child”, dan asosiasinya dengan U.S. Center for World Mission di Pasadena.

Dalam sebuah kebaktian di Prairie Bible Institute tahun 1955, Don Richardson, seorang pemuda yang saat itu masih berusia 20 tahun, menjawab panggilan untuk terlibat dalam pelayanan misi ke luar negeri. Panggilan yang dijawabnya ini bukanlah panggilan yang masih samar-samar — untuk pergi ke “suatu tempat” yang belum jelas — tetapi merupakan panggilan yang penuh kepastian untuk melayani suku- suku pengayauan (pemburu kepala manusia) di Netherlands New Guinea (sekarang Irian Jaya), dimana kekejaman merupakan cara hidup suku-suku tersebut. Banyak orang menghadiri kebaktian di Prairie Bible Institute tsb. dan mendengar khotbah dari Ebenezer Vine yang berusia 71 tahun dari “Regions Beyond Missionary Union” (RBMU). Prairie Bible Institute telah cukup terbiasa melihat sebagian besar lulusannya terpanggil untuk melayani di luar negeri. Di antara lulusan yang memiliki keputusan yang sama dengan Don pada saat itu adalah Carol Soderstrom, seorang gadis cantik dari Cincinnati, Ohio, yang lima tahun kemudian menjadi istri Don.

Tahun 1962, sesudah menyelesaikan kursus di Summer Institute of Linguistics danDon and Carol Richardson with son Steve menunggu kelahiran anak pertama mereka, Don dan Carol berlayar menuju New Guinea, dimana mereka bergabung dengan pelayanan misionaris RBMU sampai mereka ditugaskan untuk melayani suku yang ditunjuk — suku Sawi, salah satu suku yang memiliki budaya yang merupakan gabungan antara kanibalisme dan pengayauan. Sangat berbahaya! Tidak hanya penduduknya yang menakutkan, wilayah yang didiami suku Sawi juga merupakan tempat yang menakutkan sebagai tempat tinggal bagi istri dan anaknya yang masih berusia tujuh bulan. Namun Don tidak pernah meragukan panggilannya.

Sudah cukup beban bagi Don dan Carol untuk memikirkan ketakutan akan tempat dan penyakit berbahaya yang ada di sini. Namun mereka akan bertambah takut jika mereka tidak segera menguasai bahasa suku Sawi. Hal itu merupakan pergumulan terberat bagi mereka. Meskipun merasa “otaknya serasa mengecil” dalam proses pembelajaran bahasa itu, Don mengatur jadwalnya untuk belajar bahasa Sawi selama 8 – 10 jam sehari supaya akhirnya ia dapat menjadi komunikator yang fasih dalam bahasa Sawi.

Don Richardson teaching the SawiSaat Don mempelajari bahasa Sawi dan semakin mengenal penduduk Sawi, dia mulai menyadari adanya rintangan-rintangan yang dihadapinya untuk mengenalkan kekristenan kepada mereka. Jurang yang memisahkan antara kekristenannya yang alkitabiah dengan keganasan suku Sawi tampaknya terlalu sulit untuk dijembatani. Bagaimana mereka dapat menceritakan tentang Juruselamat yang maha kasih, dan yang bersedia mati bagi mereka? Penghalang-penghalang komunikasi tampaknya susah diatasi sampai Don menemukan “Redemptive Analogy” (Analogi Penebusan)– konsep dari suku Sawi mengenai “Peace Child” (Anak Perdamaian).

Dalam budaya mereka, suku Sawi telah menemukan cara untuk membuktikan ketulusan niat dan membangun perdamaian. Sebelumnya, suku Sawi selalu mencurigai segala pernyataan yang dilakukan untuk menjalin persahabatan, kecuali untuk satu pernyataan: Jika seorang pria bersedia menyerahkan anak laki-lakinya kepada para musuhnya, maka pria itu dapat dipercaya. Analogi Anak Perdamaian inilah yang dipakai Don untuk menunjukkan kepada suku Sawi bahwa Allah adalah seorang Bapa yang bersedia mengorbankan putra-Nya sendiri.

Anak Perdamaian ini sendiri tidak dapat menyelesaikan semua rintangan komunikasi untuk memahami Kekristenan. Oleh karena itu Don dan Carol mencari analogi-analogi lain yang dapat dipakai untuk bersaksi. Juga sebagai seorang perawat, Carol menolong hampir sebanyak 2.500 pasien setiap bulannya. Melalui kesabaran mereka berdua, lambat laun suku Sawi mulai mengenal Kekristenan. Don, dengan bantuan Carol, mulai menerjemahkan Perjanjian Baru dan mengajar suku Sawi untuk membaca.

Tahun 1972, setelah satu dekade melayani suku Sawi, banyak terjadi perubahan. Rumah pertemuan yang biasa dipakai untuk beribadah diperluas. Don menyarankan untuk membuat “Sawidome” — sebuah rumah yang dapat menampung sedikitnya 1000 orang. Rumah ini menjadi “rumah perdamaian bagi mereka yang dulu saling bermusuhan.”

Setelah menyelesaikan penerjemahan Perjanjian Baru, Don Richardson dan keluarganya meninggalkan suku Sawi dan menyerahkannya di bawah pengawasan para penatua gereja mereka dan John serta Esther Mills, pasangan misionaris lainnya yang melayani suku Sawi.

Diterjemahkan dan diringkas dari sumber:

Papua Ethnic

 

Joel Osteen, Your Best Life Now

Posted in Quotes, Wise Words on 03/20/2017 by Ribka Christ

 

eleanor-roosevelt-no-one-can-make-you-feel-inferior-without-your-consent

“The bible says no man can take your joy. That means no person can make you live with a negative attitude. No circumstance, no adversity can force you to live in despair. As Eleanor Roosevelt, wife of wheelchair-bound President Franklin D. Roosevelt, often said, ‘No one can make you feel inferior without your consent.” ― Joel Osteen

“Keep in mind, hurting people often hurt other people as a result of their own pain. If somebody is rude and inconsiderate, you can almost be certain that they have some unresolved issues inside. They have some major problems, anger, resentment, or some heartache they are trying to cope with or overcome. The last thing they need is for you to make matters worse by responding angrily.” ― Joel Osteen

“It is important for a husband to understand that his words have tremendous power in his wife’s life. He needs to bless her with words. She’s given her life to love and care for him, to partner with him, to create a family together, to nurture his children. If he is always finding fault in something she’s doing, always putting her down, he will reap horrendous problems in his marriage and in his life. Moreover, many women today are depressed and feel emotionally abused because their husbands do not bless them with their words. One of the leading causes of emotional breakdowns among married women is the fact that women do not feel valued. One of the main reasons for that deficiency is because husbands are willfully or unwittingly withholding the words of approval women so desperately desire. If you want to see God do wonders in your marriage, start praising your spouse. Start appreciating and encouraging her. Every single day, a husband should tell his wife, “I love you. I appreciate you. You’re the best thing that ever happened to me.” A wife should do the same for her husband. Your relationship would improve immensely if you’d simply start speaking kind, positive words, blessing your spouse instead of cursing him or her.” ― Joel Osteen

“Start calling yourself healed, happy, whole, blessed, and prosperous. Stop talking to God about how big your mountains are, and start talking to your mountains about how big your God is!” ― Joel Osteen

“You have to learn to follow your heart. You can’t let other people pressure you into being something that you’re not. If you want God’s favor in your life, you must be the person He made you to be, not the person your boss wants you to be, not even the person your parents or your husband wants you to be. You can’t let outside expectations keep you from following your own heart.” ― Joel Osteen

“To live your best life now, you must learn to trust God’s timing, you may not think He’s working, but you can be sure that right now, behind the scenes, God is arranging all the pieces to come together to work out His plan for your life.” ― Joel Osteen

“(after listening to people gripe and complain just smile and remember) Crows can’t hang with eagles.” ― Joel Osteen

“God wants you to have a good life, a life filled with love, joy, peace, and fulfillment. That doesn’t mean it will always be easy, but it does mean that it will always be good.” ― Joel Osteen

“Certainly, other people can pray for you, they can believe for you, they can quote the scripture to you, but you must exercise faith for yourself. If you are always depending on somebody else to keep you happy, somebody else to encourage you or to get you out of trouble, you will live in perpetual weakness and disappointment. You must make a decision that you are going to be a believer. Take charge of your life and decide, “No matter what comes against me, I believe in God. I’m going to have a positive outlook for my life! Other people’s faith can indeed bolster yours. But your own faith will bring you a miracle much faster than anybody else’s. What you believe has a much greater impact on your life than what anybody else believes.” ― Joel Osteen

Apa Benar Yang Masuk Surga Cuma 144.000 Orang Aja?

Posted in Baptism of the Holy Spirit, Canaan Land, False Teaching & Doctrines [Danger], Heaven, Hell or Heaven, Holy Spirit, Jesus and the Bride of Christ, Salvation, Testimonies on 03/19/2017 by Ribka Christ

&Seratus Empat Puluh Empat Ribu Orang Israel

144000

Setelah itu, aku nampak empat malaikat berdiri di empat penjuru bumi, dan menahan keempat-empat angin di bumi supaya tidak bertiup di darat, di laut, ataupun pada pokok-pokok. + Lalu aku nampak malaikat lain muncul dari sebelah timur, dengan membawa meterai yang digunakan oleh Allah yang hidup. Dengan suara lantang malaikat itu memanggil keempat-empat malaikat yang sudah diberikan kuasa oleh Allah untuk merosakkan darat dan laut. Malaikat itu berkata, “Janganlah rosakkan darat, atau laut, ataupun pokok-pokok, sehingga kami telah memeterai dahi hamba-hamba Allah kita.” + Aku diberitahu bahawa 144,000 orang ditandai dengan meterai Allah pada dahi mereka. Mereka berasal daripada dua belas suku Israel; 5-8 dua belas ribu orang daripada setiap suku, iaitu suku Yehuda, Ruben, Gad, Asyer, Naftali, Manasye, Simeon, Lewi, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. [Wahyu 7:1-8]

Lautan Manusia

copy-3-of-picture1 (3)

Wahyu 7:9-17

Setelah itu aku melihat lagi, lalu nampak lautan manusia yang luar biasa banyaknya. Tidak seorang pun dapat mengira mereka! Mereka daripada setiap bangsa, suku, negara, dan bahasa. Dengan berpakaian jubah putih dan dengan memegang daun palma di tangan, mereka berbaris-baris berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba itu. 10 Mereka berseru dengan suara kuat, “Kita telah diselamatkan oleh Allah kita, yang duduk di atas takhta, dan oleh Anak Domba itu!” 11 Semua malaikat berdiri di sekeliling takhta, para pemimpin, dan keempat-empat makhluk itu. Lalu mereka semua bersujud di hadapan takhta dan menyembah Allah. 12 Mereka berkata, “Amin! Pujian, kemuliaan, kebijaksanaan, kesyukuran, penghormatan, kekuasaan, dan kemegahan bagi Allah kita selama-lamanya! Amin.”

13 Salah seorang pemimpin itu bertanya kepadaku, “Siapakah mereka yang berjubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?”

14 “Saya tidak tahu, tetapi tuan tahu,” jawabku.

Dia berkata kepadaku, “Merekalah orang yang berjaya melalui masa penganiayaan yang dahsyat itu. Mereka telah membasuh dan menjadikan jubah mereka putih dengan darah Anak Domba itu. + 15 Itulah sebabnya mereka berdiri di hadapan takhta Allah, dan beribadat kepada-Nya siang malam di dalam rumah Allah. Dia yang duduk di atas takhta akan melindungi mereka dengan hadirat-Nya. 16 Mereka tidak akan lapar ataupun dahaga lagi; matahari ataupun panas terik tidak akan membakar mereka lagi. + 17 Hal itu demikian kerana Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka, dan Dia akan memimpin mereka ke sumber air yang memberikan hidup. Allah akan menyapu air mata mereka.” +

+7:1 Yer 49.36; Dan 7.2; Za 6.5+7:3 Yeh 9.4, 6+7:14 Dan 12.1; Mat 24.21; Mrk 13.19+7:16 Yes 49.10+7:17 Mzm 23.1; Yeh 34.23; Mzm 23.2; Yes 49.10, 25.8

Pengertian saya 144,000 itu ialah suku-suku Israel dan lautan manusia bangsa-bangsa lain yang membasuh diri menerima jubah putih kerana menerima Yesus sebagai Juruselamat peribadi mereka.Mereka semua termasuk dalam Israel kerana keselamatan lewat Kasih Karunia.

PERTANYAAN:

1.Apakah hanya 144,000 orang Israel/Yahudi yang masuk dalam daftar ini?

Tentu umat Israel itu mencapai bilangan jauh lebih besar.Setelah kedatangan Yesus bangsa Yahudi yang beriman kepada Yesus melepaskan jubah agama Tradisi mereka dan mereka dibaptis dalam Roh Kudus(lihat peristiwa Pentakosta dalam Kitab Para Rasul).Bahkan,Rasul Paulus yang terdahulu penganiaya orang Kristen yang memiliki iman pada hukum Musa menganggap dirinya seorang pendosa berat setelah cahaya terang Yesus menerangi mata rohaninya yang sekian lama buta.Saya berpendapat 144,000 orang Yahudi terdahulu sebelum ketibaan Yesus termasuk dalam daftar ini kerana mereka beriman.Abraham,Ishak,Yakub,Daud dan keturunannya .

Nas : Ef 1:13

Sebagai meterai, Roh Kudus dianugerahkan kepada orang percaya sebagai tanda kemilikan Allah. Dengan mencurahkan Roh Kudus, Allah memeteraikan kita sebagai milik-Nya (lih. 2Kor 1:22). Demikianlah, kita mempunyai bukti bahwa kita adalah anak angkat Allah dan bahwa penebusan kita itu nyata jikalau Roh Kudus ada dalam hidup kita (ayat Ef 1:5). Kita dapat mengetahui bahwa kita sungguh-sungguh menjadi milik Allah apabila Roh Kudus mengubah dan memperbaharui kita (Yoh 1:12-13; 3:3-6), membebaskan kita dari kuasa dosa (Rom 8:1-17; Gal 5:16-25), memberikan kesadaran bahwa Allah adalah Bapa kita (ayat Ef 1:5; Rom 8:15; Gal 4:6) dan memenuhi kita dengan kuasa untuk bersaksi bagi-Nya (Kis 1:8; 2:4).

Source:

APABILA ANDA MENJUMPAI BLOG MENARA PENGAWAL,SAKSI JEHOVAH/YEHUWA JANGAN DIBACA.MEREKA ADALAH ALIRAN SESAT DALAM KEKRISTENAN.MEREKA PUNYA SATU IDE MEROSAK ORANG2 YANG KURANG MENGETAHUI KEBENARAN BAHAWA HANYA 144,000 YANG MASUK SURGA.KALAU HANYA 144,000 MASUK SURGA UNTUK APA TUHAN MEMINTA KITA MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURIDNYA?ADAKAH PELIK KALAU DIMURID SEJUMLAH BESAR MANUSIA NAMUN TAK SELAMAT?!

Matius 28:19-20
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa   murid-Ku dan baptislah   mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  28:20 dan ajarlah  mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu   senantiasa sampai kepada akhir zaman. “

Islam-Ex Muslim,Son of Hamas Allah Is A Gangster,Watch This You Will Leave Islam

Posted in Hell or Heaven, Iman/Faith, Isa Al Masih, Salvation on 03/19/2017 by Ribka Christ

Source:Mosab Hassan Yousef

 

WIRANTO Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil Keajaiban Kasih

Posted in Iman/Faith, Praise and Worship on 03/18/2017 by Ribka Christ

Ku yakin saat Kau berfirman

Ku menang saat Kau bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu

Ku aman karna Kau menjaga

Ku kuat karna Kau menopang

Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu

Reff:Bagi Tuhan tak ada yang mustahil

Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin

MujizatNya disediakan bagiku

Ku diangkat dan dipulihkanNya

Source:Mengenal Sosok Wiranto Lebih Dekat WIRANTO

“Penghakiman Terakhir” dalam Matius 25:31-46!

Posted in Canaan Land, Heaven, Hell or Heaven, Iman/Faith, Jesus and the Bride of Christ, Prophecies, Prophecy, PROPHETIC END TIMES on 03/18/2017 by Ribka Christ

 

goat-and-sheep-friends

Sebelum penghakiman dilaksanakan, sang gembala akan memisahkan terlebih dahulu domba dari kambing.

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing ~Matius 25:32

Sang raja akan menaruh domba pada sebelah kanannya, sebagai lambang penghormatan.

Mengapa hanya yang di sebelah kanan-Nya yang masuk dalam Kerajaan-Nya? (ay. 35-36)

Tuhan dalam penghakiman-Nya akan memisahkan setiap orang menurut perlakuannya selama hidup. Dan mengapa hanya orang yang berada di sebelah kanan-Nya saja yang berhak masuk ke dalam Kerajaan-Nya? Jawabannya adalah karena mereka menghidupi dan melakukan apa yang mereka imani. Hal ini terbukti dari perkataan Raja itu yang mengatakan, “ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberii Aku minum; ketika Aku orang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu melawat Aku”. Melalui ucapan Raja ini, dapat kita simpulkan bahwa orang-orang pilihan yang ada di sebelah kanan-Nya itu adalah orang-orang yang memiliki kepedulian dan kasih yang sungguh tulus kepada sesamanya. Melalui ucapan Raja ini dapat dengan jelas kita ketahui bahwa sesungguhnya tidak satupun perbuatann manusia yang tidak Dia ketahui. Sepintas, jika kita membaca ayat 34-36 ini sepertinya perbuatan menjadi penentu untuk masuk ke dalam Kerajaan yang kekal itu. Namun sesungguhnya bukan demikian. Seperti yang sudah kita pahami bersama, untuk menjadi bagian dari kerajaan Allah itu tidak ditentukan oleh perbuatan. Akan tetapi ditentukan oleh iman. Iman yang hidup adalah iman yang berbuah dan berbuat. Karena tidak semua orang yang berbuat baik akan layak di hadapan Tuhan. Karena perbuatan baik belum tentu buah dari iman.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. ~Matius 25:34 

Sementara itu, kambing akan ditempatkan di sebelah kirinya untuk menerima penghakiman.

“Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya..” ~Matius 25:41

hell

Pada ayat di atas,sang Raja memberikan alasan mengapa mereka (golongan kambing) ini dihukum.

Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. ~Matius 25:42-45

Source:

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

SEEKING JESUS

Possess the Vision

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: