BERTOBAT

Posted in Daily Bread.. on 05/22/2015 by Ribka Christ

Utamakan Pimpinan Tuhan

Zaman ini mengedepankan kecepatan, kekuatan, dan kepandaian, namun TUHAN mengajar kita untuk mengutamakan pimpinan-Nya saat kita mengambil keputusan untuk menentukan langkah-langkah kita.

Bangsa Yehuda disebut sebagai bangsa pemberontak karena mereka membuat perjanjian dengan Mesir tanpa meminta petunjuk TUHAN. Ketakutan terhadap bangsa Asyur membuat bangsa Yehuda segera melakukan perjanjian dengan Mesir. Mereka lebih percaya kepada angkatan perang dan lebih meyakini bahwa mereka harus bertindak cepat, padahal TUHAN berkata bahwa apa yang mereka perbuat adalah sia-sia. Mesir tidak dapat melindungi mereka. Kehebatan angkatan perang tidak ada gunanya karena mereka akan lari ketakutan menghadapi pasukan besar bangsa Asyur. Apa yang mereka perlukan adalah, “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” (Yes. 30:15).

Tidak dapat disangkal bahwa kita semua akan berusaha secepat mungkin mengatasi ketakutan kita dengan tindakan-tindakan preventif (pencegahan). Tidak semua tindakan preventif salah di mata TUHAN. Kita perlu melakukan tindakan ?sedia payung sebelum hujan”. Namun, adalah salah bila kita berpikir bahwa tindakan cepat pasti lebih baik daripada tindakan yang hati-hati dan penuh ketenangan. Sebenarnya, kita perlu belajar bukan untuk menjadi cepat, melainkan untuk tenang dan percaya, karena di situlah kekuatan TUHAN akan kita alami. Tenang dan percaya berarti kita mencari pimpinan TUHAN. Kita perlu belajar mengintrospeksi diri di dalam setiap permasalahan yang kita hadapi dan kita harus rela untuk belajar bertobat dari kesalahan kita. [RAAL]

Yesaya 30:15b
“Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan,dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

Pintu-Pintu Masuk Setan ke dalam Kehidupan Manusia

Posted in Darkness, Testimonies on 05/18/2015 by Ribka Christ

[Saya membaca sebuah buku kesaksian Doktor Rebbeca Brown bertajuk “Bebas dari Cengraman Syaitan”.Buku tersebutkan menceritakan begitu banyak kesaksian mereka yang pernah terlibat dengan penyembahan syaitan dan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan iblis.Menurut Doktor Rebecca dalam buku berkenaan AKUPUNTUR atau TUSUKAN tubuh untuk mengeluarkan darah tak baik dari tubuh sebenarnya satu cara setan untuk memasuki tubuh manusia lewat jarum tersebut.Ini kerana kebanyakan jarum yang digunakan dibawah dari China dan dimatra-matra sebelum diedarkan ke mana-mana.Tuhan menyatakan lewat hamba Tuhan tersebut bahawa jarum tersebut telah dimatra dan merupakan pintu masuk bagi syaitan.Jika anda yang pernah menjalani perubatan secara akupuntur dan tidak mengetahui hal tersebut anda tidak berdosa.Namun,jika anda tahu itu menjadi dosa jika anda masih ingin menjalankan akupuntur.Demikian juga pengambilan pil tidur diperingatkan Tuhan agar jangan mengambil pil tidur.Kalau ada masalah sukar tidur datang kepada Tuhan dengan doa dan baca firman Tuhan.Firman Tuhan itu pedang bagi rohmu.]

Semoga beberapa hal yang tertera di bawah dapat membantu mewaspadai jerat iblis dalam hidupmu!

Pintu-Pintu Masuk Setan ke dalam Kehidupan Manusia

Akupuntur

  • Tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan tentunya semua dosa terhadap Firman Allah
  • Tidak mengalami penyucian dosa terus menerus oleh Darah Yesus
  • Meramal nasib melalui telapak tangan, daun teh, kartu tarot, dll.
  • Horoskop, Astrologi, Numerologi
  • Rasa ingin tahu dengan mengunjungi Peramal/Paranormal
  • Meminta petunjuk dari “roh-roh orang mati” (sebenarnya setan-setan yang menyamar) dan peramal
  • Mempelajari Okultisme (Occultism)
  • Bermain dengan papan oujie, jailangkung, dan permainan – permainan fantasi, segala permainan yang berkaitan dengan setan.
  • Pengalaman Psikis
  • Mempelajari Tenaga Dalam
  • Akupuntur/Tusuk Jarum/Acupuncture
  • Meditasi Transendental
  • Yoga; arti yoga/yuj: penyatuan, penyatuan roh manusia dan alam/roh dunia ini, sedangkan bagi kita yang sudah tahu, dunia ini sedang dikuasai oleh Iblis untuk sementara waktu dan memang diizinkan Tuhan. Ini sebenarnya adalah penyatuan roh manusia dengan roh-roh iblis. Jadi yoga ini mula-mula kita sepertinya mempelajari gerakan-gerakan latihan pernapasan, tetapi lama-kelamaan pada tingkat yang lebih tinggi, kita akan dibawa masuk ke dalam alam bawah sadar kita. (Tujuan Iblis adalah mengajar manusia, supaya manusia bisa kembali memperoleh kesadaran jiwa melalui alam bawah sadarnya untuk mengendalikan tubuh rohani mereka, yang nanti akan dipergunakan Iblis untuk sesuatu rencana yang jahat. Sebab dengan tubuh roh, manusia bisa berkomunikasi dengan Iblis dan tubuh roh manusia juga lebih memiliki kuasa dan kepandaian/kemampuan dibandingkan tubuh jasmaninya. Misalnya dengan melakukan Astral Projection)
  • Mencoba ESP (Extra Sensory Perception), mis: Telepati, menerima informasi dengan indera ke-6, tanpa bantuan 5 indera.
  • Astral Projection, yakni kesadaran dari dalam jiwa manusia untuk mengendalikan roh mereka dan mengeluarkan roh dari tubuh mereka (tentunya dengan bantuan setan, sadar atau tidak sadar), kemudian berkelana menjalankan tugas (dari setan), misalnya: mendengarkan suatu percakapan rahasia, dll.
  • Mencoba Levitation / Telekinetic / Telekinesis (mis: menggerakkan benda tanpa menyentuh)
  • Biofeedback (menggunakan pikiran untuk memperbaiki kesehatan)
  • berkonsultasi dengan seorang Medium untuk mencari benda-benda hilang
  • Segala macam praktek perdukunan/sihir, mis: guna-guna, mantera, santet, gendam, hipnotis, tenung, pellet, dll.
  • Akibat dosa dari orang tua / nenek moyang yang belum diputuskan oleh darah Yesus.
  • Penggunaan Obat Bius/Narkotika.
  • Segala tontonan TV yang negatif
  • Menonton film porno/blue film/film xxx
  • Mendengar musik rock/keras
  • Sering mabuk/minum minuman keras
  • Perkawinan sedarah/incest
  • Sadomasochism
  • Homoseks
  • Selingkuh / Penyelewengan seks
  • Perkosaan / kekerasan seks terhadap anak-anak
  • Hubungan seks yang tidak terikat tali perkawinan yang kudus di dalam Kristus

Sumber:http://pedson.blogspot.com/2008/01/pintu-pintu-masuk-setan-ke-dalam.html

Tanah Hati Berbatu-batu

Posted in Daily Bread.., Ministries on 05/18/2015 by Ribka Christ

“Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang  yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan  atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad” (Matius 13:20-21). 

tanah hati berbatu Kondisi hati kita menentukan seberapa dalam Firman dapat berakar, seberapa jauh Firman dapat bertumbuh, dan seberapa banyak Firman dapat berbuah. Itu sebabnya sangat penting untuk kita mengetahui kondisi hati kita yang sebenarnya. Dalam Matius 13, Yesus memberitahukan tentang 4 kondisi hati yang akan muncul ketika mendengar Firman Kerajaan disampaikan. Dalam tulisan saya yang sebelumnya, kita sudah belajar tentang tanah hati pinggir jalan, dan sekarang mari kita belajar tentang kondisi hati berbatu-batu.

Kondisi hati berbatu-batu menggambarkan orang yang sebetulnya sangat ingin hidup dalam kebenaran tetapi selalu terhalang oleh konsep pikir lama yang sudah terlanjur terbangun dan menjadi sistim kepercayaan dalam dirinya. Paulus menyebutnya dengan istilah: kebenaran diri sendiri (self-righteousness).

“Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah” (Roma 10:1-3).

Batu-batu (kebenaran diri sendiri/self-righteousness) inilah yang menghambat Firman untuk bertumbuh dan berbuah dalam hidup mereka. Mereka giat untuk Allah, tapi tidak pernah menghasilkan buah. Kebenaran diri sendiri terbangun dari kumpulan informasi, pengalaman, dan ajaran yang pernah mereka terima di masa lalu yang sudah terlanjur mereka percayai sebagai sebuah kebenaran.

Ciri-ciri dari kondisi hati berbatu-batu:
1. Mudah menerima Firman tetapi juga mudah melepaskannya.
Saat pertama kali mendengar Firman Kerajaan mereka segera menerimanya dengan gembira, tetapi beberapa hari kemudian akan muncul pertentangan dalam pikiran mereka, dan ketika harus menghadapi pertentangan karena Firman itu, mereka memilih untuk melepaskan dan melupakannya.

2 .Tidak dapat melaksanakan Firman secara penuh.
Saat pertama kali mendengar Firman Kerajaan mereka menerimanya dengan gembira, tetapi ketika harus melaksanakan Firman tersebut, mereka terbentur dengan kebenaran mereka sendiri, sehingga mereka ‘men-diskon’ pelaksanaan Firman.

Raja Saul adalah contoh orang yang memiliki tanah hati berbatu-batu. Saat Samuel memberikan arahan:

“Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan” (I Sam. 10:8).

Saul sebetulnya mau melakukan sesuai arahan, tetapi ketika situasi tidak memungkinkan dia mulai memakai kebenarannya sendiri, dan ketika Samuel bertanya, inilah jawabannya:

“Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin  telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang  aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran” (I Sam. 13:11-12).

Pada waktu Samuel memberikan arahan:

Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai” (I Sam. 15:2-3).

Saul kembali men-diskonnya. Semua yang tidak berharga memang dibunuh, tetapi semua yang berharga dipisahkannya. Ketika Samuel bertanya, ia beralasan:

“Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas” (I Sam. 15:15).

Kondisi hati berbatu-batu akan selalu menemukan alasan untuk ‘men-diskon’ dan menurunkan standar Firman, karena mereka memiliki “kebenaran sendiri” yang menyebabkan mereka menjadi sulit untuk melaksanakan Firman secara utuh.
lintaskhabar
3. Kelihatannya bertumbuh/berbuah padahal sebenarnya tidak.
Biasanya orang ini memiliki banyak aktivitas rohani tetapi juga banyak mengalami pergumulan pribadi. Mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Mereka berpikir aktivitas rohani sama dengan buah Ilahi. Pohon yang banyak ranting dan daunnya belum tentu banyak buahnya. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah bertumbuh? Bukan dari banyaknya aktivitas, tetapi dari respon yang muncul saat menghadapi hambatan. Kalau Anda masih terus menghadapi masalah yang sama dan terus memunculkan respon yang sama, berarti Anda tidak bertumbuh. Jika Anda menghadapi masalah yang sama tetapi responnya mulai berbeda berarti Anda sudah bertumbuh. Waktu masih bayi, jika lapar Anda menangis. Setelah bertumbuh dewasa, jika lapar Anda tidak menangis tetapi mencari makanan. Jika Anda masih menangis jika lapar, menunjukkan Anda masih bayi dan belum bertumbuh. Perubahan respon menunjukkan terjadinya pertumbuhan.

Bagaimana caranya mengubah tanah hati berbatu-batu menjadi tanah hati yang baik?

1. Terhubung dengan seorang penabur.
Ketika seorang penabur menaburkan benih Kerajaan, batu-batu yang selama ini tersembunyi akan mulai terlihat. Sebelumnya Anda tidak pernah tahu, kalau sebetulnya Anda tidak mengalami pertumbuhan karena terhambat oleh batu-batu tersebut. Seorang penabur akan dapat memberitahu batu-batu kebenaran diri sendiri yang masih ada dalam diri Anda, yang selama ini menghimpit Firman sehingga tidak dapat bertumbuh dalam diri Anda.

2. Menyingkirkan batu-batu yang ada.
Setelah Anda diterangi, maka batu-batu itu harus disingkirkan, dibuang jauh-jauh dari hidup Anda. Mintalah bantuan dari sang penabur untuk menyingkirkan batu-batu tersebut dengan cara memotongnya dari hidup Anda.

3. Menanamkan batu-batu yang baru.
Setelah batu-batu yang lama tersingkirkan, Anda harus menanamkan batu-batu yang baru. Benih Firman Kerajaan yang diberikan oleh sang penabur akan menjadi batu-batu baru yang harus ditanamkan dalam diri Anda sehingga hidup Anda dibangun di atas batu kebenaran Allah, bukan kebenaran diri sendiri.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Mat. 7:24-25).

Sumber:http://sonnyzakaria.org/index.php/id/ct-menu-item-15/123-tanah-hati-berbatu-batu

SEMUA YANG SEDAP DIDENGAR

Posted in Daily Bread.., Success on 05/16/2015 by Ribka Christ

Filipi 4:8-9

Telur

Filipi 4:8-9 Mengawali renungan kita hari ini, saya membawa ini … Nah sekarang … kalau ditanya kepada bapak dan ibu ..

Picture of an egg

Picture of an egg

“Apa yang bapak dan ibu lihat di depan ini (yang saya bawa sekarang ini)???” … Kira-kira bapak dan ibu akan jawab bagaimana?

Telur! yang paling mudah jawabannya ya saya lihat telur. Ada jawaban lain?

Telur ceplok mata sapi

Ayam panggang … ayam bakar .. ayam goreng …

Yang saya lihat adalah calon pengusaha ternak ayam yang sukses …

Cara ini sebenernya saya dengar dari salah satu dosen di kelas khotbah yang bercerita tentang seorang teolog yang mau menceritakan tentang kekayaan Alkitab kita .. Koyama, nama teolog itu, membawa sebutir telur ketika dia mengajar muridnya dan Koyama bertanya pertanyaan yang saya tanyakan tadi: “Apa yang kalian lihat di tangan saya ini??” Setelah share tentang jawaban dari pertanyaan itu, Koyama pun berucap: “Inilah teologi itu .. ada banyak kekayaan yang terkandung dalam teologi, ada berjuta pesona yang bisa kita temukan ketika kita membaca Alkitab!” Kemudian Koyama melanjutkan begini: “Karena teologi itu seperti telur ini, maka teologi adalah chickenologi!” Tentu Koyama berkata demikian bukan bermaksud meremehkan atau merendakan apa itu teologi … Bukan! Justru sebaliknya! Koyama mau menunjukkan kepada kita semua abhwa ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada hanya melihat sesuatu yang mereka lihat pada waktu itu (yang hanya sebatas sebutir telur). Bapak ibu … apa yang bapak ibu lihat tentang kehidupan berjemaat kita sampai sejauh ini?? Hari ini kita sama-sama mau melihat apa yang sudah terjadi dan apa yang sudah kita lakukan di masa kemarin dalam membangun kehidupan berjemaat kita di sini … Dan hari ini juga kita mau share bersama tentang rencana-rencana ke depan dalam upaya kita membangun kehidupan berjemaat kita … Jadi apa yang kita lihat tentang hidup berjemaat kita sekarang ini??? Mudah-mudahan tidak hanya sebatas telur saja! Mari kita buka Alkitab kita … Filipi 4:8-9

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Sewaktu kita melihat ada sebutir telur … mungkin akan selalu ada saja orang yang berpikir:

Ah paling juga busuk nih telur … gak jadi dah di goreng

paling juga gak netes nih telur … gak bakalan jadi cikal bakal pengusaha ternak ayam

Ada beberapa hal yang pada akhirnya rasanya bisa menghambat kita untuk tetap bersemangat dalam hidup melayani di tengah kehidupan berjemaat dalam kehidupan pribadi kita … Paulus dan Jemaat di Filipi pun mengalami hal ini. Paulus, dengan keadaan ada di dalam penjara pada waktu itu; dan Jemaat di Filipi dengan penderiatan dan penganiayaan yang mereka alami waktu itu. Kenyataan yang dihadapi oleh Paulus dan Jemaat di Filipi pada waktu itu pastinya akan membawa kita merasakan apa yang dirasakan oleh Paulus ketika berkata dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, pasal 4:8-9

Philippians 4 8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang SEDAP didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. Padahal yang mereka rasakan, Paulus dan Jemaat di Filipi pada waktu itu … belum tentu seindah itu!!

Ada bayangan ideal, tapi memang belum terjadi … Jadi apa yang harus mereka dan kita lakukan sekarang ini?? Menurut Paulus … menurut Firman Tuhan: TETAPLAH BERPENGHARAPAN!

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

B ILA KU INGAT CINTA TUHANKU

Posted in LYRICS on 05/15/2015 by Ribka Christ

image

Bila kuingat cinta Tuhanku
Ku tidak akan mundur lagi
Bila kuingat cinta Tuhanku
Ku tidak akan mundur lagi
Aku …tidak mau…Ku tidak akan mundur lagi
Sungguh..tidak mau..
ku tidak akan mundur lagi
When I remember that He died for me
I’ll never go back anymore
When I remember that He died for me
I’ll never go back anymore
No..no..never..never..ha..ha..ha..
I’ll never go back anymore
No..no..never..never..ha..ha..ha..
I’ll never go back anymore

The Joy of Right Happening

Posted in Sermons on 05/15/2015 by Ribka Christ

Yesus berdaulat untuk menaikkan seseorang yang rendah hati, dan menurukan orang yang congkak. Berdaulat artinya adalah memiliki kuasa dan otoritas secara penuh. Itu berarti, Yesus dapat mengangkat orang miskin keluar dari debu serta menurunkan orang angkuh dari takhtanya.

Yeremia 37:1 berkisah tentang Nabi Yeremia yang menyampaikan perintah Tuhan kepada raja Israel, namun hal itu tidak diindahkan oleh raja dan bangsa Israel. Yeremia memiliki arti “Jehovah will rise; Jehovah exalts, Jehovah establish, Jehovah has appointed (Tuhan membangkitkan, Tuhan akan mengangkat dan menunjuk)”.image

Pada jaman Yeremia, latar belakang bangsa Israel adalah dibuang ke Babilonia selama tujuh puluh tahun, karena Tuhan menghukum mereka akibat penyembahan berhala yang mereka lakukan. Hal itulah yang membuat Tuhan murka. Pada saat itu bangsa Israel berusaha mencari pertolongan kepada bangsa Mesir, dan kelihatannya hal itu berhasil menghalau bangsa Babilonia. Namun Yeremia menyampaikan bahwa hal itu terjadi hanya sebentar saja, sebab tentara Babilon akan kembali lagi untuk merampas dan membakar kota Yerusalem dengan api.

Oleh karena Firman Tuhan yang disampaikannya, Yeremia dimasukkan ke dalam penjara berisi air. Kemudian, saat dia dikeluarkan, hal tersebut tidak mengubah perkataan Yeremia tentang Firman Tuhan kepada bangsa Israel agar menyerahkan diri kepada tentara Babilonia. Hal ini membuat beberapa orang marah dan memasukkan Yeremia kembali ke dalam penjara.Dia difitnah, dituduh dan bahkan kemudian diminta agar dihukum mati (Yeremia 38:4)

Lewat kisah tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa ketika kita menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, belum tentu hal itu disukai orang lain. Bahkan, yang datang adalah siksaan (1 Petrus 4:7) dan aniaya yang ditujukan untuk menguji kemurnian iman kita. Ada pepatah mengatakan, “To receive Christ, you pay nothing. To follow Christ, you pay something, but to wholy follow Christ you have to pay everything” (Untuk menerima Yesus, kita tidak perlu membayar apa-apa, untuk menjadi pengikut Yesus, ada harga yang harus dibayar, namun untuk seutuhnya mengikuti Yesus, kita harus membayar harga semuanya). Inilah yang dibayar Yeremia, dia diserahkan oleh raja Zedekia kepada para pemfitnahnya yang datang dari pemuka bangsa Israel.

Orang percaya yang beribadah kepada Tuhan cepat atau lambat pasti akan mengalami aniaya. Namun, seperti Yeremia, kita harus mengerti bahwa di atas segala permasalahan kita, Yesus berkuasa dan berdaulat dalam hidup kita. NamaNya disebut Jehovah establish, Tuhan yang berkuasa atas hidup kita dan berdaulat. Jadi kita tak perlu kuatir akan apapun juga.

Yeremia dimasukkan ke dalam sumur dan terancam mati. Namun waktu yang tepat datang kepada Yeremia (the right happening). Keadaan seolah sudah kalah di pihak Yeremia, namun ingatlah bahwa Allah berdaulat atas hidup kita. Tuhan memakai seorang sida-sida, dan melalui bantuan tiga orang hamba yang lain, Yeremia diangkat. Melalui jalinan kain yang sobek-sobek, Yeremia diangkat dan akhirnya keluar dari lobang lumpur.

Demikian juga kehidupan kita. Meskipun Iblis berusaha menghancurkan hidup kita lewat cara memporak porandakan hidup kita, melalui hancurnya keluarga, hancurnya keuangan, maupun kesehatan dan ada saat-saat kita merasa bahwa hidup kita tamat karena beratnya malapetaka yang kita alami. Asalkan kita benar-benar hidup dalam kebenaran, kita harus tahu satu hal bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa dan berdaulat. Dia menaikkan orang benar keluar dari dalam debu dan menurunkan orang congkak dari tahtanya.

Tuhan berdaulat atas hidup kita. Dia mampu menggunakan cara-cara dan orang-orang serta alat-alat yang sebelumnya tidak kita pikirkan, untuk menolong kita. Itulah sukacita saat yang tepat (the Joy of Right Happening). Tuhan memberkati. AMIN
Sermon:Pdt Dr Timotius Arifin Tedjasukmana

Khotbah Rev.Dr. Paul G. Caram

Posted in Leadership, Sermons on 05/13/2015 by Ribka Christ

Rev.Dr. Paul G. Caram – USA
Minggu sore, 22 Mei 2011

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan satu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 1Petrus 2:5


Saat ini kita tidak lagi mempersembahkan domba, sapi atau ternak lain kepada Tuhan. Kita sebagai imam rohani perlu mempersembahkan korban rohani seperti korban pujian, korban syukur, korban sukacita, korban kebenaran, korban hati yang hancur, korban mendengarkan Firman Tuhan, korban ketaatan.
Dalam Im. 1:3-4, Imam meletakkan tangannya ke atas kepala korban yang menjadi tanda bagi ternak itu sah untuk dikorbankan. Ada 4 bagian penting yang harus ditaruh di atas mezbah dan menghasilkan aroma yang harum bagi Tuhan (ay. 8-9). Arti rohani bagian ini berbicara tentang:
1. Kepala – pikiran dan pendapat kita yang harus diserahkan kepada Tuhan.
2. Bagian dalam – perasaan kita, rasa cinta, benci, yang harus dibasuh oleh Firman dan dipersembahkan di altar Tuhan.
3. Lemak – kekuatan, tenaga, waktu yang kita habiskan harus didedikasikan untuk Tuhan. Jika tidak hati-hati, kita menghabiskannya untuk melakukan hal yang tidak berhubungan dengan kekekalan
4. Betis/kaki – langkah kita, ke mana kita pergi.
Semua ini harus diserahkan di altar Tuhan sebagai persembahan yang suci, kudus, dan berkenan kepadaNya. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa, pikiran, akal budi, tenaga sehingga menjadi aroma yang menyenangkan hati Tuhan.

Korban yang tidak dikenan Tuhan:
– Mempersembahkan dengan hati yang memiliki kepahitan
Dalam 1Yoh. 3:11-12, Yohanes menjelaskan dari Kej. 4 yang bersumber dari keluarga mula-mula. Kain membawa persembahan kepada Tuhan dan Tuhan tidak berkenan karena hatinya jahat dan memiliki akar pahit terhadap adiknya. Ketika kita membawa persembahan kepada Tuhan, kita rindu Tuhan menerimanya dan kita diberkati. Tapi yang terpenting adalah hati kita berdamai dengan orang lain. Tuhan tidak berkenan kepada korban yang kita persembahkan dengan rasa benci dalam hati. Jadi jika kita rindu Tuhan berkenan pada persembahan kita, kuncinya adalah berdamai dengan orang lain.

Dalam Mal. 2:13-14 jemaat Tuhan menangis di mezbah Tuhan, Tuhan menutup telinga dari dimageoa dan korban mereka. Mereka bertanya mengapa Tuhan tidak mendengar dan menerima korban? Jawab Tuhan, karena mereka tidak mengasihi istri mereka lagi. Jadi jika kita tidak memiliki hubungan yang baik dengan pasangan kita, Tuhan tidak akan menerima persembahan kita. Allah membenci perceraian (ay. 16), maka jagalah diri kita dan jangan mengkhianati orang lain. Tuhan ingatkan supaya hati kita tidak memiliki rencana jahat terhadap orang lain. Hubungan yang baik dengan pasangan dan sesama sangat penting supaya Tuhan berkenan dengan persembahan kita.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, begitulah kita memperlakukan Tuhan (Mat. 25:35-40). Sebelum Paulus bertobat, dia menganiaya umat Tuhan. Suatu hari Yesus menampakkan diri kepadanya dan berkata, mengapa engkau menganiaya Aku. Menyakiti orang lain artinya menyakiti Tuhan, kita bagaikan biji mata Tuhan yang paling peka.
– Mempersembahkan persembahan yang asing.
Dalam Im. 10:1 Nadab dan Abihu menaikkan persembahan yang asing dan Tuhan marah. Saat ini musik dalam gereja memiliki penyembahan dengan jenis musik dan lirik yang semakin mirip dunia. Tuhan sangat selektif dalam memilih penyembahan. Tuhan tidak menerima semua jenis penyembahan. Kiranya kita berdoa agar penyembahan kita semakin dimurnikan Tuhan.
– Mempersembahkan di tempat yang salah
Ul. 12:13 berkata, Tuhan tidak menerima korban penyembahan kita kalau diberikan di tempat yang salah. Kita tidak bisa mendikte Tuhan, mau melayani di tempat ini dengan cara seperti ini, mau melakukan ini, minta Tuhan berkati. Seringkali kita mengubah posisi kita dengan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai budak kita, kita yang mengatur Tuhan bagaimana harus bertindak. Sebaliknya kita harus bertanya, apa kehendakMu dan ke mana kita harus pergi. Terkadang memang penuh pengorbanan saat kita berada di tempat yang Tuhan tentukan bagi kita.

Setiap kita harus membayar ladang pelayanan kita sendiri, seperti wanita bijak dalam Ams. 31 yang membeli ladang. Tidak bisa orang lain yang membayar harga karena kita yakin kita memiliki jiwa-jiwa yang akan Tuhan menangkan melalui kita.

Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya . Maz. 47:4. Paulus belajar hal yang sama dalam Kis. 22:18 Paulus yang baru bertobat 3 tahun kembali ke Yerusalem. Ketika sedang berdoa di Bait Suci, Tuhan menyuruhnya segera keluar dari Yerusalem karena orang di sana tidak akan menerima kesaksiannya tentang Yesus. Paulus mencoba memberi alasan, karena dia kenal orang di Yerusalem dan bisa menjalin hubungan dengan mereka. Tuhan mau Paulus meninggalkan Yerusalem karena pelayanannya tidak berbuah di situ. Tuhan mengutusnya kepada orang-orang kafir. Paulus tidak bisa mempersembahkan korbannya di Yerusalem, dia harus persembahkannya di Filipi, Korintus, dan kota-kota lain. Kita perlu berdoa supaya kita tahu di mana harus melayani, dan mempersembahkan korban. Dia akan berkenan ketika kita mempersembahkan di tempat yang tepat yang Tuhan tentukan. Jika tidak, tujuan Tuhan tidak terlaksana dalam hidup kita.

Ayub kehilangan segalanya dalam 1 hari (Ayb. 1:20-22). Dia bangkrut, kehilangan keluarga dan reputasi. Yang dilakukannya adalah tersungkur dan memberi korban syukur bagi Tuhan. Katanya, Tuhan baik sepanjang masa, masa baik, masa sukar, Dia selalu baik. Inilah korban yang sangat manis di hadapan Tuhan. Korban yang tidak bisa kita lakukan di surga karena di sorga semuanya indah, tidak ada sakit, kesukaran. Korban yang paling manis adalah ketika orang yang telah kehilangan segalanya tetapi tetap memberi korban syukur pada Tuhan. Dengan korban ini sebenarnya Ayub sedang meninju setan. Setan menantang Tuhan untuk menghancurkan Ayub supaya Ayub mengutuki Tuhan tapi reaksi Ayub sebaliknya, dia tersungkur dan menyembah. Dia mengalahkan iblis dengan kesaksian perkatannya. Inilah cara efektif mengalahkan setan, Ketika Tuhan mengambil semua berkat Lucifer, dia mengutuki Tuhan. Dia menuduh Ayub melayani Tuhan karena berkatNya saja. Apakah kita tahu orang Kristen yang mengikut Tuhan hanya karena berkat? Tuhan akan menguji, apakah kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan atau mencari berkatNya saja.

Paulus dan Silas dipukuli di depan umum, mereka disesah hingga berdarah-darah (Kis. 16:23-26). Malam hari mereka memuji, menyembah Tuhan. Mereka mempersembahkan korban pujian yang melepaskan kuasa Tuhan sehingga bumi bergetar dan semua ikatan terlepas. Mudah bagi kita memuji Tuhan kalau hari kita baik, tapi bagaimana jika kita dipermalukan dan dengan penuh luka? Justru di malam yang pekat mereka memberikan korban pujian bagi Tuhan.

Daud saat dikelilingi musuh, juga memberi korban sukacita sehingga Tuhan bangkit dan menyelamatkannya dari musuh. Marilah kita memberikan korban rohani yang tepat bagi Tuhan. Inilah cara kita mengalahkan setan yaitu melakukan sebaliknya dari yang setan lakukan. Setan penuh akar pahit, tidak mau mengampuni, namun jika kita tersungkur merendahkan diri, Tuhan mencurahkan kasih karunia kepada orang yang rendah hati.

Korban sejati yang berkenan bagi Tuhan:
– Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut Maz. 40:7. Tuhan tidak menginginkan ritual tapi ketaatan dan telinga yang mendengar.

– Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah Maz 51: 19. Inilah korban yang sesungguhnya, hati yang remuk, hancur dan dilembutkan Tuhan yang bekerjasama dengan Roh Kudus. Bukan ritual melainkan persekutuan dengan Tuhan. Jangan seperti orang Yahudi yang melakukan ritual tapi tidak mengerti artinya. Mereka memperhatikan sunat lahiriah tapi lupa arti sunat sebenarnya, yaitu simbol pedang Tuhan memotong hati yang penuh kedagingan.

Mungkin Tuhan meminta kita untuk menyerahkan nyawa kita seperti Stefanus. Dia bagaikan anak domba yang sempurna yang tidak mengeluh. Dia tidak meminta Tuhan membakar semua musuhnya justru melepaskan pengampunan. Jika Tuhan memanggil seseorang menjadi martir, akan ada kasih karunia khusus baginya. Seperti Stefanus yang sedang dirajam, Roh kudus di dalamnya mencelikkan mata rohaninya sehingga melihat surga. Dia melihat Yesus berdiri di sebelah Allah Bapa. Biasanya Alkitab menulis Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Tapi di sini Yesus berdiri dan memperhatikan umatNya. Jika kita dipanggil menjadi martir, kita percaya ada kasih karunia khusus yang Tuhan beri buat kita.

Petrus mau masuk penjara dan mati buat Tuhan, tapi Tuhan berkata dia tidak siap. Hanya waktu Tuhan dan kehendak Tuhanlah kita akan menerima kasih karunia untuk menanggung semuanya itu. Yesus tidak mau Petrus mati saat itu, Tuhan memerlukan dia berkotbah di hati Pentakosta. Petrus masih hidup 36 tahun ke depan. Ketika Petrus meninggal, ada kasih karunia yang dicurahkan kepadanya. Yesus berkata jangan takut menghadapi orang yang hanya bisa mencabut nyawa tetapi setelah itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa, takutlah akan Dia yang berkuasa karena dapat mencampakkan tubuh dan rohmu ke dalam neraka.
Kita tidak bisa menanggung setiap penderitaan saat memberi korban tanpa kasih karunia Tuhan seperti Paulus yang telah menyelesaikan pertandingannya dan siap menjadi martir (2Tim. 4:6-8).

Marilah kita memberi korban persembahan yang tepat dan hanya oleh kemurahan Tuhan. Ketaatan kita lebih baik daripada korban. Kita harus memberi korban yang diminta Tuhan bukan korban lain sebagai gantinya. Kiranya Tuhan memberkati kita dan firmanNya tertanam dalam hati. (LL)

S.P.I.R.I.T Ministries

Inspired by: GOD

valeriu dg barbu

© valeriu barbu

Blog Penting Dede Wijaya

Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan...

dasimmons31

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

PiCTURiFiC

www.andersonkalang.com

Pastor Arjun

Jesus is the Christ

Rick McCargar's Guitar Licks, Songs and Music Industry News

Legendary Guitar Licks, Original Songs and Music Industry News

Kristiani Australiana

"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5)

Pastor John

Arise & shine

The Gourmand Mom

Good food, seasoned with a dash of life

prophetbrahmarishi

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 79 other followers

%d bloggers like this: